Monday, December 19, 2016

Jaket rusak dan ngobrol

Tadi pagi waktu mau pake jaket, saya inget ternyata resleting jaket Alipo setengah rusak gara-gara dia ga sabaran buka jaket! Heuh..emosi..jaket winter kan mahal -_-. Lalu saya bilang,

Ibu : Alif, lihat ini jaket kamu mau rusak karena kemarin kamu buru-buru mau buka, ditarik-tarik keras dan ga sabaran. Kalo rusak gimana dong?
Alif : Kalo rusak ya beli yang baru, ibu.
Ibu   : Ga bisa, ibu ngga ada uangnya.
Alif  : Nanti kalo aku sudah besar, sudah sekolah, nanti aku kasih ibu uang buat beli jaket.
Ibu   : Ya walaupun kamu nanti punya uang sendiri, tetap tidak boleh gampang merusak barang. Barang harus dirawat biar awet (sambil tarik napas dan mengingatkan diri sendiri agar berhenti ngomel..sudahlah..toh "hanya" jaket T_T)

Suatu kali saya pernah ngomel panjang karena Alif tanpa sengaja merusak lip balm ibu, lalu anaknya yang awalnya terima diomelin karena merasa salah, balik marah.
Ibu  : ngomel (abcdefg...xyz)
Alif : Ibu sudah dong..kamu kok marah-marah terus. Aku marah kalo kamu marah-marah terus.
Ibu  : ..............

Tuh ya ingat ya..kalo ngomelnya kepanjangan jadi ga produktif. Anak jadi tersinggung dan lupa kesalahannya di mana. Anak jadi males juga sama kita. Padahal saya ga mau anak saya males ngobrol atau cerita sama orang tuanya sendiri.

Huhu..ini mungkin pengalaman pribadi. Hingga saat ini, saya merasa takut kalo mamah saya sms atau telpon. Karena biasanya, Beliau kalo ngajak ngomong saya pas mau ngingetin sesuatu atau mau marah :(. Maapkan akuh mamah.. Padahal bisa jadi sebetulnya sekarang ini mamah cuma mau ngobrol..ya kan? Saya agak trauma karena biasanya kalo dihubungi suka ditanya: "Nilai-nilainya gimana?" (waktu SMA), atau "Skripsinya kapan selesai?" (jaman kuliah), atau "Sudah daftar kemana aja? Itu ada bukaan PNS di sana" (setelah lulus kuliah hingga saat ini).

So, ini adalah pengingat untuk saya, agar saya rajin mengobrol dengan Alif BUKAN dalam kalimat instruksi atau saran. Mengobrollah tentang hal-hal yang remeh temeh. Tentang awan, tentang cuaca tentang mainan, tentang teman-temannya. Kalo mau bertanya, tanyalah tentang perasaannya, tanyalah pendapatnya tentang sesuatu. Agar si bocil tidak malas ngobrol dengan saya.






Tuesday, December 13, 2016

Growing up, growing old

Pagi ketika sarapan berdua Alif (karena ayah sudah berangkat kerja), terjadi percakapan yang saya agak lupa awalnya ngomongin apa.

Alif  : Aku nanti makan sereal pake cabe
Ibu   : Tapi anak kecil belum makan cabe
Alif  : Aku bukan anak kecil, aku kan anak besar. Nanti kalo aku sudah dewasa, aku sebesar ayah dan ibu. Nanti aku ga pake stroller lagi. Kan kebesaran aku. Nanti ayah atau ibu juga ga pake stroller, kan udah dewasa. Berat dong kalo aku dorong ibu sama ayah di stroller. Kan besar. Tapi nanti aku udah sama kayak ayah dan ibu.

Ibu  : Emm..tapi kalo kamu sudah dewasa, nanti ayah dan ibu jadi tua.
Alif : Kenapa kamu jadi tua?
Ibu  : Iya..kan manusia begitu. Dari kecil tumbuh jadi besar, dewasa. Kalo sudah dewasa terus jadi tua. Jadi kakek-nenek.
Alif : Nanti aku juga dong?
Ibu  : Iya..tapi nanti ayah sama ibu duluan tua.

