Saturday, May 3, 2014

Wisata Murah di Godong Ijo

Jadi, lokasi rumah kami di Depok sangat mepet Bogor. Wilayahnya masih tampak ijo-ijo dan banyak sawah *alias masih kampuang*. Selain itu, beberapa lokasi wisata edukasi lingkungan banyak tersedia dan dapat dicapai dalam waktu 15-30 menit saja. Beberapa di antaranya adalah Pertanian Organik Parung Farm dan Godong Ijo. tentang Parung Farm, udah pernah dibahas di sini. Nah, sekarang lagi pengen bahas tentang Godong Ijo.

Godong Ijo berlokasi di Jalan Raya Cinangka, Kota Depok. Jika menggunakan angkot dari Lebak Bulus bisa naik angkot 106 jurusan Lebak Bulus-Parung, dengan ongkos sekitar Rp. 6.000. Jika dari Depok, bisa menggunakan angkot 03 jurusan terminal Depok-Parung dan turun di pertigaan Bojongsari. Dari pertigaan Bojongsari, nyebrang dan ganti angkot 106 yang menuju Lebak Bulus, sekitar 10 menit. Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari Lebak Bulus bisa lewat Ciputat atau Pondok Cabe. Dari pertigaan Gaplek lurus terus menuju arah Parung. Setelah pertigaan Wates, bersiap-siaplah mengawasi sebelah kanan jalan. Lokasi Godong Ijo tidak jauh dari pertigaan Wates (pertigaan yang ada pom bensin dan berbagai jenis toko).

Taman di Godong Ijo
Godong Ijo sebetulnya merupakan lokasi pembibitan dan pengembangan tanaman. Namun selain itu, Godong Ijo juga menyediakan edukasi tentang lingkungan, tanaman, binatang, dll untuk anak-anak. Di Godong Ijo terdapat green house, kolam ikan, demplot (demonstration plot) yang terdiri berbagai jenis tanaman seperti buah naga, kakao, dll, kandang iguana, kura-kura raksasa, dan taman vertikal yang katanya adalah taman vertikal pertama yang ada di Indonesia. Banyak juga taman kanak-kanak atau SD yang menjadikan Godong Ijo sebagai tujuan wisata edukasi untuk para siswanya.

Green house berisi berbagai jenis tanaman. Memiliki timer sendiri untuk penyiraman. Jangan kaget kalo ujug-ujug ada air nyembur!
Di Godong Ijo juga terdapat kolam pemancingan ikan, lengkap dengan tempat duduk-duduk untuk makan dan mancing di pinggirnya. Jika lapar, pengunjung bisa memesan makanan dari Botanical Cafe yang disediakan oleh Godong Ijo. 

Kolam ikan di depan Botanical Cafe
Masuk ke Godong Ijo sendiri GRATIS loh. Kita hanya harus membayar jika akan memancing dan tentunya jika memesan makanan dari Botanical Cafe. Untuk memancing, kita harus membayar Rp. 100.000. Sedangkan untuk harga makanan di Botanical Cafe, antara Rp 20.000-80.000. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar. Pengecualian hanya untuk anak-anak batita yang makanannya masih spesifik.

Bagong, si Kura-kura, berasal dari Seychelles, Afrika
Godong Ijo ini sangat cocok sebagai alternatif wisata edukasi untuk anak-anak mulai usia 3 tahun. Saya berkunjung kesana dua kali, yang pertama hanya dengan Alif dan ayahnya, yang kedua dengan ibu dan kakak, dan ponakan-ponakan yang saat itu berusia 3,5 tahun. Alif sendiri waktu diajak kesana belum terlalu paham, karena saat itu dia baru 9 bulan -_-. Sementara dua keponakan Saya, sangat girang melihat ikan koi besar, kura-kura raksasa, iguana, dan lain-lain. Meskipun tidak terlalu luas, tapi anak-anak bisa belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan di sana!

Si Iguana yang kesepian


Alamat Godong Ijo

Jl. Cinangka Raya KM 10 No. 60 Serua
Bojongsari – Depok
Jawa Barat 16517 – Indonesia
Telp: 021 – 74710678
Fax : 021 – 741-3334
E-mail: indo@godongijo.com
www.godongijo.com

Monday, April 21, 2014

Cara mendaftar beasiswa Jerman

Beasiswa Jerman yang saya maksud disini adalah beasiswa dari DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst a.k.a German Academic Exchange Service) . Emm..sebetulnya sih kalo mendaftar ya mendaftar aja, tinggal liat website atau infonya, dan urus deh syarat-syarat pendaftarannya. Meskipun begitu, berdasarkan pengalaman pribadi, side info selain dari official website sangat membantu. Nah, siapa tau berguna bagi yang lain, mari kita tuliskan..

