Suatu hari tanpa sengaja, seorang pengajar di sebuah dojo mengirim saya message, karena saya me-"like" page mereka. Dia menawarkan saya untuk ikut trial latihan self defense. Saya jawab, kalo saya tertariknya bukan buat saya, tapi buat si anak 4 tahun #Alipo. Dan ternyata mereka punya kelas "mini ninja" untuk usia 4-6 tahun. Sang Sensei mengundang kami untuk datang dan ikut trial gratis.
Lalu pergilah kami kemarin sore ke trialnya, yang latihannya dilakukan di sebuah ruangan di fitness park, komplek olahraga di Osnabrück. Saya datang duluan karena langsung dari perpus, sementara alipo dan ayahnya dari TK langsung. Si alif pas banget baru bangun dr tidur sorenya di stroller.
Masuk ke ruangan, kami di salamin dan kenalan dengan Sensei. Si bocah diam membisu, walopun masih terima jabat tangan dengan
senseinya. Sang sensei sampe nanya ke kami, apakah alif paham bahasa
jerman. Karena dia membisu. Ada sekitar 6-7 anak yang siap latihan. Lalu dimulai latihannya. Alif gamau ikutan. Diem aja sambil nempel2 ke ibu dan ayah. Dia sempet bilang "aku gamau dipukul-pukul, nanti sakit". Lalu saya jelaskan, bahwa itu tujuannya belajar pertahanan, bukan untuk pukul-pukulan. Lagi pula latihannya juga seperti bermain, ga seserius orang dewasa. Orang tua (ayah atau ibunya) juga dilibatkan untuk partner latihan anak-anak, agar anak-anak lebih nyaman. Tapi saya melihat bahwa sensei nya serius soal disiplin, soal patuh aturan, dan waktu. Pas banget buat bocah belajar.
Selama latihan, si alif tetep gamau ikutan. Dia maunya mengamati, sambil tiduran di lantai..semacem ngesot-ngesot di lantai kayu yang mulus. Sedikit-sedikit dia mulai beringsut ke lapangan. Tetap diam mengamati. Tampak tertarik, tapi ragu. Sampai akhirnya latihan selesai (hanya 30 menit), kami pulang. Di jalan saya tanya,
Ibu : Kamu mau ke tempat tadi lagi ngga?
Alif : mau.
Ibu : beneran mau? Tapi kalo ke sana lagi harus ikutan, ga bisa cuma liat aja. Kalo ke sana cuma liatin aja, mending ga usah. Kita nonton aja video bela diri di rumah.
Ayah : iya..kalo ke sana lagi, harus ikutan. Soalnya kalo kesana lagi, kita harus bayar. Kalo ga mau ikutan, ga usah ke sana lagi.
Ibu : kamu suka ga di sana?
Alif : suka
Ibu : tapi kenapa tadi diem aja gamau ikutan?
ALif : Aku schühtern (malu) ibu. Aku mau ikutan tapi belum tau.
Ibu : Oh gtu. Ya..padahal sih ga apa-apa belum tau. Kamu kan baru pertama. Tapi mau kesana lagi ngga?
Alif : iya mau.
Ayah : (agak discouraging buat lanjut karena kami belum pasti mau pulang atau tetap di Osnabrück)
Dari situ saya jadi belajar, bahwa Alif memang bukan jenis anak yang langsung "on" di tempat baru. Butuh waktu buat dia mengenali tempat baru, orang baru, dan apa yang mereka lakukan. Seperti ketika baru masuk TK, butuh waktu hampir tiga bulan untuk proses sampe Alif tidak nangis waktu kami tinggal. Which is normal, kita orang dewasa juga gitu kan? Menurut saya, memang dia butuh di ekspos ke berbagai hal yang berbeda, dikenalin pelan-pelan, dan pastinya tetep ditemani, sampe dia menemukan kesukaannya. Semangat terus ya alipo!
Jadi inget waktu saya kecil (sekitar SD kelas 1, 2, atau 3), pernah
ikutan latihan silat di GOR Kelurahan Winduhaji bersama kakak-kakak dan
sepupu. Sayangnya, waktu latihannya malam. Saya sudah kelelahan. Inget
banget sampe pernah latihan jurus sambil terkantuk-kantuk -_- haha..dan latihan silat ini pun tidak berlanjut, saya lupa kenapa.
Showing posts with label #AlifDipantara. Show all posts
Showing posts with label #AlifDipantara. Show all posts
Wednesday, December 21, 2016
Monday, December 19, 2016
Jaket rusak dan ngobrol
Tadi pagi waktu mau pake jaket, saya inget ternyata resleting jaket Alipo setengah rusak gara-gara dia ga sabaran buka jaket! Heuh..emosi..jaket winter kan mahal -_-. Lalu saya bilang,
Ibu : Alif, lihat ini jaket kamu mau rusak karena kemarin kamu buru-buru mau buka, ditarik-tarik keras dan ga sabaran. Kalo rusak gimana dong?
Alif : Kalo rusak ya beli yang baru, ibu.
Ibu : Ga bisa, ibu ngga ada uangnya.
Alif : Nanti kalo aku sudah besar, sudah sekolah, nanti aku kasih ibu uang buat beli jaket.
Ibu : Ya walaupun kamu nanti punya uang sendiri, tetap tidak boleh gampang merusak barang. Barang harus dirawat biar awet (sambil tarik napas dan mengingatkan diri sendiri agar berhenti ngomel..sudahlah..toh "hanya" jaket T_T)
Suatu kali saya pernah ngomel panjang karena Alif tanpa sengaja merusak lip balm ibu, lalu anaknya yang awalnya terima diomelin karena merasa salah, balik marah.
Ibu : ngomel (abcdefg...xyz)
Alif : Ibu sudah dong..kamu kok marah-marah terus. Aku marah kalo kamu marah-marah terus.
Ibu : ..............
Tuh ya ingat ya..kalo ngomelnya kepanjangan jadi ga produktif. Anak jadi tersinggung dan lupa kesalahannya di mana. Anak jadi males juga sama kita. Padahal saya ga mau anak saya males ngobrol atau cerita sama orang tuanya sendiri.
Huhu..ini mungkin pengalaman pribadi. Hingga saat ini, saya merasa takut kalo mamah saya sms atau telpon. Karena biasanya, Beliau kalo ngajak ngomong saya pas mau ngingetin sesuatu atau mau marah :(. Maapkan akuh mamah.. Padahal bisa jadi sebetulnya sekarang ini mamah cuma mau ngobrol..ya kan? Saya agak trauma karena biasanya kalo dihubungi suka ditanya: "Nilai-nilainya gimana?" (waktu SMA), atau "Skripsinya kapan selesai?" (jaman kuliah), atau "Sudah daftar kemana aja? Itu ada bukaan PNS di sana" (setelah lulus kuliah hingga saat ini).
So, ini adalah pengingat untuk saya, agar saya rajin mengobrol dengan Alif BUKAN dalam kalimat instruksi atau saran. Mengobrollah tentang hal-hal yang remeh temeh. Tentang awan, tentang cuaca tentang mainan, tentang teman-temannya. Kalo mau bertanya, tanyalah tentang perasaannya, tanyalah pendapatnya tentang sesuatu. Agar si bocil tidak malas ngobrol dengan saya.
Ibu : Alif, lihat ini jaket kamu mau rusak karena kemarin kamu buru-buru mau buka, ditarik-tarik keras dan ga sabaran. Kalo rusak gimana dong?
Alif : Kalo rusak ya beli yang baru, ibu.
Ibu : Ga bisa, ibu ngga ada uangnya.
Alif : Nanti kalo aku sudah besar, sudah sekolah, nanti aku kasih ibu uang buat beli jaket.
Ibu : Ya walaupun kamu nanti punya uang sendiri, tetap tidak boleh gampang merusak barang. Barang harus dirawat biar awet (sambil tarik napas dan mengingatkan diri sendiri agar berhenti ngomel..sudahlah..toh "hanya" jaket T_T)
Suatu kali saya pernah ngomel panjang karena Alif tanpa sengaja merusak lip balm ibu, lalu anaknya yang awalnya terima diomelin karena merasa salah, balik marah.
