Friday, March 7, 2014

Feeling blue

Ada dua hal yang membuat Saya sedih hari ini, bahkan sejak jam 6 pagi tadi.

Pertama, tadi pagi @AlifDipantara berangkat bersama kakak Saya sekeluarga menggunakan mobil ke Kuningan. Jadi ceritanya besok ada nikahan salah satu keponakan (anaknya sepupu). Saya dan suami akan berangkat naik kereta jam 20.40 nanti malam. Dengan pertimbangan ini itu, akhirnya Alif berangkat dengan uwa nya pagi ini.

Sebelum berangkat, si Bocah kayaknya udah nyadar kalo emaknya ga akan berangkat bersama dia. Mungkin karena melihat semua orang sudah rapi dan sibuk bersiap-siap (termasuk Alif sudah mandi dan makan), sementara Saya masih pake baju tidur. Dia mulai rewel nempel dan ga mau turun. Akhirnya Saya bawa jalan-jalan keluar..saat itu baru menunjukkan jam enam kurang 15 menit.

Kakak Saya dan anak-anaknya sudah masuk mobil. Saya mulai membawa Alif mendekati mobil, siapa tau dia mau sukarela tanpa ngamuk-ngamuk untuk naik. Ternyata benaar..melihat kakak-kakaknya terlihat gembira dalam mobil, dia minta naik. Sambil dia naik, air mata emaknya mulai berlinang T_T. Abis itu Saya langsung serah terimakan dia ke kakak Saya, mumpung anaknya ga nangis2 drama. Saya langsung masuk rumah dengan berderai air mata..huhuahua..*lebay*

Kedua, hari ini Mba Bos yang sejak awal Maret diangkat sebagai manager, baru saja balik dari bistrip ke Johannesburg, ikut rapat yang mana seharusnya Saya ikut. Yang bikin sedihnya, karena Saya ga bisa menyampaikan langsung pengalaman sebagai bagian dari tim virtual ini. I've been handling (4 countries in) Asia by myself for this program. Pas waktunya tim virtual ini akan ketemu, Saya ga bisa ikut karena telah memutuskan untuk lanjut kuliah keluar nagreg akhir bulan ini T_T.

Mba Bos sebelum berangkat pun sempat berkata "Ihh..sedih ya..harusnya kan kita berangkat bersama".. Plus seorang teman kantor nyamperin meja dan bilang "Ahh..it should be you who's going to Johannesburg". Tapi ya gimana ya..kan udah ambil keputusan, ga boleh menyesal! *lap-lap ingus sambil ngetik*

Eniwei, Mba Bos bawain oleh-oleh lucu dari South Africa, good health tribal beads, hand made souvenir by South African. Suka deh barang original hand made kayak gini. Semoga betulan attract good health untuk Saya dan keluarga :')

Tuesday, March 4, 2014

Melatih Anak Bersabar Menunggu

Ini PR besar buat Saya dan Ayahnya, untuk membuat si @alifdipantara (14,5 months) lebih sabar... Kalo diperhatiin, si bocah ini gampang banget marah-marah kalo minta apa-apa, sangat-sangat mirip Saya -_-. Pas kemaren ga sengaja nemu artikel ini, yuk mari disimpen biar ga lupa..
------------------------------------------------------

Melatih Anak Bersabar Menunggu*

KOMPAS.com - Di sebuah taman yang indah di Paris, seorang ibu berpenampilan menarik dengan gaya modis, terlihat asyik menikmati waktu bersama anaknya berusia lima. Sang ibu duduk membaca buku, sementara si kecil sibuk bermain. Beberapa saat kemudian, sang anak mendatangi ibunya dan berkata, "Ibu", sebelum melanjutkan perkataannya, anak lima tahun ini menunggu ibunya memalingkan wajah dari buku kepada dirinya. Lalu ia melanjutkan, "Mau jajan". Dengan tenang sang ibu berkata, "Kamu hanya dapat satu kali jatah jajan hari ini, dan itu masih satu jam lagi." Sang anak memahami, dan ia melanjutkan bermain.