Beasiswa yang saya dapat namanya Master's Scholarships for Public Policy and Good Governance (PPGG), untuk yang S1 nya jurusan Hubungan Internasional, Administrasi Negara, dan ilmu sosial yang berhubungan. Beasiswa ini jenisnya full scholarship, alias semua ditanggung. Mulai dari tiket pesawat kita, biaya hidup, biaya riset, sampe family allowance.

Setiap tahun, pendaftaran dimulai April (atau awal Mei) dan biasanya tutup akhir Juli. Jika tertarik untuk mendaftar beasiswa ini, pantengin terus website DAAD Jakarta atau milis-milis beasiswa untuk tahu apakah pendaftaran sudah dibuka atau belum. Berikut ini persyaratan yang harus dilengkapi ketika mendaftar:
  1. Formulir aplikasi DAAD, bisa didownload di sini. Harap luangkan waktu lebih awal untuk membaca dan mengisi formulir ini. Meskipun tidak banyak (cuma tiga halaman), tapi tetap harus diisi dengan jeli dan benar. Formulir nya terdiri dari dua bahasa, Inggris dan Jerman. Buat yang belum paham Jermannya, isi saja pake bahasa Inggris. Diketik, jangan tulisan tangan.
  2. Motivation letter, yang berisi gambaran mengenai alasan akademik dan professional pendaftar untuk berpartisipasi dalam program beasiswa ini. Luangkan waktu juga untuk menulis surat ini lebih awal, tidak perlu sampe sepuluh halaman, cukup sekitar 1,5-2 halaman. Kepanjangan ntar yang baca bosen :D.
  3. Daftar riwayat hidup (CV) lengkap yang mencakup area studi kita sebelumnya dan deskripsi pengalaman kerja. Lebih baik jika menggunakan template CV standar Eropa atau Europass CV. Bisa didownload di sini. Untuk yang Jermannya belum lancar, bisa pake template CV yang English. Setelah mengeprint CV, jangan lupa untuk menandatanganinya di bagian bawah! (untuk menyatakan bahwa data dalam CV tersebut adalah benar).
  4. Sertifikat bahasa terbaru. Untuk beasiswa PPGG, yang diminta adalah sertifikat Bahasa Inggris berupa hasil TOEFL (internasional) atau IELTS. Untuk paper based TOEFL, minimum 550 dan IELTS minimum 6. Untuk yang memiliki sertifikat bahasa Jerman (yang pernah Test DaF), harap lampirkan juga. 
  5. Dua surat rekomendasi dari dosen semasa S1 dan/atau dari mantan atasan atau atasan saat ini, yang isinya menyatakan mengapa kita pantas dapet beasiswa ini, menurut mereka (dalam bahasa Inggris). 
  6. Surat dari atasan/kantor saat ini, yang menyatakan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di Jerman (apabila diterima), kita akan kembali ke kantor dan dapat melanjutkan pekerjaan (dalam bahasa Inggris). Point ini tidak wajib, tapi sangat dianjurkan.
  7. Officially authenticated copies of all certificates. Sertifikat yang dimaksud adalah ijasah S1, transkrip nilai S1, ijasah SMA, akte kelahiran. Lampirkan fotokopi asli (bahasa Indonesia) yang telah dilegalisir dan terjemahannya (bisa dalam bahasa Inggris atau Jerman). Untuk penerjemahan dokumen bahasa Inggris, salah satunya bisa ke sini, dan untuk penerjemahan dokumen dalam bahasa Jerman, bisa lihat di list ini
  8. Bukti korespondensi dengan universitas tujuan kita di Jerman (tidak wajib). Untuk beasiswa PPGG ini, kita harus memilih dua dari list universitas yang terdaftar dalam program beasiswa. Informasi universitas biasanya tersedia ketika beasiswa sudah dibuka. 
  9. Research proposal (tidak wajib). Jika sempat, konsultasikan research proposal anda dengan dosen/profesor di universitas yang kita incar. 
Nah jika bundel yang asli sudah lengkap seperti di atas, di foto kopi dua kali. Jadi yang kita submit ke DAAD total ada tiga set, satu asli dan dua foto kopian. Tidak perlu di staples, cukup dibundel pake clip kertas. Aplikasi beasiswa DAAD ini hanya bisa disubmit hard copy, tidak bisa daftar online. Jadi, kirimkan melalui pos atau bagi yang di Jabodetabek, bisa antar langsung ke kantor DAAD Jakarta.