Ibu : ngomel (abcdefg...xyz)
Alif : Ibu sudah dong..kamu kok marah-marah terus. Aku marah kalo kamu marah-marah terus.
Ibu : ..............
Tuh ya ingat ya..kalo ngomelnya kepanjangan jadi ga produktif. Anak jadi tersinggung dan lupa kesalahannya di mana. Anak jadi males juga sama kita. Padahal saya ga mau anak saya males ngobrol atau cerita sama orang tuanya sendiri.
Huhu..ini mungkin pengalaman pribadi. Hingga saat ini, saya merasa takut kalo mamah saya sms atau telpon. Karena biasanya, Beliau kalo ngajak ngomong saya pas mau ngingetin sesuatu atau mau marah :(. Maapkan akuh mamah.. Padahal bisa jadi sebetulnya sekarang ini mamah cuma mau ngobrol..ya kan? Saya agak trauma karena biasanya kalo dihubungi suka ditanya: "Nilai-nilainya gimana?" (waktu SMA), atau "Skripsinya kapan selesai?" (jaman kuliah), atau "Sudah daftar kemana aja? Itu ada bukaan PNS di sana" (setelah lulus kuliah hingga saat ini).
So, ini adalah pengingat untuk saya, agar saya rajin mengobrol dengan Alif BUKAN dalam kalimat instruksi atau saran. Mengobrollah tentang hal-hal yang remeh temeh. Tentang awan, tentang cuaca tentang mainan, tentang teman-temannya. Kalo mau bertanya, tanyalah tentang perasaannya, tanyalah pendapatnya tentang sesuatu. Agar si bocil tidak malas ngobrol dengan saya.
Tuesday, December 13, 2016
Growing up, growing old
Pagi ketika sarapan berdua Alif (karena ayah sudah berangkat kerja), terjadi percakapan yang saya agak lupa awalnya ngomongin apa.
Alif : Aku nanti makan sereal pake cabe
Ibu : Tapi anak kecil belum makan cabe
Alif : Aku bukan anak kecil, aku kan anak besar. Nanti kalo aku sudah dewasa, aku sebesar ayah dan ibu. Nanti aku ga pake stroller lagi. Kan kebesaran aku. Nanti ayah atau ibu juga ga pake stroller, kan udah dewasa. Berat dong kalo aku dorong ibu sama ayah di stroller. Kan besar. Tapi nanti aku udah sama kayak ayah dan ibu.
Ibu : Emm..tapi kalo kamu sudah dewasa, nanti ayah dan ibu jadi tua.
Alif : Kenapa kamu jadi tua?
Ibu : Iya..kan manusia begitu. Dari kecil tumbuh jadi besar, dewasa. Kalo sudah dewasa terus jadi tua. Jadi kakek-nenek.
Alif : Nanti aku juga dong?
Ibu : Iya..tapi nanti ayah sama ibu duluan tua.
Percakapan yang membuat saya tertegun. Mungkin keinginan seorang anak sederhana saja, ingin seperti ayah dan ibunya, ingin "sama" dengan ayah dan ibu. Untuk konteks Alif, mungkin biar bisa diajak ngobrol, makan makanan orang dewasa (indomie pake cabe misalnya), dan diperlakukan seperti orang dewasa. Keinginan yang indah dan sederhana.
Mungkin keinginan saya dulu juga sesederhana itu. Ingin mengobrol, makan, berinteraksi sebagai sesama orang dewasa, ingin seperti Mamah dan Apa. Selamat ulang tahun, Apa. Yesterday on December 12th 2016, you should be 65 years old. Allohumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu.
Ah..saya akan berusaha sebisa mungkin lebih menemani Alif, mumpung saya masih diberi waktu.
Alif : Aku nanti makan sereal pake cabe
Ibu : Tapi anak kecil belum makan cabe
Alif : Aku bukan anak kecil, aku kan anak besar. Nanti kalo aku sudah dewasa, aku sebesar ayah dan ibu. Nanti aku ga pake stroller lagi. Kan kebesaran aku. Nanti ayah atau ibu juga ga pake stroller, kan udah dewasa. Berat dong kalo aku dorong ibu sama ayah di stroller. Kan besar. Tapi nanti aku udah sama kayak ayah dan ibu.
Ibu : Emm..tapi kalo kamu sudah dewasa, nanti ayah dan ibu jadi tua.
Alif : Kenapa kamu jadi tua?
Ibu : Iya..kan manusia begitu. Dari kecil tumbuh jadi besar, dewasa. Kalo sudah dewasa terus jadi tua. Jadi kakek-nenek.
Alif : Nanti aku juga dong?
Ibu : Iya..tapi nanti ayah sama ibu duluan tua.
![]() |
| Pic from here |
Mungkin keinginan saya dulu juga sesederhana itu. Ingin mengobrol, makan, berinteraksi sebagai sesama orang dewasa, ingin seperti Mamah dan Apa. Selamat ulang tahun, Apa. Yesterday on December 12th 2016, you should be 65 years old. Allohumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu.
Ah..saya akan berusaha sebisa mungkin lebih menemani Alif, mumpung saya masih diberi waktu.
Monday, November 21, 2016
Alles gute zum 4. Geburtstag, Alif!
Selamat ulang tahun Alif!
Semoga makin soleh, sehat selalu, penuh pertimbangan, cerdas, sayang keluarga, dan berguna untuk sesama :)
Maafkan Ibu dan Ayah tadi pagi marah-marah karena kamu numpahin air -_-
Maafkan lah kami yang masih terus belajar ini..semoga suatu saat nanti kamu memahami apa-apa yang ibu dan ayah lakukan.
Semoga kami diberi kesabaran tak terbatas menghadapimu yang penuh tanya tentang dunia.
Semoga kami diberi umur panjang untuk mendampingimu tumbuh.
Konon katanya golden time anak balita itu usia 0-4 tahun, dan setelah itu pertumbuhan otak anak sudah sempurna. Ah..tapi menurut saya ngga lah ya..setiap anak pasti akan bisa terus berkembang walaupun sudah lewat umur 4 tahun.
Beberapa milestones Alif 4 tahun *catatan ibu biar ga lupa
Sudah bisa pake baju sendiri komplit: kaos, celana dalam, jaket, kaos kaki, sepatu.
Sudah bisa naro baju kotor ke keranjang/ember
Beresin mainan, simpan alat makan ke tempatnya, ngambil susu dan sereal sendiri, ambil minum sendiri.
Makan buah-buahan dengan kesadaran sendiri, walopun kadang-kadang masih harus diingatkan
Makan sayur masih harus diingatkan terus-menerus, tapi semakin hari semakin gampang prosesnya. Ga harus dipaksa/dimarahin untuk makan sayur.
Bisa diajak cerita dan memberi jawaban yang (cukup) masuk akal.
Kemampuan sosialisasi dengan orang lain meningkat walopun sedikit, lebih ramah terhadap orang yang sudah dikenal (misal: teman-teman ayah dan ibu, atau Kaela, atau Yumna).
Contoh-contoh percakapan dengan Alif
Ceritanya Alif lagi makan.
Ibu/Ayah: Alif ayo makannya fokus, dihabisin ya.
Alif : Ibu, perut aku bilang "Aku udah kenyang..aku ga mau makan lagi"
Ibu : Ah..kamu suka alasan
Alif : Ga kok ibu..itu kan perut aku yang bilang
Ibu : "............."
Si Alif paling banyak beralasan kalo lagi makan. Bisa juga dia bilang "Ibu, kaki aku bilang dia sakit".
Cerita lainnya di hari Minggu, ketika Saya biasanya nelpon orang tua di Indonesia.
Ibu : Alif, kita telpon Enin yuk. Enin itu kan ibunya ibu.
Alif : Ngga ah..kamu aja yang telpon, Enin kan bukan ibu aku.
Ibu : "................."
Atau ketika bangun tidur.
Ibu : Alif, ayo kita bangun
Alif : Tapi mataku bilang dia masih ngantuk
Ketika saya sampe rumah hari ini,
Alif : Ibu, aku ulang tahun loh..
Ibu : iya.. Ibu tau lah..emang siapa yang lahirin kamu -_- haha..