Pic from here
Percakapan yang membuat saya tertegun. Mungkin keinginan seorang anak sederhana saja, ingin seperti ayah dan ibunya, ingin "sama" dengan ayah dan ibu. Untuk konteks Alif, mungkin biar bisa diajak ngobrol, makan makanan orang dewasa (indomie pake cabe misalnya), dan diperlakukan seperti orang dewasa. Keinginan yang indah dan sederhana.

Mungkin keinginan saya dulu juga sesederhana itu. Ingin mengobrol, makan, berinteraksi sebagai sesama orang dewasa, ingin seperti Mamah dan Apa. Selamat ulang tahun, Apa. Yesterday on December 12th 2016, you should be 65 years old. Allohumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu.

Ah..saya akan berusaha sebisa mungkin lebih menemani Alif, mumpung saya masih diberi waktu.

Friday, December 9, 2016

Mencari Cinta Sejati

...a liberal democratic understanding of state-civil society relations (Ketola 2013, 83).

Naon atuh ujug-ujug? Kalo kata orang Jerman: nichts. Pengen aja nulisin itu. Situ sehat? Ga yakin..tampak chaotic inside..haha

Ah..sudahlah. Pokoknya saya suka banget sama lagu ini


Pertama, karena lagu ini sound track nya film Rudy Habibie yang ketika nonton ini, saya merasa ditabok-tabok. Pak Habibie yang super jenius pun hidupnya banyak rintangan dan beliau tetep maju. Walaupun lalu saya sempat berdiskusi juga soal kenapa dia mau membangun industri pesawat terbang nusantara di bawah sang diktator yang tangannya berdarah-darah, Suharto.

Tapi intinya film ini berhasil membangkitkan rasa persamaan saya dengan Habibie..haha..sama-sama miskin waktu sekolah di Jerman, harus kerja keras nyari uang plus terus menulis/belajar tidak lupa membagi waktu dengan kewajiban sebagai orang tua. Okay. Keep going. Tik tok tik tok..

Friday, December 2, 2016

Refleksi tentang Turki

Kenapa tentang Turki? kenapa ga tentang Indonesia yang lagi rame? Suka-suka saya dong ya.

Jadi di Turki pada awalnya ada dua gerakan besar yang bersekutu, yaitu AK Parti (partainya Erdogan) dan Gülen Movement. Awalnya mereka bekerja sama saling mendukung, Gülen yang katanya awalnya tidak tertarik berpolitik menyediakan dukungan suara bagi Erdogan dan AKP dari pendukungnya yang cukup berpengaruh di Turki, dan AKP setelah berkuasa menyediakan perlindungan bagi Gülen Movement terutama dari Kemalist. Namun lama-kelamaan, puncaknya pada 2013, keduanya bubar jalan. Perbedaan di antara keduanya tidak bisa diabaikan lagi.

Lalu pendukung dua kelompok saling sapu bersih. Jika di sebuah lembaga mayoritas isinya pendukung AKP, maka orang yang dicurigai pendukung Gülen akan "disingkirkan". Begitu juga sebaliknya. Jika di sebuah lembaga dikuasai oleh pendukung Gülen, maka pihak-pihak yang dianggap pro Kemalist atau AKP akan disingkirkan. Bahkan jika itu masih hanya sekedar "dugaan".

Hingga memuncak banget-banget, pada bulan Juli lalu, Gülen Movement dituduh sebagai dalang percobaan kudeta terhadap pemerintahan resmi Turki. Giliran pemerintah Turki dengan partai penguasa AKP dibawah Perdana Menteri Erdogan yang menyapu bersih pendukung Gülen. Tidak ada yang disisakan. Jika sebelumnya militer dikuasai pendukung Gülen, sekarang sebagian besar dari mereka sudah dipecat, dirumahkan untuk waktu tak terbatas, atau dipenjara. Begitu pula dengan banyak pegawai negeri sipil yang dianggap simpatisan Gülen Movement. Mereka dirumahkan, dipecat, dipenjara, dll. Media-media yang dianggap bertentangan dengan pemerintah ditutup. Para jurnalis dan akademisi ditangkapi.

