Seminggu terakhir ini lagi sering membahas bayi (walaupun belum tahu kapan Alif punya adik), gimana kalo Alif punya adik, dan lain-lain sama si bocah yang umurnya hampir 4 tahun. Percakapan-percakapannya seperti berikut ini,
Ibu: Baby alipo..sini
Alif: Aku bukan baby
Ibu: kamu mau punya adik bayi ngga, kayak Kaela (temen Alif yang seumuran) udah punya adik, de Kinan.
Alif: Kamu udah punya baby kan, Ibu.
Ibu: mana babynya?
Alif: Aku kan dulu babynya?
Ibu: Iya..tapi maksud ibu baby baru..bukan kamu..
Alif: siapa namanya?
Ibu: Ya belum ada namanya...kan belum ada babynya..
Di lain kesempatan kata ayahnya,
Ayah: Alif mau punya adik?
Alif: ngga, aku ga mau punya adik. Tapi aku mau tulisin namanya di popok sama di bajunya (alif lagi suka tulis2, minta ditulisin nama Alif di kertas gambarnya)
Selain obrolan tentang adik, banyak obrolan lain yang menunjukkan bahwa seiring bertambah usianya, si anak kecil juga makin berkembang kosakata dan pemahamannya :´).
Showing posts with label #dailylife. Show all posts
Showing posts with label #dailylife. Show all posts
Friday, November 18, 2016
Thursday, September 15, 2016
Olahraga 30 menit per hari
Seiring bertambahnya umur, kesadaran saya akan pentingnya menjaga kesehatan makin meningkat. Bukan sekedar makan buah tiap hari biar sehat, tapi mencakup olahraga, menambah asupan sayur (dulu saya suka mengganti sayur dengan buah saja) dan buah secara signifikan, tidur cukup, dan berusaha mengurangi stress.
Kenapa? Ya itu tadi..faktor U. Setelah memasuki usia 30-an, saya melihat bagaimana para orang tua, saudara, dan orang-orang yang saya kenal menua. Beberapa di antaranya menua dan sakit (parah ataupun tidak). Almarhum Ayah saya yang selama masa hidupnya selalu sehat pun, ditakdirkan meninggal mendadak pada usia 64 tahun karena serangan jantung. Ibu saya alhamdulillah masih sehat, tapi memiliki tumor tiroid yang cukup berbahaya. Dua minggu lalu sepupu saya, yang kira-kira seumuran dengan ibu, meninggal karena kanker tiroid. Beberapa saudara lain terbaring karena stroke ataupun diabetes. Padahal rentang umur mereka masih 50-60an, masih cukup muda.
Apalagi untuk ukuran orang-orang di negara maju seperti di Jerman. Orang-orang yang berumur 60an masih tampak seperti berumur 40an di mata saya. Sangat berbeda dengan di Indonesia. Harus diakui, kebiasaan makan dan hidup orang Indonesia masa kini sangat jauh dari sehat. Makan gorengan, bersantan, nasi berbakul-bakul (lebay), selesai makan minum es teh manis yang gulanya banyak, eh..selesai makan cuma duduk-duduk atau lebih parah lagi, tidur-tiduran sambil main HP. Ya kan? Ngaku deh.
Saya juga suka banget kayak gitu. Perut gendut saya adalah hasil perilaku hidup seperti itu. Gimana dong? Lagian semua pasti tahu, menolak makan gorengan itu seperti menolak surga (lebay lagi). Makan sambel pedes tentu tak lengkap tanpa nasi sepiring penuh. Plus kerupuk. Plus rendang. Atau sop iga. Terus gimana dong? Gimana ga gendut? Gimana mau sehat? Apa kabar kolesterol? Dan lain-lain. Dan lain-lain.
Usaha minimum saya yang pertama adalah: Sarapan Sehat. Bangun tidur, minum air putih minimal segelas. Lalu lanjutkan dengan buah-buahan, biasanya saya makan apa yang ada: apel, atau pisang, atau anggur, atau melon. Selain untuk diri sendiri, saya juga mewajibkan Alif dan ayahnya untuk minum air putih dan makan buah. Setelah air putih dan buah, bebas dilanjutkan dengan makanan lain, misalnya: sereal pake susu atau roti (whole wheat) keju (bukannya sok gaya, tapi yang ada dan praktis memang itu). Untuk menutup sarapan, saya biasa minum teh hijau (tawar) 1-2 gelas, lalu jika harus ke perpustakaan, maka saya tutup dengan segelas kopi pahit.
Untuk makan siang, masih suka-suka. Kalo ada nasi dan lauk sisa malam sebelumnya, maka bekal makan siang saya isinya: nasi dan rendang/ayam/telor dan potongan ketimun atau tomat. Jika tidak ada nasi, maka bekal saya hanya roti dan keju plus telur rebus ditambah sayuran mentah (tomat/ketimun/selada). Saya usahakan porsi sayurnya besar..lebih besar dari porsi sayur saya jaman jadul.
Untuk makan malam, ini masih berat, karena makanan terenak biasanya dikeluarkan pada makan malam :(. Udah pasti makan nasi dengan lauk rendang/ayam/soto/dll dengan sambal, kadang dengan kerupuk. Antisipasinya gimana dong? Makan sayurnya duluan, dan perbesar porsi sayur. Setelah sayur habis, baru deh nikmati sisanya. Nasi secukupnya saja. Kalo setelah makan malem masih pengen ngemil, ambil buah atau joghurt. Daan..usahakan makan malam selambat-lambatnya jam 6.30 malam. Beberapa kali kami masih makan malam jam 7 sih, tapi diusahakan paling lambat jam 6.30.
Kalo laper tengah malam? Ambil joghurt, buah, atau minum susu. Walopun beberapa kali saya suka masak indomie tengah malem.. Harusnya memang ga usah beli2 deh jajanan ga sehat itu..biar ga mupeng kalo lagi laper.
Terkait olahraga, ini penting banget juga kalo mau bugar. Karena makan sehat saja tidak cukup. hampir semua penyakit degeneratif bisa diperlambat (atau dilawan) dengan olah raga. Mau jantung lebih sehat, ayo olahraga rutin. Mau berusaha jauh dari kanker, juga harus olahraga rutin. Mau terhindar dari diabetes, juga harus olahraga rutin. Yang saya pelajari selama tinggal di Jerman, slogan-slogan agar orang berolahraga bukan sekedar basa-basi. Mereka betul-betul rutin berolahraga. Anak-anak sekolah dan mahasiswa biasanya ikutan ekskul olahraga di sekolah/kampus. Para dewasa muda biasanya jogging sore atau fitness. Tapi kesadaran individu soal berolahraga memang sangat tinggi.