Di TK, biasanya diadakan perayaan sederhana, tiup lilin, dikasih mahkota, dan hadiah kecil. Biasanya dapur TK juga mengajak anak yang ultah dan teman-temannya untuk membuat kue kering sama-sama. Orang tua tidak perlu hadir, khusus untuk para bocah dan pihak Kindergarten. Foto-foto biasanya diambil oleh pihak sekolah. Ga perlu keluar biaya apa-apa..hehehe.. *mak irit*
Sementara di rumah kue ultahnya sederhana saja dan ga ribet, yaitu pancake Pisang. Kebetulan sudah seminggu ini si anak kecil bilang, bahwa dia mau makan pancake. Jadi tinggal beli lilin..jadi deh.. Anak kecil segitu aja seneng banget :D.
Dan..berikut ini lagu ulang tahun favorit Alif
Dan..berikut ini lagu ulang tahun favorit Alif
Friday, November 18, 2016
Celoteh Alif
Seminggu terakhir ini lagi sering membahas bayi (walaupun belum tahu kapan Alif punya adik), gimana kalo Alif punya adik, dan lain-lain sama si bocah yang umurnya hampir 4 tahun. Percakapan-percakapannya seperti berikut ini,
Ibu: Baby alipo..sini
Alif: Aku bukan baby
Ibu: kamu mau punya adik bayi ngga, kayak Kaela (temen Alif yang seumuran) udah punya adik, de Kinan.
Alif: Kamu udah punya baby kan, Ibu.
Ibu: mana babynya?
Alif: Aku kan dulu babynya?
Ibu: Iya..tapi maksud ibu baby baru..bukan kamu..
Alif: siapa namanya?
Ibu: Ya belum ada namanya...kan belum ada babynya..
Di lain kesempatan kata ayahnya,
Ayah: Alif mau punya adik?
Alif: ngga, aku ga mau punya adik. Tapi aku mau tulisin namanya di popok sama di bajunya (alif lagi suka tulis2, minta ditulisin nama Alif di kertas gambarnya)
Selain obrolan tentang adik, banyak obrolan lain yang menunjukkan bahwa seiring bertambah usianya, si anak kecil juga makin berkembang kosakata dan pemahamannya :´).
Ibu: Baby alipo..sini
Alif: Aku bukan baby
Ibu: kamu mau punya adik bayi ngga, kayak Kaela (temen Alif yang seumuran) udah punya adik, de Kinan.
Alif: Kamu udah punya baby kan, Ibu.
Ibu: mana babynya?
Alif: Aku kan dulu babynya?
Ibu: Iya..tapi maksud ibu baby baru..bukan kamu..
Alif: siapa namanya?
Ibu: Ya belum ada namanya...kan belum ada babynya..
Di lain kesempatan kata ayahnya,
Ayah: Alif mau punya adik?
Alif: ngga, aku ga mau punya adik. Tapi aku mau tulisin namanya di popok sama di bajunya (alif lagi suka tulis2, minta ditulisin nama Alif di kertas gambarnya)
Selain obrolan tentang adik, banyak obrolan lain yang menunjukkan bahwa seiring bertambah usianya, si anak kecil juga makin berkembang kosakata dan pemahamannya :´).
Monday, May 30, 2016
Alif´s art class
Beberapa postingan yang lalu, saya pernah tulis tentang kegiatan balita yang agak-agak terstruktur, misalnya meronce sedotan, atau main apalah yang harus disiapin dulu sama ortunya. Tapi berhubung saya ibu yang pemalas sibuk, jadi ya kegiatannya juga ga ribet-ribet seperti layaknya mamah-mamah crafty..hihi..Seringnya saya lebih milih mengajak Alif (3,5 tahun) jalan-jalan keluar naik sepeda, menuju ke playground, terus dibiarin manjat, maen perosotan, main pasir atau metikin bunga rumput, karena ibunya ga perlu repot-repot nyiapin ini itu :p
Nah sejak beberapa minggu lalu, saya kembali ikut-ikutan ngajakin bocah buat banyak melakukan kegiatan yang agak-agak berbau seni, semacam mewarnai pake cat air, main finger print, atau gunting tempel. Lumayan buat alternatif kegiatan biar Alif ga minta nonton. Selain itu, si Alif ini anaknya sangat tidak sabaran..sering karena tidak sabar, dia grasak-grusuk sampai air/susu sering tumpah, sering jatuh lalu kesakitan, atau sering marah-marah -_-. Jadii...demi melatih kesabaran, ketelitian, dan memupuk kreatifitasnya, saya mulai menggiatkan lagi kegiatan seni-seniannya.
Berhubung mamak malas, kebanyakan peralatan saya beli jadi aja..haha..ga ada cerita bikin play dough sendiri, bikin finger print sendiri, atau ngprint printable activity dari internet :p. Kebetulan di Amazon saya menemukan craft book seri Mini Künstler (little artist) buat anak mulai 3 tahun, yowis lah..itu aja. Harganya pun cukup murah..Daripada saya jajan-jajan, ngopi-ngopi atau belanja ga jelas, mending beliin itu deh. Mungkin kalo nanti punya print warna sendiri bolehlah ngeprint-ngeprint juga. Waktu art class nya juga tidak terjadwal, seingatnya emak aja :p. Seringnya kamis/jumat sore dan akhir pekan, terutama kalo ayah/ibu lagi segan jalan ke playground. Atau kalo yang tidak ribet semacam mewarnai atau menggambar, biasanya saya tawarkan setiap sore/malam. Karya yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan itu biasanya kami tempel di pintu lemari.
Biar ga bosan, kadang-kadang saya cuma kasih gunting dan kertas, atau kuas, cat dan toilet paper roll, atau barang apapun yang bisa dicat atau diwarnai. Biarin aja terserah dia mau diapain. So far anaknya juga senang banget kalo diajakin main seni-senian ini. Kalo pas ditawarin gamau, ya udah..biarin aja. Emak berharap anaknya bisa belajar lebih sabar, lebih teliti, dan belajar menyelesaikan sesuatu sampai tuntas dengan kegiatan-kegiatan ini.
Nah sejak beberapa minggu lalu, saya kembali ikut-ikutan ngajakin bocah buat banyak melakukan kegiatan yang agak-agak berbau seni, semacam mewarnai pake cat air, main finger print, atau gunting tempel. Lumayan buat alternatif kegiatan biar Alif ga minta nonton. Selain itu, si Alif ini anaknya sangat tidak sabaran..sering karena tidak sabar, dia grasak-grusuk sampai air/susu sering tumpah, sering jatuh lalu kesakitan, atau sering marah-marah -_-. Jadii...demi melatih kesabaran, ketelitian, dan memupuk kreatifitasnya, saya mulai menggiatkan lagi kegiatan seni-seniannya.
| Karpet hasil nemu di gudang, ga khawatir kena cat atau kotoran :D |
Berhubung mamak malas, kebanyakan peralatan saya beli jadi aja..haha..ga ada cerita bikin play dough sendiri, bikin finger print sendiri, atau ngprint printable activity dari internet :p. Kebetulan di Amazon saya menemukan craft book seri Mini Künstler (little artist) buat anak mulai 3 tahun, yowis lah..itu aja. Harganya pun cukup murah..Daripada saya jajan-jajan, ngopi-ngopi atau belanja ga jelas, mending beliin itu deh. Mungkin kalo nanti punya print warna sendiri bolehlah ngeprint-ngeprint juga. Waktu art class nya juga tidak terjadwal, seingatnya emak aja :p. Seringnya kamis/jumat sore dan akhir pekan, terutama kalo ayah/ibu lagi segan jalan ke playground. Atau kalo yang tidak ribet semacam mewarnai atau menggambar, biasanya saya tawarkan setiap sore/malam. Karya yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan itu biasanya kami tempel di pintu lemari.
| Craft book Mini Künstler praktis sekali, alif tinggal gunting, kasih lem, tempel, lalu warnai |
Wednesday, March 30, 2016
Debat sama balita*
Lagi-lagi mau cerita tentang perkembangan bahasa si Alif (3 tahun 4 bulan).