Peristiwa ini bukan fantasi dan bisa dialami semua ibu dan anak di mana saja. Pamela Druckerman, penulis best seller dan pengelola workshop pengasuhan anak di Amerika Serikat mengatakan sikap mental orangtua yang tenang dan anak yang bebas tantrum seperti ini kerap ia temui saat pindah ke Paris. Menurutnya, para orangtua di Perancis melatih sikap mental anak seperti ini sejak belia.

Anda pun bisa melatih si kecil sejak belia untuk memiliki sikap mental seperti ini dengan tiga cara.

1. Beri anak kesempatan latihan menunggu.
Menumbuhkan sikap sabar pada anak membutuhkan latihan terus menerus. Berikan kesempatan pada anak Anda untuk berlatih sabar dan menunggu. Para peneliti menemukan bahwa anak yang sabar menunggu adalah mereka yang memiliki kemampuan mengalihkan perhatian. Misalnya, dengan bernyanyi atau melakukan aktivitas seru di depan cermin saat mereka harus menunggu sesuatu misalnya.

Orangtua di Perancis telah mempraktikkan ini. Mereka tidak mengajarkan anaknya untuk menemukan cara mengalihkan perhatian. Anak terlatih dengan sendirinya untuk mengalihkan perhatian, dengan sikap sederhana dari orangtuanya, yakni orangtua sering mengatakan "Tunggu ya", saat anak mulai meminta sesuatu. Anak akan meresapi kata-kata "Tunggu" dan mencari cara atau aktivitas lain selama menunggu hingga akhirnya orangtuanya meresponsnya atau memenuhi permintaannya.

2. Beri kepercayaan anak bisa mengontrol sikapnya.

Kuncinya adalah berikan kepercayaan kepada anak. Yakinlah bahwa anak bisa bertanggung jawab. Hal ini juga perlu latihan. Bisa dimulai dengan cara-cara sederhana. Misalnya, saat anak mengambil buku di lemari dan menaruhnya sembarangan, minta anak untuk mengembalikan buku ke lemari. Minta anak melakukan apa yang Anda mau dengan sabar dan jangan lupa kontak mata.

Berikan contoh sesering mungkin pada anak. Misal, saat anak memetik buah anggur satu persatu dan menjatuhkannya ke lantai, tunjukkan kepada anak untuk mengembalikan anggur itu ke dalam mangkuk di atas meja. Tunjukkan caranya dan biarkan anak melanjutkannya merapikan buah anggur tersebut.

Ajarkan anak mengenai batasan, namun tunjukkan pula cinta Anda saat melatih mental anak. Anak butuh cinta juga butuh ketegasan. Kalau anak hanya mendapatkan cinta tanpa belajar adanya batasan dari perilakunya, anak akan menjadi tiran cilik.

3. Merespons anak dengan penuh kesabaran.
Orangtua juga harus bersabar untuk mengajari anak kesabaran. Misal, saat Anda sedang di dapur memasak telur untuk sarapan, si kecil meminta kertas toilet. Jelaskan secara perlahan, bahwa Anda akan mengambil kertas toilet dalam beberapa menit lagi.

Saat Anda sedang sibuk melakukan aktivitas, dan anak meminta sesuatu, tunjukkan kepada anak apa yang sedang Anda lakukan dan minta ia melakukan hal yang sama. Cara ini akan membuat anak memahami dan belajar bahwa ia harus menunggu, sekaligus juga melatih anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu.

Dengan merespons perilaku anak lebih tenang, Anda sedang mengajarkan anak bahwa ia bukan satu-satunya pusat perhatian. Dengan begitu anak memahami bahwa ada hal lain di luar dirinya yang juga harus diperhatikan. Anak pun terlatih untuk tidak memaksakan keinginannya, belajar menunggu saat meminta sesuatu kepada orangtuanya yang sedang melakukan hal lain.


*artikel dari sini 
--------------------------------------------------------------------------------

 Semoga bisa menerapkan ke si bocah dengan konsisten yaa...

Monday, March 3, 2014

Semoga lancaaaar....

Bismillah..tiket sudah ditangan..semoga dilancarkan semua prosesnya... :')
Amiin...