Ini yang beberapa waktu belakangan sedang saya lakukan. Olahraga minimal 30 menit perhari, jumlah paling minimal sesuai anjuran dokter, bila ingin hidup lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya. Saya melakukan Zumba dari youtube selama 30-40 menit, diusahakan setiap hari. Tapi jika saya hari itu bekerja, maka tidak perlu lagi ber-Zumba (kerjanya udah kayak angkat beban -_-). Pengennya sih jogging 30 menit per hari, tapi entah kenapa saya malas buat keluar rumah dan jogging. Lebih praktis kalo tinggal ngidupin youtube. Tidak ada target unrealistis (misal: mau kurus, perut rata, dll) untuk olahraga saya. Hanya harapan untuk tetap sehat dan bisa mendampingi keluarga selama mungkin.
Saya paham bahwa umur manusia hanya Tuhan yang tahu. Tapi tentu tidak ada salahnya berusaha, bahkan wajib berikhtiar untuk mengusahakan hidup yang lebih sehat. Lagipula sakit di Indonesia itu mahal..lebih baik saya bersusah-payah membangun kebiasaan sehat daripada menghabiskan uang banyak untuk berobat.
Untuk Alif, tidak terlalu sulit. Dia sudah terbiasa makan sayur (walopun harus dibawah pengawasan ketat) dan buah. Dia akrab dengan makanan sehat khas Jerman yang disajikan di sekolah serta sudah terbiasa dengan cemilan sehat seperti: joghurt dan buah. Kami jarang sekali beli jajanan kemasan manis-manis untuk Alif. Hanya sesekali beli jika kami akan melakukan perjalanan. Begitu pun minuman. Hanya susu, jus tanpa gula, dan air putih.
Sementara untuk ayahnya Alif, lebih sulit. Dari jaman dulu dia paling suka makan enak, ngemil gorengan, makan nasi banyak, begadang sambil ngemil, ngemil chips, dan ga terlalu doyan sayur :(. Belum lagi dia masih merokok. Seringkali kami berantem gara-gara kebiasaan makannya, merokok, dan kemalasan beliau berolahraga. Lalu saya berusaha lebih halus. Orangnya memang harus sadar sendiri. Udah lumayan sih, sekarang tiap pagi minum air putih, makan buah (masih kadang-kadang), dan minum teh hijau. Walaupun porsi karbonya masih paling banyak. Olahraga yang dilakukan ayahnya alif pun yang minimal saja: jalan kaki antar jemput Alif dari rumah ke TK. Lumayan, total waktu jalan kaki 1 jam sendiri. Itu udah lumayan banget daripada jaman kita masih di Indonesia, yang terbiasa ke mana-mana naik motor. Ga pernah olahraga, dan makan ga terkontrol.
Yah..namanya juga usaha..yang penting tetap konsisten walopun minimalis. Semoga sih, kita tetap bugar sampai tua dan di masa tua tidak menyusahkan anak-anak dan kerabat (dengan menjadi lansia yang sehat).
Semangat-semangat!!
Kenapa? Ya itu tadi..faktor U. Setelah memasuki usia 30-an, saya melihat bagaimana para orang tua, saudara, dan orang-orang yang saya kenal menua. Beberapa di antaranya menua dan sakit (parah ataupun tidak). Almarhum Ayah saya yang selama masa hidupnya selalu sehat pun, ditakdirkan meninggal mendadak pada usia 64 tahun karena serangan jantung. Ibu saya alhamdulillah masih sehat, tapi memiliki tumor tiroid yang cukup berbahaya. Dua minggu lalu sepupu saya, yang kira-kira seumuran dengan ibu, meninggal karena kanker tiroid. Beberapa saudara lain terbaring karena stroke ataupun diabetes. Padahal rentang umur mereka masih 50-60an, masih cukup muda.
Apalagi untuk ukuran orang-orang di negara maju seperti di Jerman. Orang-orang yang berumur 60an masih tampak seperti berumur 40an di mata saya. Sangat berbeda dengan di Indonesia. Harus diakui, kebiasaan makan dan hidup orang Indonesia masa kini sangat jauh dari sehat. Makan gorengan, bersantan, nasi berbakul-bakul (lebay), selesai makan minum es teh manis yang gulanya banyak, eh..selesai makan cuma duduk-duduk atau lebih parah lagi, tidur-tiduran sambil main HP. Ya kan? Ngaku deh.
Saya juga suka banget kayak gitu. Perut gendut saya adalah hasil perilaku hidup seperti itu. Gimana dong? Lagian semua pasti tahu, menolak makan gorengan itu seperti menolak surga (lebay lagi). Makan sambel pedes tentu tak lengkap tanpa nasi sepiring penuh. Plus kerupuk. Plus rendang. Atau sop iga. Terus gimana dong? Gimana ga gendut? Gimana mau sehat? Apa kabar kolesterol? Dan lain-lain. Dan lain-lain.
Usaha minimum saya yang pertama adalah: Sarapan Sehat. Bangun tidur, minum air putih minimal segelas. Lalu lanjutkan dengan buah-buahan, biasanya saya makan apa yang ada: apel, atau pisang, atau anggur, atau melon. Selain untuk diri sendiri, saya juga mewajibkan Alif dan ayahnya untuk minum air putih dan makan buah. Setelah air putih dan buah, bebas dilanjutkan dengan makanan lain, misalnya: sereal pake susu atau roti (whole wheat) keju (bukannya sok gaya, tapi yang ada dan praktis memang itu). Untuk menutup sarapan, saya biasa minum teh hijau (tawar) 1-2 gelas, lalu jika harus ke perpustakaan, maka saya tutup dengan segelas kopi pahit.
Untuk makan siang, masih suka-suka. Kalo ada nasi dan lauk sisa malam sebelumnya, maka bekal makan siang saya isinya: nasi dan rendang/ayam/telor dan potongan ketimun atau tomat. Jika tidak ada nasi, maka bekal saya hanya roti dan keju plus telur rebus ditambah sayuran mentah (tomat/ketimun/selada). Saya usahakan porsi sayurnya besar..lebih besar dari porsi sayur saya jaman jadul.
Untuk makan malam, ini masih berat, karena makanan terenak biasanya dikeluarkan pada makan malam :(. Udah pasti makan nasi dengan lauk rendang/ayam/soto/dll dengan sambal, kadang dengan kerupuk. Antisipasinya gimana dong? Makan sayurnya duluan, dan perbesar porsi sayur. Setelah sayur habis, baru deh nikmati sisanya. Nasi secukupnya saja. Kalo setelah makan malem masih pengen ngemil, ambil buah atau joghurt. Daan..usahakan makan malam selambat-lambatnya jam 6.30 malam. Beberapa kali kami masih makan malam jam 7 sih, tapi diusahakan paling lambat jam 6.30.
Kalo laper tengah malam? Ambil joghurt, buah, atau minum susu. Walopun beberapa kali saya suka masak indomie tengah malem.. Harusnya memang ga usah beli2 deh jajanan ga sehat itu..biar ga mupeng kalo lagi laper.