Berikut alamat kantor DAAD Jakarta:
DAAD Regional Office Jakarta
Jl. Jend. Sudirman, Kav. 61-62
Summitmas II, 14th Floor
Jakarta 12190
Tel.: +62 (21) 520 08 70, 525 28 07
Fax: +62 (21) 525 28 22
info@daadjkt.org

Persyaratan di atas sebetulnya persyaratan standar untuk berbagai beasiswa DAAD dan juga beasiswa lainnya. Selain program Master Public Policy & Good Governance, DAAD juga banyak menyediakan beasiswa untuk berbagai jurusan. Info lengkap bisa obrak-abrik websitenya DAAD :)

UPDATE

Info ini sengaja saya tambahkan, soalnya ada perubahan prosedur untuk pendaftaran program PPGG DAAD tahun 2014. Mulai 2014, applicant harus mengirimkan aplikasi ke Universitas yang diinginkan. List Uni bisa dilihat di website DAAD. Misalnya, jika tertarik untuk mengambil "Master of Democratic Governance and Civil Society" di Uni Osnabrueck, semua dokumen TIDAK dikirim ke DAAD, melainkan ke Uni Osnabruecknya. Info lebih lengkap bisa dilihat di website DAAD (Jakarta).

Semoga sukses!

Oh ya dan btw, Selamat hari Kartini!

Thursday, April 3, 2014

Hello from Muenster!

Akh..udah berapa lama ga ngeblog yak? Alhamdulillah, udah nyampe di Muenster, udah mulai kursus Jermannya, udah nemu toko Asia yang jual beras dan indomie, udah nemu toko daging2an halal juga :D

Disini udah awal musim semi, tapi Masya Allah bgt dinginnya! Pemanas di kamar udah di poll-in pun tetep dingin :( Kasian si #AlifDipantara..kalo malem ingusan mulu jadinya..

Musim semi yang dingiin


Masih berjuang banget ngelawan jetlag..hoahm...jam tiga pagi waktu Muenster biasanya udah kebangun dan ga bisa tidur lagi..jadilah agak ngantuk pas waktunya belajar -_-

Masih berjuang juga buat ngapalin jalan..jadwal bis, dan hal-hal printilan lain. Plus harus rajin belajar! Kalo ngga, silakan menikmati keteteran dan ga bisa ngikutin pelajaran!

Berhubung di rumah belum ada internet, jadi cuma bisa internetan di tempat kursus, yang berarti sangat terbatas.

Jadi banyak jalan banget kemana-mana..kadang kaki sampe berasa gempor..semoga bisa cepet kurus!

Wednesday, March 26, 2014

First and Last Day in Office

Enam bulan lalu, tanggal 30 September 2013, pertama kali Saya gabung dengan kantor ini. Ketika makan siang, beberapa rekan tertawa-tawa dan teriak-teriak membahas soal sepatu *memang cara becandanya kayak gtu :D*. Sepatu kw, sepatu original beli di London pake poundsterling, dan saling hina lainnya. Karena masih baru, saya cuma diam, senyum-senyum dengerin.

Believe it or not, secara kebetulan, pas makan siang tadi rekan-rekan kantor mengulang percakapan waktu itu. Pembicaraan soal sepatu mahal dan sepatu kw, dan saling hina..haha :D Saat ini saya tentunya ikut ketawa dan kasih komentar. Entah kenapa..percakapan makan siang di hari pertama dan hari terakhir bisa berulang.

Sedih deh..akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal sama kantor dan rekan-rekan yang baik hati :')

Tuesday, March 25, 2014

Mengatasi Anak Susah Makan

Si @AlifDipantara (16 bulan), saat ini lagi masuk fase susah makan. Ga banget-banget susah sih, tapi dia agak pemilih. Kalo makanannya rasanya standar (agak-agak plain, semacem sayur2 bikinan pembantu), dia lepeh. Tapi kalo makanannya enak (dengan standar enak orang dewasa) semacem empal gentong, soto padang, soto ayam, dia makan bisa banyak banget! Nak, kamu tau aja mana yang enak..hiks..tapi mamakmu ini kan belum bisa masak begituan T_T

Sementara itu, dari pihak advisor pengasuhan anak (mamah dan kakak Saya) keukeuh bahwa si Alif itu kurang makan, underweight, sampe-sampe disangka TBC dan disuruh tes mantoux! Padahal dari dua dokter anak di rumah sakit yang berbeda, semua mengatakan berat badan dan milestone pertumbuhan Alif masih normal. Memang tidak gemuk, tapi tinggi dan lincah.

