Showing posts with label Nord-Rhein Westfalen. Show all posts
Showing posts with label Nord-Rhein Westfalen. Show all posts

Thursday, October 2, 2014

Cerita dari Münster

Daripada stress liat berita politik Indonesia yang suram, mending ngeblog hal-hal yang menyenangkan :) Salah satu hal menyenangkan menurut saya adalah Kota Münster. Dari bulan April sampai akhir Sept, kami sekeluarga tinggal di Münster. DAAD menempatkan saya untuk belajar Bahasa Jerman selama enam bulan di Kapito Sprachschule Münster.

Kami pertama kali tiba di Münster tanggal 31 Maret 2014, setelah mendarat di Frankfurt dari Indonesia. Frankfurt-Münster dengan kereta ditempuh kira-kira 4 jam (dengan kereta ICE). Keluar dari Hauptbahnhof, kami langsung nyari bis yang menuju ke flat kami di Kinderhaus (Flat furnished ini udah disewa duluan lewat agen). Saat itu cuaca musim semi masih sangat dingin..mungkin sekitar 7 derajat. Dengan bawaan segambreng, kami naik bus nomor 15 jurusan Kinderhaus Brüningheide.

Sampai di flat, ambil kunci di tetangga, dikasih tau ini itu soal pemanas (Heizung), exhaust, mesin cuci, dll. Flat yang kami sewa ini cukup luas, sekitar 75 meter persegi, dengan harga 590 Euro *nangis bombay *mahalnyoo. Terletak di lantai dasar (Erdgeschoss) dengan perabotan dan dapur lengkap plus sepetak halaman berumput. Ya..alhamdulillah lah untuk memulai hidup baru. Karena perbekalan dari Indonesia cukup lengkap untuk awal-awal, kami tidak langsung belanja bahan makanan. Sedikit beras (plus rice cookernya), sambel bu rudi, makanan kering, bumbu bamboe, dll jadi andalan.

Keesokan harinya, mulailah kami menjajaki kota. Münster terletak di Bundesland (negara Federal, kalo di Indonesia semacem provinsi) Nord Rhein Westfalen atau dalam bahasa Inggris North Rhine Westphalia. Letak Münster sekitar 1-3 jam dari Dortmund, Köln (inggrisnya: Cologne), Bonn (bekas ibu kota Jerman Barat), dan Düsseldorf (ibukota Bundesland Nord Rhein Westfalen). Yang terpenting, Münster ini letaknya berdekatan dengan Osnabrück, kota tempat saya akan melanjutkan studi nanti :D

Bundesland Nord-Rhein-Westfalen sendiri sebetulnya terdiri dari dua wilayah, yaitu Nord Rhein (di sebelah utara sungai Rhein) dan Westfalen. Kota-kota yang dialiri sungai Rhein seperti Düsseldorf, Köln, Bonn masuk wilayah Nord-Rhein. Sementara Münster, fitrahnya masuk wilayah Westfalen. Nord-Rhein Westfalen dijadikan satu bundesland oleh Inggris, pasukan Sekutu yang menguasai wilayah ini setelah Perang Dunia II. Nord Rhein-Westfalen adalah bundesland yang penduduknya paling banyak se-Jerman.

Münster sendiri tidak sebesar kota-kota Jerman yang terkenal secara internasional semacem Frankfurt atau Berlin. Yang menarik, sebagian besar penduduk Münster adalah mahasiswa. University of Münster adalah universitas terbesar keempat di Jerman. Selain terkenal sebagai kota pelajar, Münster juga terkenal sebagai "kota PNS" atau "Beamte Stadt", karena sebagian besar orang dewasanya bekerja sebagai PNS. Karena "Beamte Stadt" itu pula, penduduk Münster sebagian besar makmur (tajir). Di Jerman, gaji PNS termasuk besar :D Kemakmuran inilah yang menyebabkan biaya hidup di Münster mahal. Biaya sewa flat/apartemen/kos-kosan cukup mahal.