Friday, February 28, 2014

Jeans big size

Sejak tiba-tiba berat badan naik 10 kg tahun 2009 lalu (bukan karena hamil loh ya :p), Saya agak menunda-nunda beli jeans atau baju. Alasannya, ntar aja nunggu berat badan turun. #ngarep. Tapi kok berat badan ga turun-turun, celana lama makin memudar T_T

Sampai hari ini, akhirnya kebutuhan akan celana bawahan baru makin mendesak. Celana jeans ga punya satu pun (yang muat). Padahal kalo pake jeans kan bisa tampak lebih muda :D
Gambar dari sini
Akhirnya siang ini Saya putuskan: harus beli! Walopun susah yaa cari jeans ukuran besar. Biasanya bentuknya karet gitu aja yang bikin perut keliatan gombyor -_- *ya padahal emang perutnya gombyor*

Setelah nanya sama mba2 di Mata*ari Penvil, ditunjukkanlah satu merk yang sedia celana jeans big size, yaitu Expand. Model jeansnya kayak biasa, depannya berkancing. Karetnya hanya di bagian belakang. Jadi kalo dipake tetep ngepas ngebentuk badan. Coba sekali ukuran 2XL dan langsung pas! Horee..untung ga sampe 3XL :p Semoga ntar-ntar ukuran makin kecil..Amiiin

#UdahSihCumaMauCeritaItuDoang

Wednesday, February 26, 2014

Ayam Cobloos

Ketika melewati daerah Pamulang dan Ciputat, beberapa kali saya menemukan papan nama tempat makan "Ayam Cobloos". Saya pikir..Ah..cari sensasi aja nih namanya..palingan rasanya standar. Mana pake embel-embel tulisan "Mau maju? Cobloos dulu!". Semacem bawa pesan sponsor dari KPU aja :p. Etapi ternyata Cobloos itu singkatan dari "Coba dulu baru Maknyoos". Ada juga menu lain di warung ini yang ga kalah sensasional namanya, yaitu "Ayam Kampus", yang ternyata juga adalah singkatan dari "Kamu Pasti Puas". Nama-namanya sound so alay yah -_-

Makanan pesanan kami siang itu
 

Suatu siang sekitar jam makan siang, Saya dan Suami kelaparan di sekitar Pasar Jumat menuju Cireundeu. Pas lewatin si "Ayam Cobloos" yang belum lama buka disitu, kami putuskan untuk nyobain. Lokasinya pas dibelokan setelah Resto Bakso Lapangan Tembak Senayan, Pasar Jumat.

Tadinya kirain si Ayam Cobloos ini sejenis dengan Ayam Tangkap yang adalah makanan khas Aceh. Ternyata tidak sodara-sodara. Si Ayam Cobloos ini hanya ayam goreng biasa, dengan lalapan dan sambel yang pedasnya dahsyat! Sebenernya untuk sambal bisa milih: pedas, atau sedang. Sudah pastilah kami pilih yang pedas. Sebagai pembeda dari ayam goreng+lalapan di warung-warung lain, mereka menambahkan terong goreng untuk lalapan. Ide bagus..siapa tau terong goreng ini bisa ngetop seperti pendahulunya, si Kol Goreng. Sebagai tambahan, kami juga memesan tumis kangkung.

Ayam Cobloos: ayam goreng+lalap+sambal pedas

Rasa ayam gorengnya sih biasa aja, standar. Tapi sambelnya..huh-hah-huh..beneran pedes dan gurih! Lada pisan..enyakk. Sambalnya bukan tipikal sambal terasi yang warnanya merah atau oranye. Warna sambelnya hijau gelap. Bumbu tumis kangkungnya juga enyaak..terasinya kerasa banget. Aku sukka :D

Bumbu tumis kangkungnya mantaps

Sayangnya, dia tidak menyediakan ayam kampung. Kalo saja ada, I definitely will comeback for more!

Info:
Harga 1 potong ayam cobloos Rp. 14.000 (tanpa nasi)
Tumis kangkung  Rp. 10.000

Thursday, February 20, 2014

No nanny days

Welcoming my little family to "no nanny days", since si Mba leaved us last Saturday.
At first, I felt really mad..why she didn't tell me that she wouldn't come back? Why this and that? I gave her a chance to see her family and she betrayed me? Why?? *lebay*
I know this happens to many working mothers. I heard many same cases from my friends.