Gambar dari sini
Sejak si mbak pergi dan tak kembali, selama dua minggu Alif dititipkan di tempat uwanya pas Saya kerja. Yah..wawlohualam lah gimana cara pengasuhan mbaknya di sana..agak pasrah karena tidak melihat alternatif solusi lain. Setelah itu, @AlifDipantara sempat ikut eninnya (mamah saya) di Kuningan selama 10 hari. Di sana, jam 6 pagi Alif dikasih bubur tajin, lanjut susu. Jam 8, sarapan biasa. Jam 10, minum susu plus cemilan. Jam 12, makan siang dll..dll. Intinya, si bocah ga pernah dibiarkan ga ngunyah. Hasilnya, pipi jadi gembil, dan berat badan nambah. Kalo si bocah ga mau makan, mamah gendong dia, makan sambil liat-liat di luar rumah. Bahkan pernah sampe 3 jam! Saya sempet protes bahwa itu nantinya akan membentuk kebiasaan makan yang salah. Tapi yang ada malah kena semprot -_-. Syulit..beda generasi, beda cara pengasuhan.

Sebenernya kalo anak menolak makan harus gimana sih? Menurut sumber bacaan, seharusnya anak dibiarkan merasa lapar, biar dia paham bahwa "kalo lapar, harus makan". Ketika kita menawari dia makan dan anak menolak, TIDAK boleh dipaksa. Lebih baik beri jeda waktu sampe dia merasa lapar, misalnya tunggu 30 menit, kemudian tawarkan lagi untuk makan. Selain itu, jangan tawari dia cemilan atau susu ketika anak menolak makan. Ini cukup berhasil saya terapkan ketika Saya pegang langsung si bocah. Makan sambil duduk ditempat pun sempat sukses diterapkan. Tapi pastinya semua buyar setelah si Alif berkelana kesana kemari.

Setelah move on ke Jerman nanti, Alif akan banyak tinggal di rumah bersama Ayahnya. Padahal ayahnya pun masih harus kerja (dari rumah). Sementara Saya harus ikut les bahasa di sprachschule seharian penuh. Meal time ini akan jadi isu penting. Pastinya di sana ga akan nemu yang jual empal gentong, bubur ayam atau soto padang T_T kalo si Alif mogok makan makanan rumah!

Friday, March 21, 2014

Visanya keluar ^_^

Visa saya, suami dan si @AlifDipantara baru diajukan tanggal 12 Maret minggu lalu, padahal saya sudah beli tiket untuk saya sendiri, tanggal 30 Maret..uwow..agak-agak nekat yaa.. Pengajuan visa agak mepet karena ini-itu perintilan, mulai dari legalisir dokumen, terjemahan, general check up, dll..dll. Padahal penerima beasiswa yang satu lagi visanya sudah keluar dari tanggal 9, sementara punya Saya dan keluarga baru diajuin tgl 12! Meskipun mepet, tapi persyaratan memang dilengkapi selengkap-lengkapnya. Petugas visa di kedutaan memberikan jadwal pengambilan tanggal 17 Maret, "Coba dulu ya tanggal 17", katanya.

Hari Senin tanggal 17 kemarin, suami ke kedutaan dengan harap-harap cemas..apakah visanya sudah keluar? Apakah keluar semua atau punya saya saja. Yang ternyata, pulang dengan tangan hampa. Disuruh nunggu tanpa ada clue, kira-kira kapan si visa akan keluar.

Kemarin, Kamis tanggal 20, Saya coba e-mail ke bagian visa di kedutaan Jerman. Nanya, apakah visa kami bertiga sudah selesei. Tak lama, ada balasan yang isinya:

Dear  Mr Tatat*,

Your visas have been issued today and can be picked up.

Kind regards


Visa Section
Embassy of the Federal Republic of Germany

*ga sempet marah meskipun dipanggil mister :p

Yeyeyeyey!! Akhirnya segala usaha terbayar..visa keluarga yang dengan waktu normal butuh waktu 6-8 minggu, keluar dalam waktu seminggu. Alhamdulillah..bisa berangkat bareng Alif dan bapaknya :')

Meskipun begitu, rasa sedih kembali muncul, karena tinggal menghitung hari untuk ninggalin tanah air..keluarga, teman-teman, makanan kesukaan...