Terkait olahraga, ini penting banget juga kalo mau bugar. Karena makan sehat saja tidak cukup. hampir semua penyakit degeneratif bisa diperlambat (atau dilawan) dengan olah raga. Mau jantung lebih sehat, ayo olahraga rutin. Mau berusaha jauh dari kanker, juga harus olahraga rutin. Mau terhindar dari diabetes, juga harus olahraga rutin. Yang saya pelajari selama tinggal di Jerman, slogan-slogan agar orang berolahraga bukan sekedar basa-basi. Mereka betul-betul rutin berolahraga. Anak-anak sekolah dan mahasiswa biasanya ikutan ekskul olahraga di sekolah/kampus. Para dewasa muda biasanya jogging sore atau fitness. Tapi kesadaran individu soal berolahraga memang sangat tinggi.
Ini yang beberapa waktu belakangan sedang saya lakukan. Olahraga minimal 30 menit perhari, jumlah paling minimal sesuai anjuran dokter, bila ingin hidup lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya. Saya melakukan Zumba dari youtube selama 30-40 menit, diusahakan setiap hari. Tapi jika saya hari itu bekerja, maka tidak perlu lagi ber-Zumba (kerjanya udah kayak angkat beban -_-). Pengennya sih jogging 30 menit per hari, tapi entah kenapa saya malas buat keluar rumah dan jogging. Lebih praktis kalo tinggal ngidupin youtube. Tidak ada target unrealistis (misal: mau kurus, perut rata, dll) untuk olahraga saya. Hanya harapan untuk tetap sehat dan bisa mendampingi keluarga selama mungkin.
Saya paham bahwa umur manusia hanya Tuhan yang tahu. Tapi tentu tidak ada salahnya berusaha, bahkan wajib berikhtiar untuk mengusahakan hidup yang lebih sehat. Lagipula sakit di Indonesia itu mahal..lebih baik saya bersusah-payah membangun kebiasaan sehat daripada menghabiskan uang banyak untuk berobat.
Untuk Alif, tidak terlalu sulit. Dia sudah terbiasa makan sayur (walopun harus dibawah pengawasan ketat) dan buah. Dia akrab dengan makanan sehat khas Jerman yang disajikan di sekolah serta sudah terbiasa dengan cemilan sehat seperti: joghurt dan buah. Kami jarang sekali beli jajanan kemasan manis-manis untuk Alif. Hanya sesekali beli jika kami akan melakukan perjalanan. Begitu pun minuman. Hanya susu, jus tanpa gula, dan air putih.
Sementara untuk ayahnya Alif, lebih sulit. Dari jaman dulu dia paling suka makan enak, ngemil gorengan, makan nasi banyak, begadang sambil ngemil, ngemil chips, dan ga terlalu doyan sayur :(. Belum lagi dia masih merokok. Seringkali kami berantem gara-gara kebiasaan makannya, merokok, dan kemalasan beliau berolahraga. Lalu saya berusaha lebih halus. Orangnya memang harus sadar sendiri. Udah lumayan sih, sekarang tiap pagi minum air putih, makan buah (masih kadang-kadang), dan minum teh hijau. Walaupun porsi karbonya masih paling banyak. Olahraga yang dilakukan ayahnya alif pun yang minimal saja: jalan kaki antar jemput Alif dari rumah ke TK. Lumayan, total waktu jalan kaki 1 jam sendiri. Itu udah lumayan banget daripada jaman kita masih di Indonesia, yang terbiasa ke mana-mana naik motor. Ga pernah olahraga, dan makan ga terkontrol.
Yah..namanya juga usaha..yang penting tetap konsisten walopun minimalis. Semoga sih, kita tetap bugar sampai tua dan di masa tua tidak menyusahkan anak-anak dan kerabat (dengan menjadi lansia yang sehat).
Semangat-semangat!!
Sunday, January 3, 2016
Kamera non-digital
Ketika jalan-jalan berdua Alif ke salah satu kota kecil di Niedersachsen (Lower Saxony) minggu lalu, ada seorang ibu sepuh (kira-kira 60-65 tahun) meminta tolong untuk memotret beliau dan dua orang kawannya di tengah Christmas Market. Saya pikir kameranya pastilah kamera digital atau handphone.. Ternyata oh ternyata..kameranya adalah pocket kamera yang masih pake film, yang harus diputer dulu kalo abis ngambil gambar.
Sayapun berusaha mengambil gambar dengan fokus melalui si kotak fokus (namanya apa ya..lupa), sesuai dengan keinginan si Ibu, biar atap gedung di belakangnya juga kelihatan di foto. Setelah mengambil foto, saya bilang bahwa saya ingin mengambil satu foto lagi biar kalo yang pertama kurang bagus, masih ada alternatif foto kedua. Tapi Ibu itu mengatakan tidak usah, karena roll filmnya sudah mau habis dan dia ingin menyisakan satu untuk memotret pertunjukkan musik yang akan segera dimulai. Duh saya jadi ga enak..dan langsung mendoakan semoga hasilnya bagus.
Setelah itu jadi keingetan masa pra-kamera digital..ketika kalo foto yang diambil ga bagus ya udah..apa adanya aja ya :D Masa ketika tidak segampang saat ini untuk menghasilkan foto-foto bagus. Ujung-ujungnya, kok jadi pengen kamera polaroid -_-. Udah ah..stop..stop!
Sayapun berusaha mengambil gambar dengan fokus melalui si kotak fokus (namanya apa ya..lupa), sesuai dengan keinginan si Ibu, biar atap gedung di belakangnya juga kelihatan di foto. Setelah mengambil foto, saya bilang bahwa saya ingin mengambil satu foto lagi biar kalo yang pertama kurang bagus, masih ada alternatif foto kedua. Tapi Ibu itu mengatakan tidak usah, karena roll filmnya sudah mau habis dan dia ingin menyisakan satu untuk memotret pertunjukkan musik yang akan segera dimulai. Duh saya jadi ga enak..dan langsung mendoakan semoga hasilnya bagus.
Setelah itu jadi keingetan masa pra-kamera digital..ketika kalo foto yang diambil ga bagus ya udah..apa adanya aja ya :D Masa ketika tidak segampang saat ini untuk menghasilkan foto-foto bagus. Ujung-ujungnya, kok jadi pengen kamera polaroid -_-. Udah ah..stop..stop!
Thursday, December 31, 2015
A postcard to my self
Melihat kartu pos ini tepat kemarin, di toko buku di stasiun. Not that I am a big fan of Marilyn Monroe, I just like the quote. Kind of good to close 2015 and prepare for 2016 with those words :).
Happy new year!
Ich wünsche euch einen guten Rutsch ins neue Jahr!
Happy new year!
