Friday, July 4, 2014

Homesick

*Disclaimer: ga maksud ngeluh, cuma curhat :D

Homesick itu kalo pas Ramadhan gini ga bisa jajan-jajan nyicip makanan khas Ramadhan sepuasnya..
Plus kalo ga bisa makan goreng aci buatan mamah..
Plus ga bisa nemu pisang yang bener buat bikin kolek pisang..
Plus kalo ga bisa sering-sering buka bersama teman-teman dan handai taulan..
Plus kalo pengen nongkrong sambil curhat sama besties, tapi ngga ada yang bisa diajakin nongkrong dan curhat panjang lebar pake bahasa Indonesia.. (kalo curhat pake Enggres atau Deutsch harus sambil mikir bahasanya juga)




Meskipun begitu, masih ada beberapa berkah yang patut disyukuri :')
Bisa puasa di sini sama Bapake plus Alipo..ngga kebayang kalo waktu itu visa mereka ga keluar T_T
Plus jadi lebih bisa memaknai puasa..mungkin kedengeran klise..tapi yaa..gtu deh :D
Ini pertama kalinya saya puasa 19 jam (karena matahari baru terbenam jam 10 malem), tapi alhamdulillah masih kuat..

Biar bisa makan enak, saya harusnya:
  1. Lebih rajin eksperimen bahan makanan dan lebih rajin masak
  2. Lebih rajin eksperimen bahan makanan dan lebih rajin masak
  3. Lebih rajin eksperimen bahan makanan dan lebih rajin masak
Okayy..sekian dulu curhat geje-nya =)



Saturday, June 21, 2014

Allwetterzoo Münster

Suatu hari waktu di kereta saya ga sengaja baca bahwa tanggal 2 Mei adalah hari ulang tahun Kebun Binatang  Münster (Allwetterzoo Münster) yang ke 40. Hari itu, harga tiket masuk ke kebun binatang yang tadinya 16,90 Euro per orang, jadi cuma 3 Euro, sesuai dengan harga tiket masuk 40 tahun yang lalu!


Meskipun hari itu hari Jumat (bukan weekend) dan luar biasa dingin, saya, @alifdipantara dan bapake bertekad kuat untuk tetap ke kebun binatang. Sepulang saya kursus, jam 2 siangan kami meluncur naik bus ke arah kebun binatang. Kebun binatang ini bisa dicapai dengan naik bus No. 14 dari Hauptbahnhof (stasiun). Saya pikir ga bakal terlalu rame karena masih hari kerja..ternyata..tentu saja salah, mengingat orang Jerman juga sangat suka gratisan/diskonan. Bis jurusan "Zoo" ini lumayan penuh dengan ibu-ibu dan anak-anak seumuran TK/SD. Plus bayi-bayi berstroller semacem si Alipo. Terlihat juga beberapa orang kakek-nenek yang ingin bernostalgia di kebun binatang.

Jadi kebun binatang Münster ini diresmikan sebagai kebun binatang umum pertama kali tanggal 2 Mei 1974, dengan luas sekitar 30 Hektar. Terdapat sekitar 306 spesies binatang, dengan total keseluruhan binatang mencapai 300-an ekor, mulai dari binatang yang hidup di Kutub, yang hidup di safari Afrika, hingga kawan saya sebangsa setanah air, si Orangutan dari Kalimantan.

Untuk binatang-binatang dari negara tropis dan berbagai jenis spesies burung, ditempatkan di dalam ruangan-ruangan khusus yang hangat. Sedangkan binatang-binatang yang lebih tahan dingin tentu saja ditempatkan di luar.

Beruang kutub, cuaca dingin ga masalah buat dia pastinya :D
Karena bagian indoornya yang juga cukup luas, kebun binatang ini tetap bisa dikunjungi di musim dingin. Karena itu juga namanya "Allwetterzoo" yang berarti, kebun binatang yang bisa dikunjungi sepanjang tahun, di musim apapun. Beberapa bagian di kebun binatang ini di antaranya: Biocity, Robbenhaven (tempat pertunjukkan Lumba-lumba), dan Pferdemuseum (museum Kuda). Kebun binatang ini juga menyediakan program khusus untuk anak-anak, yang tentunya si Alipo mah belum bisa ikutan.