Monday, March 17, 2014

Greenland Forest Park Residence

Yup. Ini adalah komplek perumahan yang selama ini Saya tinggali sejak Desember 2011. Penemuan komplek perumahan ini di awali dengan informasi dari brosur yang sampai di tangan kakak Saya secara tidak sengaja. Hari itu sekitar bulan Juni 2010, kakak Saya bilang, "Nih..ada perumahan yang ga pake DP." Uwow..Saya dan calon suami (saat ini udah jadi suami dan udah berbuntut 1) langsung girang..soalnya saat itu beneran ga ada uang sama sekali..huoho..

Gerbang masuk satu pintu. Gambar dari sini

Mamah langsung ngajak kami survey lokasi, di Bojongsari, Depok. Pada awalnya banyak yang menyangka Greenland ini masuk wilayah Sawangan, padahal sih ternyata masuknya ke Bojongsari. Saat itu hanya ada gerbang masuk, pos satpam, dan dua rumah contoh. Sisanya masih berupa tanah merah bekas sawah yang diratakan.Ngobrol-ngobrol sama orang marketingnya, kami memutuskan oke..ambil aja yuk..Bismillah..semoga berjodoh sama rumah ini :).

Sekarang, mari kita ulas soal si Greenland Forest Park Residence ini. Greenland Forest Park Residence saat ini sudah menjadi satu RW sendiri, yaitu RW 13, masuk Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Perumahan ini mulai dipasarkan awal tahun 2010, dimulai dengan hanya satu cluster. Rumah Saya termasuk cluster kedua yang dipasarkan, yaitu cluster Samanea, yang artinya trembesi. Seharusnya, di depan tiap rumah di cluster Samanea ditanami pohon trembesi yang mampu menciptakan keteduhan. Sayangnya, ternyata yang ditanam hanya pohon palem yang ga bikin teduh :(. Saat dipasarkan, harga cashnya 167 juta rupiah..

Tampak depan rumah tipe 38. Gambar dari sini
Ada tiga tipe rumah yang ditawarkan, yaitu: tipe 38, 46, dan 65. Tipe 38 (luas bangunan 38 m persegi) adalah tipe terkecil, seperti rumah Saya. Aslinya, rumah saya memiliki luas bangunan 38 meter persegi dan luas tanah 72 meter persegi. Ada beberapa teman yang suka komen "ihh..kecil yaa"..Eng..kalo saja orang itu merasakan perjuangan pas bayar cicilannya, pasti dia ga akan komentar begitu :') *curcol dikit*. Setelah direnovasi bagian belakang dan menambah tiga ruangan untuk kamar kecil, ruang cuci, dan jemuran di lantai atas, total luas rumah kami jadi sekitar 100 meter persegi.

Fasilitas Perumahan
Fasilitas yang disediakan oleh developer pun cukup lengkap, yaitu mencakup: masjid, lapangan badminton, kolam renang, taman yang cukup luas (meskipun tidak seluas seperti yang dijanjikan di awal oleh developer), children play ground, dan toko/warung.
Play ground. Gambar dari sini
Perumahan ini menggunakan sistem satu pintu (cluster), jadi keamanan lebih terkontrol. Sebetulnya ada fasilitas lain yang seharusnya juga berfungsi, misalnya: jogging/bicycle track, function room, dll. Untuk jogging/bicycle track, posisinya terlalu mepet ke rumah-rumah di green belt. Hal ini membuat orang yang ingin menggunakan track merasa sungkan..serasa menggunakan halaman rumah orang untuk jogging -_-. Untuk function room, sejujurnya Saya senang karena pembangunannya batal. Jika jadi dibangun, akan menghabiskan lahan taman yang ada saat ini.


Fasilitas lainnya, sampai saat ini cukup berfungsi baik. Kolam renang misalnya, rajin dibersihkan dan terawat. Kalo saja Saya dan suami lebih rajin berenang, kami pasti langsing singset :D Saya pikir, dengan harga segitu dan fasilitas yang cukup lengkap, worth it lah yaaa..Lingkungannya oke buat anak kecil.