Ich wünsche euch einen guten Rutsch ins neue Jahr!
Monday, January 26, 2015
Blablabla
Wow..udah mau akhir januari dan udah lama ga ngeblog..
Life is busy lately..(pura-puranya)
Alif is a pre-schooler (Kinderkrippe)! :D Masuk sejak tgl 15 Januari di Kindertagesstätte punya Studentenwerk. Harusnya masuk tanggal 6 Jan, tapi si bocah sakit batuk pilek..kayaknya kecapean karena perjalanan liburan akhir tahun (padahal cuma ke Göttingen, Köln dan Münster aja..haha). Tapi terutama pas taun baruan di Münster, si Alif tidur lewat jam 12 malem karena sibuk lari-lari dan maen sama Kaela (temen Alif seumuran yang juga anak Indonesia). Minggu pertama, Alif di sekolah cuma satu jam per hari, dari jam 3-4 sore, ditunggui ayahnya. Minggu ke-dua, dua jam per hari, dari jam 2-4 sore. Minggu ini, minggu ketiga, masih dua jam per hari juga, tapi dari jam 8-10 pagi, dan masih ditungguin emak. Besok mau dicoba ditinggal bentar..semoga sih ga nangis heboh pas ditinggal.
How´s school? Alles gut. Semester 1 hampir selesai dan semua presentasi udah terlewati. Tinggal nulis 6 paper aja nih. Untuk mata kuliah-mata kuliah inti, ga ada ujian tertulis. Bentuknya adalah final paper, research paper antara 12-20 halaman. Dududududu...Dikasih waktu lumayan panjang buat nulis ini..dari 6 Februari sampe 30 Maret. Target sih selesei sebelum berangkat liburan tanggal 24 Maret. Amiinn!
Sabtu kemarin, akhirnya turun salju lebat banget di Osnabrück (plus di kota-kota lain di Utara dan Barat Jerman). Sebelumnya, salju cuma ngotorin jalan doang dikit. Alif sempet megang-megang salju bentar, tapi cuma bentar banget karena dingin. Musim dingin mulai kerasa. Telat makan dikit, kepala saya langsung pusing. Lupa ga pake kupluk, kepala langsung pusing. Jadi alhamdulillah banget..kembali menggendut karena banyak makan T_T Padahal sommer kemaren udah langsingan dikit :D
Pengen nulis obituari seorang teman..tapi belom sempet. Pengen nulis buat jurnal, juga belom sempet. (I know..too much excuses yah). Dicukupkan sekian coret-coretnya..Tschuss!
Life is busy lately..(pura-puranya)
Alif is a pre-schooler (Kinderkrippe)! :D Masuk sejak tgl 15 Januari di Kindertagesstätte punya Studentenwerk. Harusnya masuk tanggal 6 Jan, tapi si bocah sakit batuk pilek..kayaknya kecapean karena perjalanan liburan akhir tahun (padahal cuma ke Göttingen, Köln dan Münster aja..haha). Tapi terutama pas taun baruan di Münster, si Alif tidur lewat jam 12 malem karena sibuk lari-lari dan maen sama Kaela (temen Alif seumuran yang juga anak Indonesia). Minggu pertama, Alif di sekolah cuma satu jam per hari, dari jam 3-4 sore, ditunggui ayahnya. Minggu ke-dua, dua jam per hari, dari jam 2-4 sore. Minggu ini, minggu ketiga, masih dua jam per hari juga, tapi dari jam 8-10 pagi, dan masih ditungguin emak. Besok mau dicoba ditinggal bentar..semoga sih ga nangis heboh pas ditinggal.
How´s school? Alles gut. Semester 1 hampir selesai dan semua presentasi udah terlewati. Tinggal nulis 6 paper aja nih. Untuk mata kuliah-mata kuliah inti, ga ada ujian tertulis. Bentuknya adalah final paper, research paper antara 12-20 halaman. Dududududu...Dikasih waktu lumayan panjang buat nulis ini..dari 6 Februari sampe 30 Maret. Target sih selesei sebelum berangkat liburan tanggal 24 Maret. Amiinn!
Sabtu kemarin, akhirnya turun salju lebat banget di Osnabrück (plus di kota-kota lain di Utara dan Barat Jerman). Sebelumnya, salju cuma ngotorin jalan doang dikit. Alif sempet megang-megang salju bentar, tapi cuma bentar banget karena dingin. Musim dingin mulai kerasa. Telat makan dikit, kepala saya langsung pusing. Lupa ga pake kupluk, kepala langsung pusing. Jadi alhamdulillah banget..kembali menggendut karena banyak makan T_T Padahal sommer kemaren udah langsingan dikit :D
Pengen nulis obituari seorang teman..tapi belom sempet. Pengen nulis buat jurnal, juga belom sempet. (I know..too much excuses yah). Dicukupkan sekian coret-coretnya..Tschuss!
Monday, November 3, 2014
Baca..baca..
Waktu kuliah S1 dulu, saya masuk golongan yang biasa-biasa. Rajin masuk dan dengerin (sambil ketiduran), suka nyatet tapi tetep suka motokopi catetan anak2 rajin yg duduk depan (karena sering ketiduran, catatan saya ga lengkap), suka ngerjain tugas dan ngumpulin on time (kalo batas waktu jam 12 malem, jam 9-an malem saya anter ke rumah dosennya *blm umum ngumpulin tugas lewat email), dan kalo mau ujian ya belajar cuma semalem sebelumnya :p
Tentu selama 4 tahun 10 bulan kuliah banyak buku yang direkomendasikan dosen2 untuk dibaca. Teks-teks klasik politik plus yg modern-modern juga. Buku pun saya rajin motokopi (soalnya kalo beli buku impor ga kuat mahal!). Ada satu kotak di lemari di rumah mamah di Kuningan, yang isinya buku-buku berharga itu, yang sayangnya, hampir ga pernah saya baca. Saya tau konsep dan judul buku. Saya tahu bahwa yang nulis tentang Leviathan adalah Thomas Hobbes, dan garis besarnya apa. Tapi saya GA pernah baca teks aselinya.
Nah di awal perkuliahan S2 ini, tentu banyak teks2 yang harus saya baca. Beberapa di antaranya, saya kenal (judul dan pengarangnya) dari jaman S1. Sekarang saya nyesel...kenapa buku-buku itu dulu ga saya baca T_T
*yok mari lanjut baca Leviathan
Sunday, October 26, 2014
Europe Winter Time
Kemaren (26 Okt), saya bangun pagi dengan bingung. Di jam tangan menunjukkan pukul 7.25 (dan masih gelap), sementara di hp jam 6.25. Hemm..saya pikir ini pasti kerjaan #Alif mencet2 hp :p
Ketika bapake bangun, dia mengatakan kebingungan yang sama: "kenapa jam hp mundur sejam ya?"