Berangkat sekolah
Saat itu saya masih siap-siap. Pake pelembab muka, pake jilbab, ambil jaket, dll. Sementara Alif udah siap pake sepatu dan jaket lengkap (dibantu ayahnya).
Alif: "Ibu, cepet dong. Alif udah siap, kamu belum. Ayo cepet..kalo kamu lama nanti Alif tinggal."
Saya: ....................
Pipis di klo kecil aja
Kalo ini baru kejadian hari ini. Saya dan si kucrit bener-bener debat adu argumentasi -_-. Dimulai dengan ketika dia pengen pipis. Dia lari menuju töpchen-nya, toilet duduk kecil yg ditaro di lantai. Biasa dipakai kalo saya atau ayahnya sedang tanggung ngerjain yang lain sementara bocah udah kebelet. Tapi karena saya lagi ga sibuk, saya meminta dia untuk pipis di kloset besar dengan bantuan saya.
Ibu: "Alif pipisnya di klo besar aja." (Klo besar=kloset biasa dengan tambahan dudukan. Alif masih perlu dibantu untuk ngambil dan naro dudukan di atas kloset serta untuk naik duduk di atasnya)
Alif: "Ngga..Alif mau di klo kecil aja.."
Ibu: "Alif pipis di klo besar aja..kan ibu lagi ga sibuk..jadi bisa bantu Alif naik ke klo"
Alif: "Alif mau di klo kecil." (sambil duduk di klo kecilnya dan mulai pipis di situ)
Alif: "Ibu..Alif udah selesei pipisnya." (yang artinya minta tisu).
Ibu: "Ya udah terserah..kamu ga dengerin ibu disuruh pipis di klo besar..ibu ga mau buang pipisnya." (kalo pipis di klo kecil, saya harus buang pipisnya dan bilas tempat pipis pake air)
Alif : "Ibu..Alif udah selesei.."
Ibu: "terserah Alif aja." (tetep ga nyamperin dia untuk ngasih tisu basah dan buang pipis seperti biasa).
Alif : "Ibu..Alif marah...Alif kan udah bicara baik-baik.."
Ibu: "ya kamu kenapa ga mau pipis di klo besar? Klo kecil itu dipake kalo ibu sama ayah lagi sibuk. Kalo ayah dan ibu bisa bantuin Alif, kamu pipis langsung di klo besar."
Alif : "Alif ga suka klo besar..Alif marah..Alif udah bicara baik-baik kok."
Ibu : "Alif juga ga dengerin Ibu. Kan ibu udah bilang..anak besar tuh pipisnya di Klo besar..Anak besar kan pipisnya di Klo besar."
Alif: "Tapi Alif ga mau..Alif udah bicara baik-baik loh..Alif marrah."
Ibu : .....................
Alif: "Alif udah bicara baik-baik..Alif marah"
Ibu : "Ya udah sini Alifnya...". *mau meluk biar ga marah"
Alif : "Alif ga mau..Alif marah..Alif udah bicara baik-baik..Alif mau tidur aja."
----
Moral of the story
Saya senang ternyata dia mendengarkan nasehat saya..untuk tetap bicara baik-baik walopun lagi marah..untuk tidak agresif walopun lagi marah. Tapinya...saya masih sering terkaget-kaget melihat perkembangan dia..Masih bocah dan urusan pipis aja udah bikin pusing kepala argumentasinya T_T
*catatan biar ga lupa tahapan perkembangan si Alif
*catatan biar ga lupa tahapan perkembangan si Alif
Tuesday, January 12, 2016
Agar anak mau makan sayur
Sejak setahun belakangan, si Alif (3 tahun), agak sulit kalo disuruh makan sayur. Seringnya dia makan sendiri nasi dan lauknya, tapi menyisakan sayur. Jadilah kami harus menyuapi dia sayurnya. Tapi sejak tengah tahun 2015 lalu, saya menemukan dua cara yang (lumayan) ampuh membuat dia mau makan sayur sendiri.
Dengan memberikan reward
Misalnya, hari minggu nanti sudah dipastikan kami akan mengunjungi teman di Münster. Maka saya akan bilang ke si Alif: "Kalo mau ikut ke Münster (rumah tante Nurma) naik kereta, Alif harus makan sayur. Karena kalo ga makan sayur, nanti kamu gampang sakit. Kalo sakit, Alif ga bisa ikut ke Münster." Hihi..lumayan ampuh ini..nanti dia pasti langsung buru-buru masukkin sayur-sayurnya ke mulut :D
Atau bisa juga dengan bilang gini: "Sebentar lagi winter..turun salju..Kalo Alif mau main salju, harus makan sayur (dan buah) yang banyak. Karena kalo mau main salju, badannya harus sehat. Kalo ga makan sayur, gampang sakit, ga bisa main salju." --> masih logis kan? :D
Dengan memberi sayur di awal waktu makan, tanpa nasi ataupun lauk
Saya akan bilang ke Alif: "Kalo mau makan ikan/telor/daging dan nasi, habiskan dulu sayurnya ya." Cukup ampuh juga..tapi seringnya saya dan suami kelupaan langsung ngasih naro semuanya barengan di mangkok. Kalo kelupaan, maka saya gunakan jurus pertama.
Dengan memberi contoh
Ini juga udah rumus standar ya..kalo anaknya mau makan sehat, ya ortunya harus kasih contoh. *walopun kadang-kadang saya makan mie instant tanpa sayur juga*.
Untungnya, sejak masuk Kindergarten awal Desember kemarin, kesadaran si Alif untuk makan sayur juga semakin meningkat. Mungkin karena melihat teman-temannya yang lebih besar dari dia sudah mandiri makan sayur sendiri setiap waktu makan siang. Semoga makin lama makin mandiri dan ga perlu diceramahin dulu sebelum waktu makan deh ya..
Dengan memberikan reward
Misalnya, hari minggu nanti sudah dipastikan kami akan mengunjungi teman di Münster. Maka saya akan bilang ke si Alif: "Kalo mau ikut ke Münster (rumah tante Nurma) naik kereta, Alif harus makan sayur. Karena kalo ga makan sayur, nanti kamu gampang sakit. Kalo sakit, Alif ga bisa ikut ke Münster." Hihi..lumayan ampuh ini..nanti dia pasti langsung buru-buru masukkin sayur-sayurnya ke mulut :D
Atau bisa juga dengan bilang gini: "Sebentar lagi winter..turun salju..Kalo Alif mau main salju, harus makan sayur (dan buah) yang banyak. Karena kalo mau main salju, badannya harus sehat. Kalo ga makan sayur, gampang sakit, ga bisa main salju." --> masih logis kan? :D
Dengan memberi sayur di awal waktu makan, tanpa nasi ataupun lauk
Saya akan bilang ke Alif: "Kalo mau makan ikan/telor/daging dan nasi, habiskan dulu sayurnya ya." Cukup ampuh juga..tapi seringnya saya dan suami kelupaan langsung ngasih naro semuanya barengan di mangkok. Kalo kelupaan, maka saya gunakan jurus pertama.
Dengan memberi contoh
Ini juga udah rumus standar ya..kalo anaknya mau makan sehat, ya ortunya harus kasih contoh. *walopun kadang-kadang saya makan mie instant tanpa sayur juga*.
Untungnya, sejak masuk Kindergarten awal Desember kemarin, kesadaran si Alif untuk makan sayur juga semakin meningkat. Mungkin karena melihat teman-temannya yang lebih besar dari dia sudah mandiri makan sayur sendiri setiap waktu makan siang. Semoga makin lama makin mandiri dan ga perlu diceramahin dulu sebelum waktu makan deh ya..
Monday, November 23, 2015
Alif 3 tahun
![]() |
| Dekorasinya |
21.11.2012 - 21.11.2015
Dua hari lalu adalah hari ulang tahun Alif yang ke-tiga (Menurut tahun Masehi). Kami rayakan kecil-kecilan di rumah dengan mengundang teman-teman saya. Kami memasak Laksa Betawi sebagai menu utama, oreg tempe (random, tadinya buat siap2 siapa tau ada yg vegan), kerupuk, dan kue ultah berupa wajik ketan hijau! Meskipun menu tabrak-tabrak, teman-teman yang datang tetap senang dan bilang enak :D (soalnya sebagian besar bukan orang Indonesia..hehe).