As a solution, Alif is now stay with my twin nephew's nanny while I'm working. They are now 4 years old, already in pre-school, and more independent. Me and hubby take Alif in the morning to my sister's house. Not too far from our home, about 15 minutes motor cycle ride. We pick Alif after office. It's actually not so good for Alif to go back and forth in the morning and in the evening. But we have no other choice for now. At least until the end of March.

We also do some adjustment. Like we now have to do all house chores by ourselves. Last night I washed all dirty clothes (like really many clothes). Hubby was cleaning up the kitchen and cooking. etc. etc.Yaa..let's do this as an exercise..we won't have any maid or nanny anyway in Germany :0

Wednesday, February 19, 2014

Nasi Kabsa dan Roti Cane Susu

Hari Sabtu wiken kemarin, kami agak kehabisan ide mau ngajak @alifdipantara makan di mana. Kebetulan si mbak lagi mudik dan belum sempat belanja bahan makanan *plus eike males masak*. Berangkatlah kami menuju Serpong, tanpa tujuan pasti. Niatnya sih, kalo ada yang tampak enak ya brenti aja :D

Ketika lewat depan Pasar Modern BSD, kami putuskan untuk menepi disitu. Saat itu waktu menunjukkan sekitar jam 18.30, tenda-tenda penjual makanan sudah digelar di depan PasMod. Ada sate & soto Padang, makanan India, nasi liwet Solo, es doger, dll. Setelah parkir, kami pilih-pilih..apa yang akan dimakan. Untuk Alif, saya mencari Soto Padang. Soalnya waktu Alif ikut kondangan sama uwanya minggu lalu, tampak doyan banget makan soto padang pake lontong. Untuk Saya dan Ayahnya, kami penasaran untuk nyoba Nasi Kabsa. Nasi Kabsa ini aslinya dari Jazirah Arab Hadramaut. Dulu pertama kali makan Nasi Kabsa dimasakkin sama temen kantor dan enak bgt!!

Gambar Nasi Kabsa betulan. Gambar dari sini
Kamipun akhirnya memesan soto padang di warung tenda "Soto dan Sate Padang", plus nasi kabsa ayam komplit, roti cane susu, es timun, dan teh tarik dari warung tenda "Chennai Cafe". Katanya sih, Chennai Cafe PasMod BSD ini cabang dari Bintaro 9 Walk. Sesuai dengan namanya yang India banget, makanan yang dijual berbau India, Arab, dan Aceh seperti: mie Aceh, roti cane, nasi kebuli, nasi kabsa, nasi biryani, teh tarik, dll.

Pilihan tepat..karena semuanya..enakk!! Nasi kabsa nya sebenernya berbumbu mantaps dengan ditambah kuah kari dan acar nanas. Sayangnya si penjual tidak menyediakan sambel tomat+cabe untuk pelengkap (dulu temen kantor menyediakan sambel ini sebagai pelengkap). Soto Padang jatahnya Alif pun enakk, dimakan dengan lahap sama si bocah.

Nasi Kabsa, Roti Cane Susu, Es Timun, dan Teh Tarik
Roti cane susu dan es timunnya gimana? Nyam..enaak..manis dan seger..mengingatkan Saya pada warung Aceh yang dulu berlokasi di Pangdam (Pangkalan Damri) Jatinangor, tempat Saya dan teman-teman sering makan sambil nongkrong2 :D.

Roti Cane Susu + Es Timun
Selesai makan, kami pulang dengan perut kenyang :)) Untuk rasa, secara keseluruhan kami puas. Untuk harga..eng..agak kemahalan untuk ukuran warung tenda sih. *apa ini pengaruh inflasi ya..*

Info
Warung tenda di depan Pasar Modern BSD hanya buka ketika hari sudah gelap (jam 18.00).
Harga makanan bervariasi, misalnya:
Nasi Kabsa Ayam komplit Rp. 45.000 *mahal yaaa :(
Soto Padang                       Rp. 20.000

Berikut ini nih daftar harganya Chennai Cafe :

Keliatan ga tulisannya? :D