Tapi saya tidak bilang Gülen dan pendukungnya tidak bersalah. Hanya saja pemerintah Turki lebih banyak bertindak berdasarkan prasangka. Seberapa banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang ini benar-benar mendukung Gülen Movement?

Lalu kenyataan itu seperti menampar saya. Akhir-akhir ini saya sering sekali mengelompokkan orang berdasarkan prasangka saya. Si itu begini, si ini begitu. Walaupun saya bukan siapa-siapa, harusnya ga boleh begitu dong ya? Ya kan..ya kan.. Yuk dahulukan diskusi dan dialog lah..jangan asal prasangka, praduga, curiga, dan menebak-nebak.

Sepotong do´a untuk tanah air Indonesia dan para manusianya, semoga tetap damai, bijak, kritis, dan cerdas. Ingat, kita semua bersaudara. #apeu.

*catatan untuk (saya sendiri dan) teman-teman saya, apapun pilihanmu, please don´t change. Mari kita berusaha tetap adil terhadap siapapun, regardless our political and religious views.

Tuesday, November 29, 2016

29 November 2016

Memasuki musim dingin taun ini yang datang lebih cepat, saya teringat kata-kata Alm Apa waktu kami mudik Feb lalu (apa ketika saya menelpon beliau?). Beliau bertanya soal suhu di Jerman, berapa suhu di musim dingin, di musim panas, dan seterusnya. Saya jawab seinget saya, misalnya, bahwa selama dua kali musim dingin suhu rata-rata antara -2 sampai 4 derajat, dan di musim panas bisa mencapai 38 derajat. Lalu beliau menjawab "Di tulis atuh suhu di buku harian..ambeh inget". He suggested me to write on a daily basis, especially about temperature change.

Dedaunan dilapisi bunga es
 Lalu pagi ini sekitar jam 9 pagi setelah mengantar Alif ke TK dan menyaksikan hari yang cerah namun terasa membeku, saya teringat untuk mencatatnya. Hari ini Langit biru, matahari bersinar cerah, namun bunga-bunga es putih terhampar di dedaunan, pohon-pohon, di atas mobil-mobil, rerumputan, dan di mana-mana. Saya cek suhu di hp. Owh.ternyata -6 derajat Celcius! Hari Minggu kemarin padahal suhu sempat mencapai 8 derajat. Lalu kembali menurun di malam dan dini hari. Tapi saya menyukai musim dingin yang seperti ini. Dingin, namun langit biru dan matahari bersinar cerah. Indah.

Pemandangan hari ini, dilihat dari jendela perpus
Tadi pagi seperti biasa saya ribet sendiri sebelum mengantar Alif, karena ayahnya Alif sudah berangkat kerja jam lima pagi. Nyiapin sarapan (padahal cuma sereal dikasih air anget), bikin kopi, rebus telor buat bekal, bikin bekal saya, dll. Saya tidak berhasil menemukan kupluk si bocah dan memakaikan kupluk dia dari dua tahun lalu yang sudah kekecilan. Untung masih bisa nyampe TK 2 menit sebelum jam 9..ngepas..Haha.. jangan ditiru. Nanti sore harus dicari si kupluk sampe ketemu.




Monday, November 21, 2016

Alles gute zum 4. Geburtstag, Alif!


Selamat ulang tahun Alif!
Semoga makin soleh, sehat selalu, penuh pertimbangan, cerdas, sayang keluarga, dan berguna untuk sesama :)

Maafkan Ibu dan Ayah tadi pagi marah-marah karena kamu numpahin air -_-
Maafkan lah kami yang masih terus belajar ini..semoga suatu saat nanti kamu memahami apa-apa yang ibu dan ayah lakukan.
Semoga kami diberi kesabaran tak terbatas menghadapimu yang penuh tanya tentang dunia.