![]() |
| Wajik Ketan Hijau |
![]() |
| Laksa dkk |
Dan hari ini (Senin 23.11.2015) adalah hari perayaan di sekolah Alif. Tapi ortu ga ikutan...cuma bocah2 dan gurunya, tiup lilin dan makan kue kering yang dibuatkan sama koki sekolahnya. Tadinya sih niat juga mau bikin bingkisan kecil buat teman-teman si Alif (semacem goodie bag isi tiga jenis coklat/cemilan manis beli di toko) tapi tangan rasanya udah gempor.. Abis masak 3 hari non-stop -_-. Oh..how I miss catering or warung makan T_T
Bocahnya dalam kedua perayaan ultah tersebut tampak senang..tiup lilin, buka kado, maenin maenan baru, dll. Meskipun kecaperannya di keramaian pun semakin nampak..bocah..oh bocah..untung beberapa teman saya memang suka maen sama bocah..Sementara saya dan ayahnya sibuk ngurus makanan atau ngobrol sama tamu, ada yang nemenin si Alif maen playdoh, Puzzle, dll :D
![]() |
| birthday playdoh playdate |
Usia tiga tahun ini juga cukup penting buat si Alif..karena mulai Desember, dia akan memasuki Kindergarten (saat ini masih di Kinderkrippe- utk anak dibawah 3 tahun). Harusnya sih..dia udah lolos toilet training sebelum itu #ups. Janji toilet training setelah ultah kedua pun belom konsisten dilakukan T_T. Tentu bukan salah bocahnya..salah ortunya yang males kotor2an -__-. Well ya..minggu ini semoga bisa total mulai dan konsisten!
Secara kemampuan berbahasa, yang paling berkembang adalah bahasa Indonesia. Sudah bisa ngomong kalimat panjang dan nanya macem-macem. "ibu kenapa lari?", "ayah..santai-santai dulu aja".. dan lain-lain. Kemampuan bahasa Jermannya juga makin berkembang. Kosakata makin banyak..meskipun kata kerja yang digunakan masih dalam bentuk infinitif. Sering juga..dia berbicara bahasa Indonesia di rumah, dengan selipan kata-kata bahasa Jerman. Misalnya "ibu feuerwehr Alif dimana?"..dll. Biasanya saya ulangi kalimat dia dengan nyebutin bahasa Indonesianya. Pelafalan "r" si alif pun agak2 kejerman-jermanan misalnya "turrun", dgn bunyi r agak sengau.
Apakah semakin gede semakin mandiri? Hem..kayaknya di beberapa hal ngga juga. Misalnya..sekarang kalo tidur malah jadi harus selalu sama saya. Kalo ga, pasti pake acara nangis dulu. Kalo makan pake sayur, dia sering minta disuapin karena dia sebenernya gamau makan sayur *hupft. Di sisi lain, mulai berani mengungkapkan apa yang dia mau, misalnya dia bilang ke temannya "Hey..Kaela stop..jangan ambil mainan Alif". Walopun sering juga kemudian dia jejeritan dan marah-marah atau nangis kesel kalo diisengin si Kaela :D
Si Alif pun makin ngeh kalo dikasih tau. Biasanya sebelum tidur, saya ajak ngobrol dulu. Tanya-tanya detail apa yang terjadi hari itu..dan membiarkan dia cerita apa aja..misalnya tentang "Junis yang suka makan pipi Alif" (kayaknya si junis ini pernah gigit pipi alif di sekolah karena gemes -_-), dll. Pillow talk ini lumayan banget buat nyari tau tentang perasaan dan keseharian si Alif. Dia jadi bisa cerita lebih banyak daripada kalo saya tanya begitu pulang dari sekolah.
Well sehat-sehat terus ya nak..semoga makin bertambah kesabaran dan semangat eksplorasimu..semoga tumbuh jadi anak soleh yang sayang orang tua dan orang lain, serta berguna untuk umat manusia dan dunia ini. Doa ibu dan ayah yang terbaik selalu untukmu :) Amiin.
Monday, November 16, 2015
ketinggalan
Jam 2 pagi tadi, si alif (hampir 3 tahun) terbangun dan menemukan dirinya sendirian di kamar. Terdengar teriakan dan rengekan.
Alif : merengek-rengek, lalu bilang: "hee..ibu panggil!" (maksud: alif manggil ibu)
Lalu turun dan lari ke ruang tengah sambil bilang: "Alifnya ketinggalan di kamar"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Alif : merengek-rengek, lalu bilang: "hee..ibu panggil!" (maksud: alif manggil ibu)
Lalu turun dan lari ke ruang tengah sambil bilang: "Alifnya ketinggalan di kamar"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saturday, April 11, 2015
Sunday, February 22, 2015
Baby book meeting
Sudah dua kali, setiap hari Sabtu jam 11.05-11.50, saya mengajak Alif ikutan Babybüchertreff (baby book meeting) di perpustakaan kota Osnabrück. Tujuan kegiatannya yaitu pengenalan buku dan membaca untuk para bayi, antara umur 1,5 sampai 3 tahun. Bocah-bocah ini TIDAK diajari membaca, tapi dikenalkan pada buku dan aktifitas membaca bersama.
Kegiatan ini bertempat di salah satu pojokan perpustakaan kota, bagian buku anak-anak dan pemuda. Meeting ini dipandu oleh satu orang staf perpustakaan yang sudah menyiapkan boneka besar, kotak harta karun berisi buku-buku untuk balita, dan alat musik kerincingan. Setiap balita harus ditemani salah satu ortunya (bisa juga neneknya atau siapapun..hehe). Ortunya duduk di kursi besar, dan balitanya di kursi kecil di depan para emak atau bapaknya.
Kegiatan ini dibuka dengan menyanyi lagu pembuka bersama-sama, termasuk para ortu juga ikut nyanyi. Berhubung saya belom apal, ya cuma ngikut gerakan dan lalalala aja :p. Setelah itu, bocah-bocah harus mencari boneka besar yang sudah disembunyikan di rak buku. Di dalam kantong boneka itu, terdapat satu buku utama yang akan dibaca bersama-sama. Anak-anak sangat antusias ketika mencari si boneka besar ini. Selanjutnya sang pemandu akan membacakan buku dengan melibatkan anak-anak yang hadir. Terkadang anak-anak diajak untuk menarik bagian buku yang bisa ditarik, atau sekedar membalik halaman buku.
Aktifitas selanjutnya, anak-anak harus menemukan kotak harta karun yang didalamnya terdapat banyak buku lucu-lucu dan menarik. Setelah itu, salah satu anak akan mendapat kehormatan untuk membuka kunci kotaknya. Setelah kotak dibuka, anak-anak diberi waktu untuk memilih sendiri buku yang ingin dibaca bersama dengan orang tua masing-masing. Buku-buku di dalam kotak ini memang buku-buku yang tak hanya bisa dibaca, tapi bisa disentuh, ditarik-tarik, dll, yang memang merangsang balita untuk terlibat secara aktif. Biasanya saya dan Alif berhasil membaca kira-kira 3-4 buku, sebelum akhirnya kotak kembali ditutup.
Setelah kotak ditutup, pemandu akan membagikan kerencengan untuk semua anak dan orang tua, untuk bernyanyi bersama menutup acara.
Saya perhatikan, anak-anak senang dan antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan ada satu anak yang selalu nangis sedih ketika kotak harta karun harus ditutup. Saya sendiri suka karena Alif bisa dapet kesempatan untuk membaca buku-buku di dalam kotak harta karun itu. Buku-buku itu memang milik perpustakaan, tapi tidak bisa dipinjam (mungkin karena memang disediakan khusus untuk kegiatan ini). Sementara kalo beli, mahal cyiin buku-bukunya. Buku-buku lain yang biasa saya pinjam untuk Alif tidak seinteraktif yang ada di kotak.