Barulah saya ingat, bahwa hari itu tgl 26 Oktober, adalah hari dimulainya jam Winter. Jam di hp kami otomatis berubah, sementara jam tangan ya ngga otomatis.
Temen saya si Asep (Septia) yg tinggal di Austria pernah bilang, "Tat, lo dateng ke Europe persis pas jam Summer dimulai, 31 Maret". Waktu itu saya ho'oh2 aja da teu ngarti :D
Jadi karena waktu siang yang makin pendek menjelang winter (jam delapan pagi masih gelap, dan jam 6 sore udah gelap), Setiap tanggal 26 Oktober mulai jam 00.00, waktu dimundurin sejam. Salah satu alasannya sih untuk lebih menghemat energi. Buat saya ini wow banget..hihi..secara terbiasa dengan waktu yang sama sepanjang tahun di Indonesia. Setiap menjelang musim semi dan summer (akhir Maret), waktu akan dimajuin lagi sejam, sebagai penyesuaian karena siang makin panjang.
Seriusan sayah baru tau pas udah nyampe sini soal jam winter dan summer ini :D
Wednesday, September 17, 2014
Side jobs
Ihiiy..akhirnya mulai ada orderan kerjaan..
Senaang..hehe..soalnya memang kerjaan jenis inilah yang saya cari selama kuliah. Yang bisa saya kerjakan dari mana saja (online), ga terlalu menyita pikiran, dan rewardnya bisa ditabung buat travelling atau ongkos mudik :D
Semoga orderan jalan teruus..Amiin
Senaang..hehe..soalnya memang kerjaan jenis inilah yang saya cari selama kuliah. Yang bisa saya kerjakan dari mana saja (online), ga terlalu menyita pikiran, dan rewardnya bisa ditabung buat travelling atau ongkos mudik :D
Semoga orderan jalan teruus..Amiin
Saturday, September 13, 2014
Udaaah....
Minggu ini rasanya legaaa.....Kamis 11 Sept kmaren, adalah hari test bahasa jerman saya (TestDAF-Test Deutsch als Fremdsprache/Test of German as Foreign Language). Agak nekat sebenernya ngambil tes ini..buat yg baru belajar Jerman 5 bulan kyk saya. Tapi yaa...que sera sera lah..yang penting udah usaha :D
Kalo hasilnya dapet level 3 ajapun, sudah cukup bagi saya. Karena kuliah nanti malah sebagian besar pake bahasa enggres. Terus kenapa harus belajar Jerman? Karena ya syarat dari Uni nya..kami harus ngasih sertifikat TestDAF. Plus karena beasiswa saya ini kan dari uang pembayar pajak di Jerman yaa..jadi minimal harus paham lah bahasa lokal :p
Setelah test ini, perasaan saya jadi lebih ringan. Kayak satu beban lepas dari hati. Saya tetap masih harus kursus Jerman sampe tanggal 26 Sept, tapi ya ga terlalu membebani..kayak belajar sehari-hari aja.
Sementara itu, matrikulasi di kampus baru mulai tanggal 6 Okt. Lumayan..ada waktu beberapa hari buat bersantai kayak dipantai :))
Update:
Kalo hasilnya dapet level 3 ajapun, sudah cukup bagi saya. Karena kuliah nanti malah sebagian besar pake bahasa enggres. Terus kenapa harus belajar Jerman? Karena ya syarat dari Uni nya..kami harus ngasih sertifikat TestDAF. Plus karena beasiswa saya ini kan dari uang pembayar pajak di Jerman yaa..jadi minimal harus paham lah bahasa lokal :p
Setelah test ini, perasaan saya jadi lebih ringan. Kayak satu beban lepas dari hati. Saya tetap masih harus kursus Jerman sampe tanggal 26 Sept, tapi ya ga terlalu membebani..kayak belajar sehari-hari aja.
Sementara itu, matrikulasi di kampus baru mulai tanggal 6 Okt. Lumayan..ada waktu beberapa hari buat bersantai kayak dipantai :))
![]() |
| gambar dari sini |
Update:
Tanggal 23 Okt hasil TestDaf nya keluar. Secara umum hasilnya memenuhi syarat dari uni dan ga perlu ngulang lagi. Horee!!
Wednesday, March 26, 2014
First and Last Day in Office
Enam bulan lalu, tanggal 30 September 2013, pertama kali Saya gabung dengan kantor ini. Ketika makan siang, beberapa rekan tertawa-tawa dan teriak-teriak membahas soal sepatu *memang cara becandanya kayak gtu :D*. Sepatu kw, sepatu original beli di London pake poundsterling, dan saling hina lainnya. Karena masih baru, saya cuma diam, senyum-senyum dengerin.
Believe it or not, secara kebetulan, pas makan siang tadi rekan-rekan kantor mengulang percakapan waktu itu. Pembicaraan soal sepatu mahal dan sepatu kw, dan saling hina..haha :D Saat ini saya tentunya ikut ketawa dan kasih komentar. Entah kenapa..percakapan makan siang di hari pertama dan hari terakhir bisa berulang.
Sedih deh..akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal sama kantor dan rekan-rekan yang baik hati :')
Believe it or not, secara kebetulan, pas makan siang tadi rekan-rekan kantor mengulang percakapan waktu itu. Pembicaraan soal sepatu mahal dan sepatu kw, dan saling hina..haha :D Saat ini saya tentunya ikut ketawa dan kasih komentar. Entah kenapa..percakapan makan siang di hari pertama dan hari terakhir bisa berulang.
Sedih deh..akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal sama kantor dan rekan-rekan yang baik hati :')
Friday, March 7, 2014
Feeling blue
Ada dua hal yang membuat Saya sedih hari ini, bahkan sejak jam 6 pagi tadi.
Pertama, tadi pagi @AlifDipantara berangkat bersama kakak Saya sekeluarga menggunakan mobil ke Kuningan. Jadi ceritanya besok ada nikahan salah satu keponakan (anaknya sepupu). Saya dan suami akan berangkat naik kereta jam 20.40 nanti malam. Dengan pertimbangan ini itu, akhirnya Alif berangkat dengan uwa nya pagi ini.
Sebelum berangkat, si Bocah kayaknya udah nyadar kalo emaknya ga akan berangkat bersama dia. Mungkin karena melihat semua orang sudah rapi dan sibuk bersiap-siap (termasuk Alif sudah mandi dan makan), sementara Saya masih pake baju tidur. Dia mulai rewel nempel dan ga mau turun. Akhirnya Saya bawa jalan-jalan keluar..saat itu baru menunjukkan jam enam kurang 15 menit.