Lokasi dan Akses Transportasi
Pertama, lokasinya. Jauh bok dari pusat keramaian Jakarta. Dari rumah ke kantor Saya di Kemang membutuhkan waktu 70 menit naik motor. Kenapa naik motor? karena lokasi perumahan yang memang hanya terjangkau akses jalan raya. Stasiun kereta terdekat ada di Depok Baru (terminal Depok) atau Jombang (Ciputat). Membutuhkan waktu hampir satu jam dari Greenland menuju terminal Depok ataupun menuju Jombang. Jika ingin naik kendaraan umum, dari Greenland kita bisa naik ojek ke jalan raya depan, sekitar 1,8 km. Dari Jalan Raya, kita bisa naik angkot jurusan Lebak Bulus-Parung (106), menuju Lebak Bulus, atau naik Parung-Ciputat (029) menuju Ciputat. Normalnya, naik angkot menuju Lebak Bulus membutuhkan 45 menit sampai 1 jam. Sedangkan dari Greenland menuju Ciputat membutuhkan waktu 30-45 menit. Jika ingin menuju Depok, bisa naik ojek dari Greenland sampai ke pertigaan Bojongsari. Dari situ, bisa naik angkot 03 (Parung-Depok) menuju terminal Depok. Dari pertigaan Bojongsari menuju terminal Depok membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Point of interest apa aja yang ada di sekitar Greenland? Cukup lengkap dan memadai untuk kebutuhan perumahan keluarga. Beberapa rumah sakit bisa dijangkau dalam 15-30 menit, yaitu di antaranya: RSUD Depok (15 menit), RS Buah Hati Pamulang (30 menit), Rumah Sakit Puri Cinere (45 menit), RS Dompet Dhuafa (20 menit). Untuk memenuhi kebutuhan harian, tersedia dua super market yang cukup lengkap dan satu pasar tradisional besar, yaitu: Giant Bojongsari, Toserba Pujasari, dan pasar tradisional Parung. Pom bensin juga tidak terlalu jauh dijangkau, ada dua yang terdekat, di jalan menuju Sawangan dan di dekat pertigaan Wates. Beberapa bank seperti Bank Mandiri dan Syariah BNI, dapat dijangkau dalam 15 menit. Bahkan baru-baru ini, cabang Electronic Solution buka di dekat Greenland. Beberapa sekolah bagus juga tersedia di sekitar Greenland: salah satunya SMA 5 Depok, Sekolah Madania Parung, Sekolah Alam Arrahman Kids Gaplek-Ciputat, Sekolah Cakra Buana Depok, School of Universe Parung, Sekolah Alam Depok, dll.

Terus-terus jalanan sekitar sini macet ga sih? Emm..ya tergantung jam berapa kita lewat situ :D Tapi sejauh ini sih ketika nemu macet di satu titik, Saya masih bisa mengambil jalan alternatif menuju kantor.

Other pluses
Hal lain yang saya sukai dari Greenland adalah suasana tenang dan udaranya yang bersih. Perumahan pun tampak rapi dan asri. Salah satunya karena adanya larangan mengubah tampak depan rumah. Hal ini menyebabkan tampilan yang seragam dan rapi. Menanam pohon adalah hal yang sangat dianjurkan oleh developer. Setahun lalu, kami menanam pohon mangga depan rumah, dengan harapan nanti bisa makan mangga gratis plus sekaligus bisa menyejukkan rumah. Kalo saja Saya work from home dan tidak harus berlama-lama di jalan, hidup pasti terasa lebih indah dan sehat :0 Karena lokasi yang di pinggiran dan mepet Bogor, banyak tempat rekreasi keluarga non-mall yang dekat dari Greenland, seperti: Parung Farm, Godong Ijo, peternakan kambing ettawa, dll. Oh ya..perumahan Greenland ini bebas banjir loh yaa :D



Minuses
Lokasinya jauh dari pusat keramaian kota Jakarta, misalnya perkantoran, mall besar, dll. Hal ini menyebabkan biaya transportasi mahal (dgn naik taksi) jika kita ingin pergi ke pusat keramaian kota Jakarta semacem ke PIM, dll. Bahkan ke kantor pun butuh waktu minimal sejam. *mulai cape jadi komuter* Kekurangan lainnya adalah lebar jalan yang minimalis..sempit..jadi terasa kurang privacy antara rumah Saya dengan rumah tetangga depan.

Sampe sekarang sih Saya masih merasa tidak menyesal membeli rumah di Greenland ini. Harga terjangkau, dan fasilitas lengkap. Apalagi harga pasaran saat ini sudah mencapai dua kali lipat!

Info tambahan
Saat ini developer Greenland tidak lagi memasarkan karena semua unit sudah sold out. Katanya sih developer Greenland akan membuka dan memasarkan cluster baru, tapi entah kapan.