Kegiatan ini juga bagus untuk membiasakan batita berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain selain keluarga dekat di rumah. Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta sama sekali tidak dipungut bayaran..gratis..tis..pas banget buat mahasiswa kantong tipis kayak saya ;D
*belum berhasil moto apapun, soalnya ga enak mau moto orang-orang dari jarak dekat*
Kegiatan ini bertempat di salah satu pojokan perpustakaan kota, bagian buku anak-anak dan pemuda. Meeting ini dipandu oleh satu orang staf perpustakaan yang sudah menyiapkan boneka besar, kotak harta karun berisi buku-buku untuk balita, dan alat musik kerincingan. Setiap balita harus ditemani salah satu ortunya (bisa juga neneknya atau siapapun..hehe). Ortunya duduk di kursi besar, dan balitanya di kursi kecil di depan para emak atau bapaknya.
Kegiatan ini dibuka dengan menyanyi lagu pembuka bersama-sama, termasuk para ortu juga ikut nyanyi. Berhubung saya belom apal, ya cuma ngikut gerakan dan lalalala aja :p. Setelah itu, bocah-bocah harus mencari boneka besar yang sudah disembunyikan di rak buku. Di dalam kantong boneka itu, terdapat satu buku utama yang akan dibaca bersama-sama. Anak-anak sangat antusias ketika mencari si boneka besar ini. Selanjutnya sang pemandu akan membacakan buku dengan melibatkan anak-anak yang hadir. Terkadang anak-anak diajak untuk menarik bagian buku yang bisa ditarik, atau sekedar membalik halaman buku.
Aktifitas selanjutnya, anak-anak harus menemukan kotak harta karun yang didalamnya terdapat banyak buku lucu-lucu dan menarik. Setelah itu, salah satu anak akan mendapat kehormatan untuk membuka kunci kotaknya. Setelah kotak dibuka, anak-anak diberi waktu untuk memilih sendiri buku yang ingin dibaca bersama dengan orang tua masing-masing. Buku-buku di dalam kotak ini memang buku-buku yang tak hanya bisa dibaca, tapi bisa disentuh, ditarik-tarik, dll, yang memang merangsang balita untuk terlibat secara aktif. Biasanya saya dan Alif berhasil membaca kira-kira 3-4 buku, sebelum akhirnya kotak kembali ditutup.
Setelah kotak ditutup, pemandu akan membagikan kerencengan untuk semua anak dan orang tua, untuk bernyanyi bersama menutup acara.
Saya perhatikan, anak-anak senang dan antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan ada satu anak yang selalu nangis sedih ketika kotak harta karun harus ditutup. Saya sendiri suka karena Alif bisa dapet kesempatan untuk membaca buku-buku di dalam kotak harta karun itu. Buku-buku itu memang milik perpustakaan, tapi tidak bisa dipinjam (mungkin karena memang disediakan khusus untuk kegiatan ini). Sementara kalo beli, mahal cyiin buku-bukunya. Buku-buku lain yang biasa saya pinjam untuk Alif tidak seinteraktif yang ada di kotak.
Kegiatan ini juga bagus untuk membiasakan batita berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain selain keluarga dekat di rumah. Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta sama sekali tidak dipungut bayaran..gratis..tis..pas banget buat mahasiswa kantong tipis kayak saya ;D
*belum berhasil moto apapun, soalnya ga enak mau moto orang-orang dari jarak dekat*
Thursday, February 19, 2015
Mewarnai, menggunting dan menempel
Kembali postingan bertema #emak :D
Dua hari ini Alif lagi belajar menggunting. Kalo mewarnai dia udah sering nyoba..tapi biasanya cepet bosen. Kali ini, niat awal saya sebenernya biar alif belajar menggunting. Tapi buat anak 27 bulan, masih syulit banget ngatur tangan di posisi menggunting. Untuk balita, guntingnya pake yang hanya bisa dipake buat menggunting kertas sama karton.
Jadi akhirnya saya menggambar beberapa bentuk, alif warnain, saya menggunting, kemudian alif ngelem dan nempelin di pintu lemari.
Anaknya lumayan antusias..dan bisa fokus ngerjain ini selama beberapa saat. Alif mulai fokus mewarnai di satu tempat, yaitu di dalam bentuk yang saya gambar. Biasanya kan dia semacem corat-coret random dengan pensil warna :D
Seru juga ternyata main-main begini sama anak yak..hihi..meskipun ga secanggih emak-emak DIY atau crafting, buat saya semacem refreshing dari buku-buku politik yang numpuk!-_-
Dua hari ini Alif lagi belajar menggunting. Kalo mewarnai dia udah sering nyoba..tapi biasanya cepet bosen. Kali ini, niat awal saya sebenernya biar alif belajar menggunting. Tapi buat anak 27 bulan, masih syulit banget ngatur tangan di posisi menggunting. Untuk balita, guntingnya pake yang hanya bisa dipake buat menggunting kertas sama karton.
![]() |
| Alat bermain |
![]() |
| seneng banget disuruh nempel :D |
Seru juga ternyata main-main begini sama anak yak..hihi..meskipun ga secanggih emak-emak DIY atau crafting, buat saya semacem refreshing dari buku-buku politik yang numpuk!-_-
Tuesday, February 17, 2015
Meronce sedotan untuk balita
Waktunya postingan #emak.
Ini adalah percobaan kedua alif, 27 bulan, meronce sedotan (masukkin sedotan ke dalam benang). Kegiatan murah meriah lain untuk melatih motorik halus balita. Percobaan pertama minggu lalu, saya cuma nyiapin alat dan bahannya, lalu alif dan ayahnya yang main. Hari ini saya temenin alif main sampe beres.
Kemudian si bocah pun mulai memasukkan sedotan satu-satu ke dalam benang. Beberapa kali sempat terhenti karena dia lebih tertarik hal lain. Tapi emak keukeuh ngasih supportnya ;D
Untuk urutan warna, masih sesukanya Alif, karena dia belum bisa beneran bedain warna. Masih sering ketuker-tuker. Sampai akhirnya...jadilah si kalung (atau gelang sedotan ini).
Sebenernya kegiatan ini ga asing buat kita (saya). Waktu TK atau SD pasti pernah buat beginian..lain kali kita bikin yang lebih menantang (bocah) yuks!
Ini adalah percobaan kedua alif, 27 bulan, meronce sedotan (masukkin sedotan ke dalam benang). Kegiatan murah meriah lain untuk melatih motorik halus balita. Percobaan pertama minggu lalu, saya cuma nyiapin alat dan bahannya, lalu alif dan ayahnya yang main. Hari ini saya temenin alif main sampe beres.
Alat dan bahan: sedotan warna-warni di gunting pendek-pendek, benang (saya pake benang yang ada di rumah, benang wol). Hari ini saya sekalian ajak alif mencoba menggunting sedotan sendiri. Tapi ya tangannya belum bisa menggerakkan gunting dengan benar, masih perlu dibantu.
Caranya: pertama, buat simpul di salah satu ujung. Di ujung lainnya, bisa menggunakan lidi atau tusuk gigi, biar mudah dimasukkan ke dalam sedotan. Karena ga nemu lidi, ayahnya alif hanya membungkus ujung satunya dengan selotip, agar keras dan bisa dimasukkan ke dalam sedotan (soalnya pake tusuk gigi terlalu tajam dan sulit nempel di benang wol).
Kemudian si bocah pun mulai memasukkan sedotan satu-satu ke dalam benang. Beberapa kali sempat terhenti karena dia lebih tertarik hal lain. Tapi emak keukeuh ngasih supportnya ;D
Untuk urutan warna, masih sesukanya Alif, karena dia belum bisa beneran bedain warna. Masih sering ketuker-tuker. Sampai akhirnya...jadilah si kalung (atau gelang sedotan ini).
Sebenernya kegiatan ini ga asing buat kita (saya). Waktu TK atau SD pasti pernah buat beginian..lain kali kita bikin yang lebih menantang (bocah) yuks!
Friday, November 21, 2014
Selamat ulang tahun Alif :*
Hey Alif,
Hari ini tepat dua tahun usiamu. Senang sekali bisa melihatmu tumbuh sehat dan ceria, aktif, dan cerewet :D Saat ini, kamu lagi suka main playdoh, puzzle kayu, masak-masak, mobil-mobilan, dll. Terutama masak-masak..haha..biasanya kamu main pake penggorengan kecil dan sutil kayu beneran. Yang suka diakhiri dengan omelan ibu atau ayah, karena kamu masak pake susu atau air beneran, yang kemudian tumpah di karpet (ibu tahu, harusnya kami tidak mengomel -_-).