Kakak Saya dan anak-anaknya sudah masuk mobil. Saya mulai membawa Alif mendekati mobil, siapa tau dia mau sukarela tanpa ngamuk-ngamuk untuk naik. Ternyata benaar..melihat kakak-kakaknya terlihat gembira dalam mobil, dia minta naik. Sambil dia naik, air mata emaknya mulai berlinang T_T. Abis itu Saya langsung serah terimakan dia ke kakak Saya, mumpung anaknya ga nangis2 drama. Saya langsung masuk rumah dengan berderai air mata..huhuahua..*lebay*
Kedua, hari ini Mba Bos yang sejak awal Maret diangkat sebagai manager, baru saja balik dari bistrip ke Johannesburg, ikut rapat yang mana seharusnya Saya ikut. Yang bikin sedihnya, karena Saya ga bisa menyampaikan langsung pengalaman sebagai bagian dari tim virtual ini. I've been handling (4 countries in) Asia by myself for this program. Pas waktunya tim virtual ini akan ketemu, Saya ga bisa ikut karena telah memutuskan untuk lanjut kuliah keluar nagreg akhir bulan ini T_T.
Mba Bos sebelum berangkat pun sempat berkata "Ihh..sedih ya..harusnya kan kita berangkat bersama".. Plus seorang teman kantor nyamperin meja dan bilang "Ahh..it should be you who's going to Johannesburg". Tapi ya gimana ya..kan udah ambil keputusan, ga boleh menyesal! *lap-lap ingus sambil ngetik*
Eniwei, Mba Bos bawain oleh-oleh lucu dari South Africa, good health tribal beads, hand made souvenir by South African. Suka deh barang original hand made kayak gini. Semoga betulan attract good health untuk Saya dan keluarga :')
Friday, February 28, 2014
Jeans big size
Sejak tiba-tiba berat badan naik 10 kg tahun 2009 lalu (bukan karena hamil loh ya :p), Saya agak menunda-nunda beli jeans atau baju. Alasannya, ntar aja nunggu berat badan turun. #ngarep. Tapi kok berat badan ga turun-turun, celana lama makin memudar T_T
Sampai hari ini, akhirnya kebutuhan akan celana bawahan baru makin mendesak. Celana jeans ga punya satu pun (yang muat). Padahal kalo pake jeans kan bisa tampak lebih muda :D
Akhirnya siang ini Saya putuskan: harus beli! Walopun susah yaa cari jeans ukuran besar. Biasanya bentuknya karet gitu aja yang bikin perut keliatan gombyor -_- *ya padahal emang perutnya gombyor*
Setelah nanya sama mba2 di Mata*ari Penvil, ditunjukkanlah satu merk yang sedia celana jeans big size, yaitu Expand. Model jeansnya kayak biasa, depannya berkancing. Karetnya hanya di bagian belakang. Jadi kalo dipake tetep ngepas ngebentuk badan. Coba sekali ukuran 2XL dan langsung pas! Horee..untung ga sampe 3XL :p Semoga ntar-ntar ukuran makin kecil..Amiiin
#UdahSihCumaMauCeritaItuDoang
Sampai hari ini, akhirnya kebutuhan akan celana bawahan baru makin mendesak. Celana jeans ga punya satu pun (yang muat). Padahal kalo pake jeans kan bisa tampak lebih muda :D
![]() |
| Gambar dari sini |
Setelah nanya sama mba2 di Mata*ari Penvil, ditunjukkanlah satu merk yang sedia celana jeans big size, yaitu Expand. Model jeansnya kayak biasa, depannya berkancing. Karetnya hanya di bagian belakang. Jadi kalo dipake tetep ngepas ngebentuk badan. Coba sekali ukuran 2XL dan langsung pas! Horee..untung ga sampe 3XL :p Semoga ntar-ntar ukuran makin kecil..Amiiin
#UdahSihCumaMauCeritaItuDoang
Thursday, February 20, 2014
No nanny days
Welcoming my little family to "no nanny days", since si Mba leaved us last Saturday.
At first, I felt really mad..why she didn't tell me that she wouldn't come back? Why this and that? I gave her a chance to see her family and she betrayed me? Why?? *lebay*
I know this happens to many working mothers. I heard many same cases from my friends.
As a solution, Alif is now stay with my twin nephew's nanny while I'm working. They are now 4 years old, already in pre-school, and more independent. Me and hubby take Alif in the morning to my sister's house. Not too far from our home, about 15 minutes motor cycle ride. We pick Alif after office. It's actually not so good for Alif to go back and forth in the morning and in the evening. But we have no other choice for now. At least until the end of March.
We also do some adjustment. Like we now have to do all house chores by ourselves. Last night I washed all dirty clothes (like really many clothes). Hubby was cleaning up the kitchen and cooking. etc. etc.Yaa..let's do this as an exercise..we won't have any maid or nanny anyway in Germany :0
At first, I felt really mad..why she didn't tell me that she wouldn't come back? Why this and that? I gave her a chance to see her family and she betrayed me? Why?? *lebay*
I know this happens to many working mothers. I heard many same cases from my friends.
As a solution, Alif is now stay with my twin nephew's nanny while I'm working. They are now 4 years old, already in pre-school, and more independent. Me and hubby take Alif in the morning to my sister's house. Not too far from our home, about 15 minutes motor cycle ride. We pick Alif after office. It's actually not so good for Alif to go back and forth in the morning and in the evening. But we have no other choice for now. At least until the end of March.
We also do some adjustment. Like we now have to do all house chores by ourselves. Last night I washed all dirty clothes (like really many clothes). Hubby was cleaning up the kitchen and cooking. etc. etc.Yaa..let's do this as an exercise..we won't have any maid or nanny anyway in Germany :0
Friday, February 14, 2014
Girls meet-up
Meskipun singkat, ketemuan rekan se-genk cecewe selalu menyenangkan :D Update gosip, makan-makan, terus buru-buru pulang karena udah ditungguin anak di rumah *teremak-emak. Btw, happy valentine buat yg merayakan :)
Friday, February 7, 2014
Another dream
Setelah pengumuman keterima beasiswa Jerman tanggal 11 Des 2013 yang lalu, akhirnya hari ini, 7 Februari 2014, dengan tegas Saya bilang sama Pak direktur kalo Saya memutuskan untuk berangkat. Meskipun sebetulnya saya sudah mengiyakan pada lembaga pemberi beasiswa sejak tanggal 2 Januari 2014, tapi saya anggap keputusan finalnya baru hari ini.
Tadinya saya sempat tarik ulur antara berangkat sekolah atau apply untuk posisi atasan saya yg masih kosong *yang sebetulnya selama ini kerjaannya sudah saya lakukan*. Pak Dir, Bu Dir, dan Mba PM pun sebetulnya antara memberi lampu hijau kalo kapasitas saya boleh diuji untuk jadi PO. But then it took too long for the Dir to decide. Ada struktur rumit antara dua project yang harus dipertimbangkan juga. Well..then I have to decide. Soalnya semua proses persiapan harus segera dilakukan. Legalisir-legalisir dokumen, penerjemahan dokumen ke bahasa Jerman, persiapan keluarga, dll. Kalo saya masih harus menunggu sampai ada kejelasan antara dua struktur dll, it would be too late for everything.