Meskipun mahal, ada sisi positif yang membuat Münster akan selalu dikenang ;) Kota ini sangat rapi dan cantik. Perbandingannya bukan kota-kota di Indonesia, tapi kota-kota lain di Jerman. Setelah melihat beberapa kota di sini, saya baru paham, bahwa ada juga kota-kota yang agak semerawut *meskipun ya ga separah Jakarta* :D. Sebagai "Beamte Stadt", tentunya pemerintah kota Münster menyediakan dana berlebih untuk menjaga kerapian dan kecantikan kotanya. Altstadt (kota tua) Münster sangat bersih dan rapi. Padahal kota ini 80% hancur setelah perang dunia dua. Pemerintah kota melakukan rekonstruksi secara sempurna. Ga keliatan kalo Münster pernah porak-poranda.

pemandangan malam di Prinzipalmarkt, kota tua Münster
Münster punya banyak tempat yang bisa digunakan warganya untuk bersantai. Yang pertama adalah Promenade. Promenade ini bentuknya jalan kecil yang kiri-kanannya ditumbuhi pepohonan, melingkari bagian dalam kota (zentrum). Promenade ini panjangnya sekitar 4,5 km. Menurut saya, Promenade ini masterpiece nya Münster! Ini salah satu kelebihan Münster yang tidak dimiliki kota-kota lain di Jerman. Promenade hanya boleh dilewati sepeda dan pejalan kaki. Kota lain, misalnya Osnabrück, punya juga semacem Promenade. Namun panjangnya hanya 500 meter.

Promenade Münster. Photo taken by Rüdiger Wölk
Jalur utama biasanya digunakan untuk sepeda. Jalur pejalan kaki terletak di pinggir kanan dan kiri. Tanpa mobil, tanpa motor! Sebagai mantan penghuni Jakarta yang mobil dan motornya brutal, Promenade ini berkah banget buat saya :D Menurut sejarah, promenade ini dulunya adalah benteng pertahanan yang mengelilingi kota. Ketika benteng dirubuhkan, warga kota menginginkan kehijauan dan keasrian kota tetap terjaga dengan membuat promenade seperti yang sekarang. Saat ini promenade biasanya digunakan warga sebagai tempat jogging, sepedaan, atau sekedar jalan kaki menghirup udara segar. Jika kita menusuri Promenade, kita bisa menemukan taman-taman hijau cantik serta bangunan-bangunan tua yang tersembunyi di tengah rimbun pohon.

Masterpiece nomor dua dari Münster menurut saya adalah Aasee (danau). Aasee ini adalah danau buatan seluas 40,2 hektar dan panjangnya kira-kira 2,3 km. Yang membuatnya keren adalah ruang terbuka hijau di sekitar Aasee. Lega, rapi, dan hijau. Orang bisa grillen (barbeque-an), ngerayain ulang tahun, duduk-duduk baca buku, liatin bebek berenang, main sama anak-anak, bahkan, beberapa anak muda sunbathing kayak di pantai pas cuaca cerah. Selain beraktifitas di pinggirannya, kita juga naik sepeda air (semacem bebek-bebekan kayuh) mengelilingi Aasee. Tarik napas...hemmm...ahhh...membayangkannya saja saya jadi relax :)

salah satu tepi Aasee Münster
Tempat-tempat lain yang sungguh memanusiakan manusia adalah banyaknya playground dan taman. Taman-taman dan playgroundnya luas, dengan banyak mainan, dan gratis. Anggap saja saya mengalami culture shock (alias norak :p). Tapi hal-hal kecil seperti itulah yang betul-betul saya nikmati.

Saturday, June 21, 2014

Allwetterzoo Münster

Suatu hari waktu di kereta saya ga sengaja baca bahwa tanggal 2 Mei adalah hari ulang tahun Kebun Binatang  Münster (Allwetterzoo Münster) yang ke 40. Hari itu, harga tiket masuk ke kebun binatang yang tadinya 16,90 Euro per orang, jadi cuma 3 Euro, sesuai dengan harga tiket masuk 40 tahun yang lalu!