Di Jerman sini, harga tiket masuk kebun binatang termasuk kategori mahal. Soalnya uang tiket itu benar-benar digunakan untuk perawatan binatang-binatang serta fasilitas yang nyaman buat pengunjung. Meskipun tiket masuk sudah lumayan mahal, kebun binatang juga memiliki beberapa sponsor yang biasanya berasal dari perusahaan atau bank, atau bahkan perorangan. Kasus-kasus binatang kurus kurang makan atau mati benar-benar ga akan terjadi di sini. Kebun binatang di Jerman biasanya menawarkan juga tiket abonemen tahunan buat para pencinta binatang. Mereka bisa berkunjung sesering mungkin dengan harga lebih murah.


Si Alipo sendiri paling seneng pas lihat gajah, karena selama ini dia cuma lihat gajah lewat buku. Dia juga udah mulai bisa nyebutin nama-nama binatang: gajah..japah (jerapah), uda (kuda), ikang (ikan), bu'ung (burung), dll. Ketika lihat Orangutan, tak lupa saya sebutkan bahwa binatang ini asalnya sama dengan kami, dari sebuah negara kepulauan yang ribuan kilometer jauhnya dari Münster.

Si Orangutan
Kami habiskan hampir 3 jam untuk ngiterin kebun binatang. Sebenernya sih pengen lebih lama..sayangnya sore itu cuaca makin dingin. Sudah pasti saya akan balik lagi kesini, mungkin nunggu si Alipo agak gede dikit..biar dia bisa belajar lebih banyak di sini. Kalo saya sih bukan termasuk penggila binatang, tapi juga ngga benci. Biasa-biasa aja. Tapi demi anaknya belajar, tak apalah saya sering2in ke bonbin *asal pas lagi diskon tentunya* :D

Friday, May 30, 2014

Friday, May 23, 2014

Pemilu 2014

Sekali-kali nulis tema yg agak serius ah.. :D

Hari Minggu tgl 25 Mei besok, di kota tempat saya tinggal, Münster, akan diadakan dua pemilu: pemilu Eropa (untuk milih Parlemen Uni Eropa) dan Kommunalwahl (pemilu kota Münster, untuk milih parlemen kota). Saking pentingnya pemilu buat orang Jerman, guru saya di sprachschule sengaja make waktu lebih dari sejam buat ngomong soal politik Jerman. Sistem politik, partai-partai di Jerman, dll. Menurut dia, tingkat partisipasi warga Jerman dalam pemilu sangat tinggi, hampir 80%, dan hampir semua tentunya pemilih terdidik (yang paham betul soal siapa calon yang akan dipilih serta konstelasi politik Jerman). Ketika saya nanya soal golput di Jerman, dia bilang kalo golput itu jelek..kita nanti ga punya hak untuk protes ketika pemimpin terpilih melakukan kesalahan. Well..saya pikir, untuk konteks Jerman itu berlaku. Tapi untuk konteks Indonesia... *_*

Berhubung sekarang di Indonesia lagi persiapan pilpres, tentu saya senang dengan tema bahasan kali ini. Minggu lalu, saya dan suami bela-belain jalan ke Duisburg untuk lapor diri karena di acara PPI Duisburg, KJRI Frankfurt buka stand buat lapor diri. Kenapa harus lapor diri? Karena saya pengen banget ikut milih di pilpres nanti. Untuk pilpres nanti, saya sependapat dengan pendapat guru saya, kalo kita ga ikut milih, nanti calon yang menurut saya bagus kehilangan satu suara.



Saya ga mau banget kalo nanti yang menang adalah kandidat yang didukung oleh partai-partai oportunis pencari kekuasaan. Sebelum nulis postingan ini, saya lihat di facebook, postingan orang-orang tentang Jokowi dan Prabowo, kedua kandidat capres. Banyak yang isinya black campaign ataupun muji-muji salah satunya.

Yang lucu, postingan simpatisan partai 'kader' :D isinya agak ga masuk akal, baik ketika memblack campaign calon lawan, ataupun ketika memuji-muji calon yang didukung partainya. Tapi karena saya mengakui kebebasan berpendapat semua orang, yauwis lah...biarin aja. Kadang-kadang memang banyak orang yang dibutakan partai..ga mau melihat apakah partainya korupsi, apakah partainya jujur, atau tidak. "Yang penting, gw dukung partainya!"  Sejujurnya, dulu waktu jaman kuliah saya sempet simpati sama partai yang isinya kebanyakan anak muda dan terdidik ini. Saat itu, perilaku politiknya santun, saya suka. Makin lama, makin aneh sepak terjang politikus2 partai ini. Wajar kalo saya jadi antipati.