Jadi sekarang mah..bismillah aja..mulai ngelist apa-apa yang harus disiapkan: medical check-up sekeluarga, legalisir dan penerjemahan dokumen, cari asuransi kesehatan untuk keluarga, siap-siap jaminan uang, cari apartemen, dll. Lots of things to do. Plus, kerjaan kantor yang tersisa pun harus tetap saya urus. Beresin file di server maupun hard copy nya, bikin handover notes, sampe bantuin kantor cari kandidat pengganti.
Memang bener banget ya..ga semua apa yang kita inginkan akan kita dapatkan. Kerjaan impian yang menyenangkan ini, ternyata umurnya enam bulan saja. Then here comes another dream..
Dan saya bilang ke Pak Dir: "I'll be back after two years" :D
Tadinya saya sempat tarik ulur antara berangkat sekolah atau apply untuk posisi atasan saya yg masih kosong *yang sebetulnya selama ini kerjaannya sudah saya lakukan*. Pak Dir, Bu Dir, dan Mba PM pun sebetulnya antara memberi lampu hijau kalo kapasitas saya boleh diuji untuk jadi PO. But then it took too long for the Dir to decide. Ada struktur rumit antara dua project yang harus dipertimbangkan juga. Well..then I have to decide. Soalnya semua proses persiapan harus segera dilakukan. Legalisir-legalisir dokumen, penerjemahan dokumen ke bahasa Jerman, persiapan keluarga, dll. Kalo saya masih harus menunggu sampai ada kejelasan antara dua struktur dll, it would be too late for everything.
Jadi sekarang mah..bismillah aja..mulai ngelist apa-apa yang harus disiapkan: medical check-up sekeluarga, legalisir dan penerjemahan dokumen, cari asuransi kesehatan untuk keluarga, siap-siap jaminan uang, cari apartemen, dll. Lots of things to do. Plus, kerjaan kantor yang tersisa pun harus tetap saya urus. Beresin file di server maupun hard copy nya, bikin handover notes, sampe bantuin kantor cari kandidat pengganti.
Memang bener banget ya..ga semua apa yang kita inginkan akan kita dapatkan. Kerjaan impian yang menyenangkan ini, ternyata umurnya enam bulan saja. Then here comes another dream..
Dan saya bilang ke Pak Dir: "I'll be back after two years" :D
Saturday, January 25, 2014
Say good bye
Dear keponakanku sayang,
Kita memang tak sempat bertemu
But I love you already
Sedih bgt pas denger katanya dokter tidak bisa menemukan detak jantungmu
Belum sampai 16 minggupun usiamu di dalam perut ibumu
Dear keponakan, doakan ibumu ya..semoga dia tetap sehat dan tabah setelah kepergianmu
Doakan ibu dan ayahmu, agar Allah segera mengirimkan adikmu untuk mereka
But I love you already
Sedih bgt pas denger katanya dokter tidak bisa menemukan detak jantungmu
Belum sampai 16 minggupun usiamu di dalam perut ibumu
Dear keponakan, doakan ibumu ya..semoga dia tetap sehat dan tabah setelah kepergianmu
Doakan ibu dan ayahmu, agar Allah segera mengirimkan adikmu untuk mereka
Luv u,
Dari Tante Tatat
Dari Tante Tatat
Wednesday, October 23, 2013
What do you feel?
Dear Son,
What do you feel when you see mom & dad go to office everyday and left you with si mba? I often see you cry when we're about to go..My heart is also cry..I wish I could stay with you..play with you..read a book for you..feed you..
But since life is not gonna give us everything for free, mom&dad have to fight for our life. We have to work to ensure that our mortgage being paid. We have to work for your education. We have to save money for mom&dad's old days so we won't be your burden. We have to save money for our holiday :)
When people know that I'm a working mom, some of them said "Terus..anak lo ditinggal?" At 1st, I feel ashamed that I left my son at home. That I couldn't stay at home for taking care of my own son. But..hey..every family has a different condition. Then..are you gonna help us to pay our bills, people?
One think for sure, whenever I could, I'll try to always be with you. This is not a promise. This is my commitment. I want to be your best friend whenever you need me, wherever you need me. I want to be parents who guide you. I want you to trust me for everything.
This is just my notes about what I feel..looks like a random one huh. Because I'm missing you, Boy. So much.
-Bali, 24th October 2013 *a week when I couldn't be with you-
Friday, September 20, 2013
The Rural Mama
Sejak jadi ibu2, Saya jadi sering nyasar ke web komunitas Urban Mama (TUM). Misalnya, ketika cari info RSIA pro ASI di sekitaran rumah, ttg ASI, menyusui, MPASI, dll, hasil gugling seringkali membawa saya ke webnya TUM. Saya sih melihat bahwa webnya sangat informatif dan bermanfaat buat ibu2 baru seperti saya.
Saya pun jadi sering cerita tentang si TUM ini pada suami saya. Seperti tadi malam, untuk kesekian kalinya saya bilang ke suami "Si Urban Mama ini keren deh" -sambil kami makan malam dengan semur jengkol dari warung Betawi langganan-
Tetiba si Suami nyeletuk "Mending kamu bikin web The Rural Mama..buat nampung ibu-ibu dari daerah rural yang tidak semampu (setajir) ibu-ibu di TUM". Nyeeh..mulai deh keluar ide anehnya.. Dilanjutkan pernyataan selanjutnya "Ayoo..pasti banyak loh yang ikutan..lagian kamu tuh karakternya ibu2 rural banget..kalo urban mama kan makannya banyak kalo makan steak, pizza, dll. Nah kamu, nambah nasi kalo makan pake jengkol!"
-Sekian-
Nb. Saya belum tertarik bikin smacem TUM sih, apalagi cuma karena saya doyan jengkol :p.
Thursday, September 12, 2013
Koantas Bima 510
Sejak dinyatakan diterima di kantor Kp. Melayu pada Maret 2012, saya langsung mencari informasi how to get there. Mengingat ada teman saya di kantor Kemang yang rumahnya di daerah Kramat Jati, jadi saya cukup mendapat gambaran tentang berbagai alternatif transportasi untuk menuju ke sana (selain dibonceng suami naik motor).
Rumah saya posisinya di Depok tapi bagian yang agak melipir Bogor. Berhubung stasiun kereta terdekat lumayan jauh, praktis saya hanya bisa menggunakan satu moda transportasi: jalan raya biasa. Nah..saya mau cerita tentang salah satu angkutan yang lumayan sering saya
gunakan untuk berangkat ngantor ketika tidak diantar suami.