Bicaramu mulai lancar..mulai berani banget nyapa orang semacem "halo!" atau "dadah..tschuss". Ayahmu cerita, dengan cueknya kamu menyapa dua orang tante tetangga, sampe mereka kaget ujug-ujug disapa bocah.. Banyak banget keseharianmu yang bikin ibu tersenyum atau tertawa :)) Meskipun banyak juga yang bikin pusing tentunya :D
Setelah ganti popok, kamu mulai terbiasa membuang sendiri popok bekas ke tempat sampah (walopun sekali -kali mogok juga). Lepehan makananmu seringnya kamu menolak bersihin..kamu ga suka karena lepehannya benyek kalo dipegang.. Kamu mulai sering makan sendiri (walopun ujung2nya berantakan..haha). Kamu sangat benci mandi. Kalo mandi pasti sambil nangis-nangis heboh. Kalo poop (di popok), biasanya kamu jongkok di pojokan deket meja, haha..mungkin itu semacem "WC" mu (ibu dan ayah berencana mulai toilet training hari ini).
Buku favoritmu saat ini yaitu "Geschichten aus dem Mäusewald" dan "Kleinemaus". Buku "Mengenal serangga dari dekat", dan yang lain-lain, mungkin kamu mulai bosan (buku-buku itu sudah bersamamu sejak kamu masih umur 3 bulan!). Ibu harus sering-sering mengajakmu ke perpustakaan kota, biar kamu bisa baca banyak cerita baru.
Teman tidur favoritmu selain ayah dan ibu adalah si Kodok, boneka kodok hijau pemberian teman Ibu. Tiap malem, si Kodok ikut naik ke tempat tidur kita :D Sebelum tidur, setelah baca cerita dan doa, ayah dan ibu harus menepuk-nepuk pantatmu. Jika minta ditepuk-tepuk, kamu akan bilang "Tatut..bobo sama ayah...tatut bobo sama ibu!". Itu adalah caramu meminta ditepuk-tepuk :)))
Tadi malem, ayah dan Ibu dapet info, kemungkinan ada beberapa KiTa yang available untuk anak dua tahun. Perasaan ibu langsung galau, ga tega kamu harus seharian dengan orang lain di sekolah :') Padahal tempat kosong inilah yang ayah dan ibu cari selama ini. Pastinya perasaan inilah yang menyergap Ibu-ibu pas anaknya akan masuk sekolah. Rasa-rasanya, belum cukup waktu Ibu denganmu.
Maafkan Ibu dan ayah ya Nak, masih sering ngomelin tingkahmu..Kami masih perlu berlatih sabar... Maafkan juga kalo ayah dan ibu masih sering maen gadget di depanmu..ini memang godaan orang tua jaman ini, Nak -_-
Satu hal yang kamu perlu tahu, Ibu sayang banget sama Alif.. Terima kasih telah memberi kebahagiaan dalam hidup ayah dan ibu. Doa ibu untukmu, semoga kamu selalu sehat, menjadi orang yang bahagia, dan bisa bermanfaat untuk sekitarmu. Selamat ulang tahun Alif :)
Monday, November 10, 2014
"Bu, ngapain?"
Pagi tadi pas saya lagi baca tugas kuliah, di Alip nyamperin dan nanya:
"Bu, ngapain?"
Saya speechless pas denger anak bayi nanya bgtu :))) Ketika tersadar saya pun buru-buru jawab "Ibu lagi belajar." Ayahnya pun senyam-senyum denger percakapan kami :))
Di range umur 20-24 bulan ini, si bocah betul2 lagi mengalami language explotion. Menurut beberapa penelitian, ini memang fase normal yang terjadi pada bocah. Penelitian yang sama juga mengatakan, bahwa diumur segini udah mulai bisa dikenalin bahasa lain selain bahasa ibu.
Meskipun begitu, saya tetep ngomong pake bahasa Indonesia ke dia. Pun ayahnya. Untuk bahasa jerman dan bahasa inggris tahap awal, saya kenalkan lewat buku bacaan dan lagu-lagu. Sambil sesekali nyelipin juga lagu bahasa Sunda pastinyah :D Saya ga begitu ngotot ngajarin Jerman dan Inggris di rumah, soalnya nanti di sekolah juga pasti terasah. Cita-cita saya sih, dimanapun dia akan tinggal nanti, ga boleh lupa sama akarnya.
Thursday, October 9, 2014
Si Alif bermain (1)
Sudah tiga hari ini saya mulai mengajak si #AlifDipantara (23 bulan) untuk melakukan aktifitas yang berbeda. Bukannya sebelum-sebelumnya kegiatan Alif ga bermanfaat, hanya saja sekarang ditambah dengan kegiatan-kegiatan baru yang idenya banyak berseliweran di sosial media. Lumayan..dapet beberapa ide kegiatan murmer buat si Alif :D.
Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah bermain benda mengambang. Tadinya sih mengambang dan tenggelam, tapi saya kelupaan nyari batu sebelum maen :p Jadilah yang dimainin cuma benda-benda mengambang seperti balok-balok kayu dan bola plastik. Biar flat kami ga becek ketumpahan air, kami bermain di balkon. Meskipun saat itu cuaca dingin, si Alif tetep semangat ngubek-ngubek baskom.
Kegiatan hari selanjutnya adalah menempel stiker dilokasi yang tepat. Stikernya adalah stiker bulat-bulat warna merah yang saya beli di toko buku. Pada gambar pertama, Alif harus nempel "apel" di pohon. Pada gambar kedua, Alif harus nempel "roda" di kereta. Pada gambar ketiga, Alif harus nempel "tomat" di pohonnya. Saya tinggal menggambar pohon apel, kereta, dan pohon tomat di kertas dengan pensil warna. Lalu Alif menempel stiker-stiker itu. Meskipun nempelnya ga semua di tempat yang tepat, tapi bocahnya tampak antusias menempel dan terlihat gembira.
Kegiatan hari ketiga adalah bermain warna. Tapi yaa..persiapan tidak matang sodara-sodara. Saya cuma punya dua warna, yaitu hijau (aroma dan pewarna Pandan cap Kupu-kupu) dan warna kuning (bubuk kunyit). Anaknya kayaknya cuma setengah antusias..hehe..lain kali kita coba lagi ya boy!
Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah bermain benda mengambang. Tadinya sih mengambang dan tenggelam, tapi saya kelupaan nyari batu sebelum maen :p Jadilah yang dimainin cuma benda-benda mengambang seperti balok-balok kayu dan bola plastik. Biar flat kami ga becek ketumpahan air, kami bermain di balkon. Meskipun saat itu cuaca dingin, si Alif tetep semangat ngubek-ngubek baskom.
![]() |
| balok kayu dan bola plastik mengambang di air |
![]() |
| Nempel apel ke pohon |
![]() |
| ngobok-ngobok warna :D |
Saturday, August 30, 2014
Tentang Alif
Sudah hampir sebulan lebih ini (pas dia hampir 20 bulan), si Alif brenti mmeh alias disapih. Untungnya ga pake drama ini itu. Lancar jaya. Sempet ga tega sih, soalnya biasanya nemplok banget kalo mimik. Kenapa akhirnya disapih lebih cepat? Piuhh..banyak pertimbangannya. Pertama, karena ingin dia lebih mandiri, bisa tidur ga sama saya, dan biar nafsu makannya bertambah. Tiga bulan pertama kami di Jerman, berat badan dia ga naik sama sekali. Tentu kami shock berat.
Yaa..rite..ibu-ibu ASI-ers pasti nyalah2in saya, dibilang cari-cari alasan :p Tapi ya faktanya memang begitu. Saya dan suami harus melakukan beberapa penyesuaian. Dari yang pas di Jakarta selalu dimanja dengan kehadiran mbak pengasuh ataupun keluarga yang selalu siap dititipin anak kapanpun, ke kehidupan serba sendiri (cuma saya dan ayahnya alif), ngasuh anak gantian, beresin rumah berdua aja, masak gantian, plus masih ada tugas kami yang lain, yaitu belajar bahasa Jerman untuk persiapan belajar di Uni Oktober nanti. Mulai Oktober, program master saya dimulai, selama dua tahun. Untuk ayahnya Alif, harus belajar bahasa jerman untuk persiapan cari kerja dan persiapan kuliah tahun depan.