Balik ke soal pemilu, jika akhirnya bisa ikut berpartisipasi, saya sudah tentukan pilihan. Saat ini saya yakin, dia calon yang terbaik. Tapi jika dimasa yang akan datang nanti dia (dan timnya) berbuat sesuatu kesalahan fatal semacem korupsi, dll, ya tentu ga ada alasan lagi buat mendukungnya. *..maap..agak emosi liat timeline facebook :D*

Tuesday, May 20, 2014

Rayuan Pulau Kelapa

Hari Sabtu kemarin Saya menghadiri Indonesien Tag yang diadakan sama PPI Duisburg-Essen. Di sana ada pertunjukkan tari-tarian tradisional Indonesia semacem Tari Topeng (Jawa Barat), Tari Saman (Aceh), permainan Angklung, dan lain-lain.

Waktu nonton tim Angklung maenin lagu ini,


..berkaca-kaca deh :')  *sedikit lebay yaa*
Untung di sana banyak makanan Indonesia dan orang-orang Indonesia..jadi berkaca-kacanya bentar doang :D

Wednesday, May 14, 2014

Belajar Bahasa Jerman (lagi) #1

Mulai awal April kemarin sampai September, kerjaan saya adalah belajar bahasa Jerman di Kapito Sprachschule Muenster. Itu aja. Belum ada kuliah, karena kuliah saya akan mulai Oktober nanti. Di bulan September, saya harus ikut TEST DAF (semacem TOEFLnya bahasa Jerman).

Dulu banget waktu masih kuliah di U-En-Pe-A-De saya pernah les Jerman privat iseng-iseng sama temen yang kuliah di jurusan sastra Jerman. Ya..namanya iseng-iseng, cuma tahan 2 bulanan, terus brenti. Setelah itu, saya baru mulai belajar lagi Bahasa Jerman pas udah mutusin mau ambil beasiswanya. Itupun, cuma lewat android apps "Duolingo". Pengen les Goethe, ga ada waktu dan no hepeng. Plus saya pikir, ntar begitu nyampe Jerman juga masuk kursusnya di kelas beginner.

Singkat cerita pas hari pertama kursus, semua anak DAAD ditanya, level Bahasa Jermannya apa. Saya jawab "beginner, but not an absolute beginner". Ternyata oh ternyata..jawaban saya jadi boomerang..karena jawaban itu, saya harus ikut placement test. Sementara anak-anak yang "absolute beginner", ga perlu ikut placement test dan langsung masuk kelas beginner (A1). Parahnya, hasil tes menempatkan saya di kelas A2, yang mana ketika udah mulai belajar, saya bener-bener buta sampai pengen nangis ditempat T_T. Saya ga paham sama sekali gurunya ngomong apa, mana di kelas ga boleh sama sekali pake Inggris. Sempat dua kali saya nyoba mau pindah ke kelas A1, tapi selalu ketauan sama pihak Sprachkurs dan dinasehatin bahwa sebaiknya saya di kelas A2, karena univ saya mengharuskan mahasiswanya menyerahkan sertifikat TEST DAF. Katanya, kalo saya di kelas A1, saya ga akan mampu ngerjain soal TEST DAFnya. Saya ditawari untuk nyoba dulu di kelas A2, kalo merasa ga mampu, setelah 2 minggu boleh turun ke A1. Pihak sprachkurs pun menyarankan saya untuk ikut kelas tambahan dua kali seminggu, plus kalo merasa perlu, disarankan untuk ikut kelas homework helf sore-sore.

Foto dari sini


Akhirnya, bismillah aja lah..saya berusaha keras banget..kayaknya dobel dibanding anak-anak lain di kelas. Soalnya kalo ngga, saya cengo sorangan teu ngarti..plus gengsi laah...malu kalo keliatan bego dikelas -_- Saya minta soal latihan sebanyak-banyaknya, rajin nyatet, rajin belajar, dsb. Jam kursus yang seharusnya cuma Senin-Jumat jam 09.00-12.30, jadi ditambah kelas intensif tiap Selasa & Rabu, dari jam 13.30-15.00. Plus kalo ada grammar yang buta sama sekali, saya ikut kelas Homework Help dari jam 15.00-17.00.

Menjelang tes rutin yang dilaksanakan pada minggu ke-3 dan ke-4, saya belajar makin lebay. Bangun jam 2 pagi pas bocah masih tidur, langsung belajar grammar, ngulang-ngulang latihan, dll. Semua kerja keras mulai terlihat hasilnya di minggu ke 4. Hasil tes yang pertama nilainya lumayan baguus :D Plus jadi lebih bisa paham pelajaran-pelajaran selanjutnya. Saya mulai bisa memahami 80 % omongan guru di kelas. Kalo belanja di supermarkt, udh bisa ngomong ato nanya pake bhs jerman. Yang jadi masalah, seringkali orang yang saya tanya ngejawab cepet-cepet dikira saya ngerti -_-.