Saya menyebut jalur ini Jalur Ciputat. Pertama, dari rumah saya jalan kaki ke pangkalan ojeg depan komplek (5 menit). Naik Ojeg ke Jalan Raya Parung Ciputat lewat Gang Bhakti. Dari Gang Bhakti, lanjut angkot 106 (Parung-Lebak Bulus) menuju Pasar Jumat. Dari depan Sekpolwan Pasar Jumat, saya naik Koantas Bima 510 (Ciputat-Kp Rambutan). Terus yang mana yang mau dibahas?
![]() |
| Foto diambil dari sini |
Yang mau saya bahas yaitu sedikit tentang dunia perkopaja/permetromini/perkoantas-an di seputar Jakarta. Kenapa sih ujug-ujug pengen bahas tentang ini dan dikaitkan sama perjalanan saya dari rumah ke kantor? Soalnya saya sering dibikin ketar-ketir sama kelakuan kopaja/metromini di jalanan Jakarta selama perjalanan saya. Misalnya ketika saya naik P20. Di belakang saya muncul P20 lainnya. What happen next? Mereka balapan seolah-olah lagi di sirkuit! Balapannya serius banget loh..sampe seringkali hampir saling nabrak atau saling senggol dan bahkan nyenggol kendaraan lain yang ada di jalanan. Bahaya banget kan? Gimana penumpangnya ga deg-deg-serr tuh. Ditambah lagi supirnya seringkali cuma bocah-bocah tanggung yang belum punya SIM! hadeuuh....
Jadi ternyata mereka bertingkah seolah lagi balapan di sirkuit karena mereka rebutan penumpang. Mereka harus rebutan penumpang demi memenuhi target setoran yang harus diserahkan kepada pemilik kopaja/metromini/koantas. Sudah banyak korban yang jatuh karena kelakuan mereka di jalanan. Sampe-sampe Jokowi pun mulai mengambil tindakan serius demi memperbaiki sistem perkopaja/metromini/koantas-an.
![]() |
| sumber foto: dari sini |
Balik ke cerita perjalanan saya ke kantor lewat Jalur Ciputat, salah satu yang paling saya sukai dari jalur itu adalah ketika naik koantas bima 510. Sebenarnya si 510 ini berangkat dari pasar Ciputat, menuju Pasar Jumat, kemudian masuk tol di pintu tol Pondok Indah. Tapi saya selalu naik dari Pasar Jumat untuk menghindari kemacetan Ciputat. Memang lebih penuh jika saya naik dari Pasar Jumat, tapi perjalanan lebih singkat. Tinggal masuk tol, keluar tol lagi di Pasar Rebo, turun deh. Si 510 ini juga sungguh tertib di jalan..meskipun di dalemnya udah penuh umpel-umpelan, kondektur tetap mengusahakan agar pintu ditutup ketika masuk tol *tapi yang dipintu meringis kegencet* :D Jalannya pun tidak ugal-ugalan. Sangat hati-hati meskipun sebetulnya bisa ngebut di jalan tol.
Sepanjang ingatan saya, si 510 ini jumlahnya tidaklah sebanyak P20 atau metromini/kopaja/koantas lain. Sempet curiga dia punya semacem timer untuk setiap keberangkatan 510. Dan ternyata..emang bener sodara. Suatu ketika saya duduk di kursi dekat supir, dan si supir sedang ngobrol dengan seorang bapak di sebelah saya. Mereka sedang membicarakan tentang manajemen sistem kopaja/metromini/koantas di (seputar) Jakarta. *Saya memang berbakat nguping loh*
![]() | |
| Koantas 510 di tempat ngetemnya (Pasar Ciputat). Foto dari sini |
Pak supir menjelaskan bahwa manajemen koantas 510 memang ketat. Ada pengaturan waktu untuk setiap keberangkatan, demi menghindari balapan liar rebutan penumpang di antara sesama 510. Selain itu, selalu ada evaluasi untuk perilaku supir 510 di jalan raya (tentu saja supirnya bukan bocah tanggung dan harus punya SIM). Kalo si supir ternyata ugal-ugalan dan suka kebut-kebutan, bakalan di pecat dari posisi supir. Mereka juga diharuskan mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran. Keren kan? Meskipun sederhana, keteraturan yang diusahakan oleh manajemen 510 ini cukup membuat saya terpesona. Dengan pengaturan waktu keberangkatan, setiap armada punya cukup waktu untuk memenuhi target setoran tanpa harus bersaing dengan armada 510 lainnya. Mereka tidak perlu balapan demi rebutan penumpang. Mereka bisa jalan dengan tenang dan mematuhi peraturan lalu lintas.
Terus kenapa kopaja/metromini/koantas lainnya ga bisa ngikutin sistem si 510? Ah..entahlah..seandainya saya masih mahasiswa, saya bersedia membantu Pak Jokowi melakukan riset mengenai ini :D
Btw, besok mungkin terakhir kalinya saya naik si 510. Karena mulai akhir bulan saya pindah kantor lagi ke Kemang :)
Wednesday, July 31, 2013
Deadliners
Yup. I'm a hardliner deadliner. Bahkan udah sejak jaman jadul, penganut setia SKS *sistem kebut sejam*
Sore ini, adalah deadline beasiswa DAAD. Tentunya saya udah tau itu dari lama..haha.. Berbagai cicilan persiapan pun sudah saya lakukan..tapi yang paling sulit, kok ya tetap aja ya last minute ngerjainnya. Pengen deh berubah..persiapan lebih baik..lebih matang..hasil lebih maksimal, terus dapet beasiswanya.. Beh..kapan yaa... :0
Sebenernya sih, saya sadar juga. Ini terkait dengan kemampuan manajerial, kemampuan mengatur waktu. Kemampuan mengendalikan diri. Pada inget ga sih, dulu waktu SD di pelajaran PPKn/PMP ada bab tentang pengendalian diri dan disiplin. Waktu itusih saya pikir gampang aja buat nerapinnya di kehidupan kita. Faktanya, semakin bertambahnya umur dan pengalaman hidup *ciee*, kok ya makin sulit buat nerapin. Sama ketika saya ngerjain skripsi, hambatannya bukan di kesulitan teori, pembimbing, data atau apa. Masalahnya ada di lemahnya daya untuk melawan diri saya sendiri.
Piuhh.. lalu..lalu..gimana caranya biar #alifdipantara ga ngikutin jejak kelakuan emak bapaknya? Saya masih terus berusaha mencari referensi ttg parenting dan at least, berusaha ga memberi contoh buruk depan dia *yang mana sangat syulit sekali dan kadang belum konsisten juga*
Terus, gimana kesimpulan & action plannya? Ya pastinya berusaha banget2 menata diri..menata waktu.. Padahal, di Al Quran juga udah ada.. "Demi waktu.."
Subscribe to:
Posts (Atom)