Meskipun hari itu hari Jumat (bukan weekend) dan luar biasa dingin, saya, @alifdipantara dan bapake bertekad kuat untuk tetap ke kebun binatang. Sepulang saya kursus, jam 2 siangan kami meluncur naik bus ke arah kebun binatang. Kebun binatang ini bisa dicapai dengan naik bus No. 14 dari Hauptbahnhof (stasiun). Saya pikir ga bakal terlalu rame karena masih hari kerja..ternyata..tentu saja salah, mengingat orang Jerman juga sangat suka gratisan/diskonan. Bis jurusan "Zoo" ini lumayan penuh dengan ibu-ibu dan anak-anak seumuran TK/SD. Plus bayi-bayi berstroller semacem si Alipo. Terlihat juga beberapa orang kakek-nenek yang ingin bernostalgia di kebun binatang.

Jadi kebun binatang Münster ini diresmikan sebagai kebun binatang umum pertama kali tanggal 2 Mei 1974, dengan luas sekitar 30 Hektar. Terdapat sekitar 306 spesies binatang, dengan total keseluruhan binatang mencapai 300-an ekor, mulai dari binatang yang hidup di Kutub, yang hidup di safari Afrika, hingga kawan saya sebangsa setanah air, si Orangutan dari Kalimantan.

Untuk binatang-binatang dari negara tropis dan berbagai jenis spesies burung, ditempatkan di dalam ruangan-ruangan khusus yang hangat. Sedangkan binatang-binatang yang lebih tahan dingin tentu saja ditempatkan di luar.

Beruang kutub, cuaca dingin ga masalah buat dia pastinya :D
Karena bagian indoornya yang juga cukup luas, kebun binatang ini tetap bisa dikunjungi di musim dingin. Karena itu juga namanya "Allwetterzoo" yang berarti, kebun binatang yang bisa dikunjungi sepanjang tahun, di musim apapun. Beberapa bagian di kebun binatang ini di antaranya: Biocity, Robbenhaven (tempat pertunjukkan Lumba-lumba), dan Pferdemuseum (museum Kuda). Kebun binatang ini juga menyediakan program khusus untuk anak-anak, yang tentunya si Alipo mah belum bisa ikutan.

Di Jerman sini, harga tiket masuk kebun binatang termasuk kategori mahal. Soalnya uang tiket itu benar-benar digunakan untuk perawatan binatang-binatang serta fasilitas yang nyaman buat pengunjung. Meskipun tiket masuk sudah lumayan mahal, kebun binatang juga memiliki beberapa sponsor yang biasanya berasal dari perusahaan atau bank, atau bahkan perorangan. Kasus-kasus binatang kurus kurang makan atau mati benar-benar ga akan terjadi di sini. Kebun binatang di Jerman biasanya menawarkan juga tiket abonemen tahunan buat para pencinta binatang. Mereka bisa berkunjung sesering mungkin dengan harga lebih murah.


Si Alipo sendiri paling seneng pas lihat gajah, karena selama ini dia cuma lihat gajah lewat buku. Dia juga udah mulai bisa nyebutin nama-nama binatang: gajah..japah (jerapah), uda (kuda), ikang (ikan), bu'ung (burung), dll. Ketika lihat Orangutan, tak lupa saya sebutkan bahwa binatang ini asalnya sama dengan kami, dari sebuah negara kepulauan yang ribuan kilometer jauhnya dari Münster.

Si Orangutan
Kami habiskan hampir 3 jam untuk ngiterin kebun binatang. Sebenernya sih pengen lebih lama..sayangnya sore itu cuaca makin dingin. Sudah pasti saya akan balik lagi kesini, mungkin nunggu si Alipo agak gede dikit..biar dia bisa belajar lebih banyak di sini. Kalo saya sih bukan termasuk penggila binatang, tapi juga ngga benci. Biasa-biasa aja. Tapi demi anaknya belajar, tak apalah saya sering2in ke bonbin *asal pas lagi diskon tentunya* :D