Tujuan penyapihan lebih awal ini untuk menambah quality time saya bersama Alif, biar isinya ga cuma dia mimik, terus kami sama-sama ketiduran (karena Alif kalo mmeh susah dilepasin). Saya ingin lebih banyak beraktifitas sama Alif semacem maenan balok, puzzle, maen di playground, bacain buku, nyanyi-nyanyi. Ketika waktunya tidur, Alif tidur setelah dibacain buku (walopun ya agak lama sampe dia beneran tidur -_-), terus saya dan bapake bisa lanjut ngerjain PR atau belajar. Dan alhamdulillah Alifnya ga rewel..cuma dibilang "Alif kan sudah besar, anak besar ga mmeh." Biasanya akhirnya dia cuma megang2 luarnya doang :D Entah ada hubungannya apa ngga, sejak brenti mimik, makan dia membaik. Mungkin juga karena kami memutuskan untuk TIDAK memaksa dia makan. Kalo pas waktunya makan gamau, yaudah cobain lagi beberapa menit atau setengah jam kemudian. Lumayan sukses..sekarang seringnya dia yang bilang "ayah..mamam...bu mamam".
Anaknya sekarang udah makin cerewet..nyanyi2 burung kakak tua, cicak-cicak di dinding, naik becak, naik kereta api, bintang kecil, twinkle-twinkle, dan tentunya old mcdonalds had a farm sebagai lagu wajib! :p Meskipun pengucapan belum jelas betul, tapi orang bisa paham dia nyanyi apa. Naik turun nadanya pun udah bener..Kebiasaan lain dia adalah pidato panjang lebar..tapi saya ga ngerti dia ngomong apa. Bahasanya semacem campuran gitu kayaknya..biasanya dia sambil pegang kertas, dan ngoceh ga jelas panjang :D
Kehidupan sosialnya si Alif gimana? Meskipun masih jarang ketemu temen sebayanya, tapi kalo pas ketemu anak-anak lain di playground ya terlihat seneng dan antusias. Dia tetep belum bisa langsung ngajak main atau ngajak ngomong..tapi minimal udah berani buka kontak awal semacem: ngasih (lempar) pasir, kasih mainan, atau minjem (ngambil) mainan..haha..
Selasa kemarin kami mengunjungi Kindertagesstätte-disingkat KiTa (semacem playground dan TK disatuin) di deket calon rumah kami di Osnabrück. Kami bermaksud daftarin Alif..biar waiting listnya ga kelamaan. Ternyata bener banget..udah full sampe sommer semester 2015. Kita harus nunggu sampe Maret 2015, apakah untuk April ada tempat untuk si bocah atau ngga.
Terkait perkembangan emosi si bocah, sekarang lagi doyan banget nangis jerit-jerit..hampir tantrum -_-
Baiklah..sekian dulu update tentang si bocah..Tschuss!
Friday, May 30, 2014
Tuesday, March 25, 2014
Mengatasi Anak Susah Makan
Si @AlifDipantara (16 bulan), saat ini lagi masuk fase susah makan. Ga banget-banget susah sih, tapi dia agak pemilih. Kalo makanannya rasanya standar (agak-agak plain, semacem sayur2 bikinan pembantu), dia lepeh. Tapi kalo makanannya enak (dengan standar enak orang dewasa) semacem empal gentong, soto padang, soto ayam, dia makan bisa banyak banget! Nak, kamu tau aja mana yang enak..hiks..tapi mamakmu ini kan belum bisa masak begituan T_T
Sementara itu, dari pihak advisor pengasuhan anak (mamah dan kakak Saya) keukeuh bahwa si Alif itu kurang makan, underweight, sampe-sampe disangka TBC dan disuruh tes mantoux! Padahal dari dua dokter anak di rumah sakit yang berbeda, semua mengatakan berat badan dan milestone pertumbuhan Alif masih normal. Memang tidak gemuk, tapi tinggi dan lincah.
Sejak si mbak pergi dan tak kembali, selama dua minggu Alif dititipkan di tempat uwanya pas Saya kerja. Yah..wawlohualam lah gimana cara pengasuhan mbaknya di sana..agak pasrah karena tidak melihat alternatif solusi lain. Setelah itu, @AlifDipantara sempat ikut eninnya (mamah saya) di Kuningan selama 10 hari. Di sana, jam 6 pagi Alif dikasih bubur tajin, lanjut susu. Jam 8, sarapan biasa. Jam 10, minum susu plus cemilan. Jam 12, makan siang dll..dll. Intinya, si bocah ga pernah dibiarkan ga ngunyah. Hasilnya, pipi jadi gembil, dan berat badan nambah. Kalo si bocah ga mau makan, mamah gendong dia, makan sambil liat-liat di luar rumah. Bahkan pernah sampe 3 jam! Saya sempet protes bahwa itu nantinya akan membentuk kebiasaan makan yang salah. Tapi yang ada malah kena semprot -_-. Syulit..beda generasi, beda cara pengasuhan.
Sebenernya kalo anak menolak makan harus gimana sih? Menurut sumber bacaan, seharusnya anak dibiarkan merasa lapar, biar dia paham bahwa "kalo lapar, harus makan". Ketika kita menawari dia makan dan anak menolak, TIDAK boleh dipaksa. Lebih baik beri jeda waktu sampe dia merasa lapar, misalnya tunggu 30 menit, kemudian tawarkan lagi untuk makan. Selain itu, jangan tawari dia cemilan atau susu ketika anak menolak makan. Ini cukup berhasil saya terapkan ketika Saya pegang langsung si bocah. Makan sambil duduk ditempat pun sempat sukses diterapkan. Tapi pastinya semua buyar setelah si Alif berkelana kesana kemari.
Setelah move on ke Jerman nanti, Alif akan banyak tinggal di rumah bersama Ayahnya. Padahal ayahnya pun masih harus kerja (dari rumah). Sementara Saya harus ikut les bahasa di sprachschule seharian penuh. Meal time ini akan jadi isu penting. Pastinya di sana ga akan nemu yang jual empal gentong, bubur ayam atau soto padang T_T kalo si Alif mogok makan makanan rumah!
Sementara itu, dari pihak advisor pengasuhan anak (mamah dan kakak Saya) keukeuh bahwa si Alif itu kurang makan, underweight, sampe-sampe disangka TBC dan disuruh tes mantoux! Padahal dari dua dokter anak di rumah sakit yang berbeda, semua mengatakan berat badan dan milestone pertumbuhan Alif masih normal. Memang tidak gemuk, tapi tinggi dan lincah.
![]() |
| Gambar dari sini |
Sebenernya kalo anak menolak makan harus gimana sih? Menurut sumber bacaan, seharusnya anak dibiarkan merasa lapar, biar dia paham bahwa "kalo lapar, harus makan". Ketika kita menawari dia makan dan anak menolak, TIDAK boleh dipaksa. Lebih baik beri jeda waktu sampe dia merasa lapar, misalnya tunggu 30 menit, kemudian tawarkan lagi untuk makan. Selain itu, jangan tawari dia cemilan atau susu ketika anak menolak makan. Ini cukup berhasil saya terapkan ketika Saya pegang langsung si bocah. Makan sambil duduk ditempat pun sempat sukses diterapkan. Tapi pastinya semua buyar setelah si Alif berkelana kesana kemari.
Setelah move on ke Jerman nanti, Alif akan banyak tinggal di rumah bersama Ayahnya. Padahal ayahnya pun masih harus kerja (dari rumah). Sementara Saya harus ikut les bahasa di sprachschule seharian penuh. Meal time ini akan jadi isu penting. Pastinya di sana ga akan nemu yang jual empal gentong, bubur ayam atau soto padang T_T kalo si Alif mogok makan makanan rumah!
Subscribe to:
Posts (Atom)