Menginjak pertengahan bulan kedua kursus, Saya masih merasa kurang banyak belajar. Kemampuan listening, speaking dan writing saya masih perlu terus diasah *yaiyalah..kalo udah jago mah ga perlu kursus lagi keles!

Sekian curhat geje dari Saya,
Tschuss!

Saturday, May 3, 2014

Wisata Murah di Godong Ijo

Jadi, lokasi rumah kami di Depok sangat mepet Bogor. Wilayahnya masih tampak ijo-ijo dan banyak sawah *alias masih kampuang*. Selain itu, beberapa lokasi wisata edukasi lingkungan banyak tersedia dan dapat dicapai dalam waktu 15-30 menit saja. Beberapa di antaranya adalah Pertanian Organik Parung Farm dan Godong Ijo. tentang Parung Farm, udah pernah dibahas di sini. Nah, sekarang lagi pengen bahas tentang Godong Ijo.

Godong Ijo berlokasi di Jalan Raya Cinangka, Kota Depok. Jika menggunakan angkot dari Lebak Bulus bisa naik angkot 106 jurusan Lebak Bulus-Parung, dengan ongkos sekitar Rp. 6.000. Jika dari Depok, bisa menggunakan angkot 03 jurusan terminal Depok-Parung dan turun di pertigaan Bojongsari. Dari pertigaan Bojongsari, nyebrang dan ganti angkot 106 yang menuju Lebak Bulus, sekitar 10 menit. Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari Lebak Bulus bisa lewat Ciputat atau Pondok Cabe. Dari pertigaan Gaplek lurus terus menuju arah Parung. Setelah pertigaan Wates, bersiap-siaplah mengawasi sebelah kanan jalan. Lokasi Godong Ijo tidak jauh dari pertigaan Wates (pertigaan yang ada pom bensin dan berbagai jenis toko).

Taman di Godong Ijo
Godong Ijo sebetulnya merupakan lokasi pembibitan dan pengembangan tanaman. Namun selain itu, Godong Ijo juga menyediakan edukasi tentang lingkungan, tanaman, binatang, dll untuk anak-anak. Di Godong Ijo terdapat green house, kolam ikan, demplot (demonstration plot) yang terdiri berbagai jenis tanaman seperti buah naga, kakao, dll, kandang iguana, kura-kura raksasa, dan taman vertikal yang katanya adalah taman vertikal pertama yang ada di Indonesia. Banyak juga taman kanak-kanak atau SD yang menjadikan Godong Ijo sebagai tujuan wisata edukasi untuk para siswanya.

Green house berisi berbagai jenis tanaman. Memiliki timer sendiri untuk penyiraman. Jangan kaget kalo ujug-ujug ada air nyembur!
Di Godong Ijo juga terdapat kolam pemancingan ikan, lengkap dengan tempat duduk-duduk untuk makan dan mancing di pinggirnya. Jika lapar, pengunjung bisa memesan makanan dari Botanical Cafe yang disediakan oleh Godong Ijo. 

Kolam ikan di depan Botanical Cafe
Masuk ke Godong Ijo sendiri GRATIS loh. Kita hanya harus membayar jika akan memancing dan tentunya jika memesan makanan dari Botanical Cafe. Untuk memancing, kita harus membayar Rp. 100.000. Sedangkan untuk harga makanan di Botanical Cafe, antara Rp 20.000-80.000. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar. Pengecualian hanya untuk anak-anak batita yang makanannya masih spesifik.

Bagong, si Kura-kura, berasal dari Seychelles, Afrika
Godong Ijo ini sangat cocok sebagai alternatif wisata edukasi untuk anak-anak mulai usia 3 tahun. Saya berkunjung kesana dua kali, yang pertama hanya dengan Alif dan ayahnya, yang kedua dengan ibu dan kakak, dan ponakan-ponakan yang saat itu berusia 3,5 tahun. Alif sendiri waktu diajak kesana belum terlalu paham, karena saat itu dia baru 9 bulan -_-. Sementara dua keponakan Saya, sangat girang melihat ikan koi besar, kura-kura raksasa, iguana, dan lain-lain. Meskipun tidak terlalu luas, tapi anak-anak bisa belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan di sana!

Si Iguana yang kesepian


Alamat Godong Ijo

Jl. Cinangka Raya KM 10 No. 60 Serua
Bojongsari – Depok
Jawa Barat 16517 – Indonesia
Telp: 021 – 74710678
Fax : 021 – 741-3334
E-mail: indo@godongijo.com
www.godongijo.com