Semoga kami diberi umur panjang untuk mendampingimu tumbuh.

Konon katanya golden time anak balita itu usia 0-4 tahun, dan setelah itu pertumbuhan otak anak sudah sempurna. Ah..tapi menurut saya ngga lah ya..setiap anak pasti akan bisa terus berkembang walaupun sudah lewat umur 4 tahun.


Beberapa milestones Alif 4 tahun *catatan ibu biar ga lupa
Sudah bisa pake baju sendiri komplit: kaos, celana dalam, jaket, kaos kaki, sepatu.
Sudah bisa naro baju kotor ke keranjang/ember
Beresin mainan, simpan alat makan ke tempatnya, ngambil susu dan sereal sendiri, ambil minum sendiri.
Makan buah-buahan dengan kesadaran sendiri, walopun kadang-kadang masih harus diingatkan
Makan sayur masih harus diingatkan terus-menerus, tapi semakin hari semakin gampang prosesnya. Ga harus dipaksa/dimarahin untuk makan sayur.
Bisa diajak cerita dan memberi jawaban yang (cukup) masuk akal.
Kemampuan sosialisasi dengan orang lain meningkat walopun sedikit, lebih ramah terhadap orang yang sudah dikenal (misal: teman-teman ayah dan ibu, atau Kaela, atau Yumna).

Contoh-contoh percakapan dengan Alif
Ceritanya Alif lagi makan.
Ibu/Ayah: Alif ayo makannya fokus, dihabisin ya.
Alif        :  Ibu, perut aku bilang "Aku udah kenyang..aku ga mau makan lagi"
Ibu         : Ah..kamu suka alasan
Alif        : Ga kok ibu..itu kan perut aku yang bilang
Ibu         : "............."
 Si Alif paling banyak beralasan kalo lagi makan. Bisa juga dia bilang "Ibu, kaki aku bilang dia sakit".

Cerita lainnya di hari Minggu, ketika Saya biasanya nelpon orang tua di Indonesia.
Ibu  : Alif, kita telpon Enin yuk. Enin itu kan ibunya ibu.
Alif : Ngga ah..kamu aja yang telpon, Enin kan bukan ibu aku.
Ibu  : "................."

Atau ketika bangun tidur.
Ibu : Alif, ayo kita bangun
Alif : Tapi mataku bilang dia masih ngantuk

Ketika saya sampe rumah hari ini,
Alif : Ibu, aku ulang tahun loh..
Ibu : iya.. Ibu tau lah..emang siapa yang lahirin kamu -_- haha..

Feuerlöscher (hydrant pemadam api) mainan, hadiah dari Kindergarten
Di TK, biasanya diadakan perayaan sederhana, tiup lilin, dikasih mahkota, dan hadiah kecil. Biasanya dapur TK juga mengajak anak yang ultah dan teman-temannya untuk membuat kue kering sama-sama. Orang tua tidak perlu hadir, khusus untuk para bocah dan pihak Kindergarten. Foto-foto biasanya diambil oleh pihak sekolah. Ga perlu keluar biaya apa-apa..hehehe.. *mak irit*

Sementara di rumah kue ultahnya sederhana saja dan ga ribet, yaitu pancake Pisang. Kebetulan sudah seminggu ini si anak kecil bilang, bahwa dia mau makan pancake. Jadi tinggal beli lilin..jadi deh.. Anak kecil segitu aja seneng banget :D.

Dan..berikut ini lagu ulang tahun favorit Alif




Friday, November 18, 2016

Celoteh Alif

Seminggu terakhir ini lagi sering membahas bayi (walaupun belum tahu kapan Alif punya adik), gimana kalo Alif punya adik, dan lain-lain sama si bocah yang umurnya hampir 4 tahun. Percakapan-percakapannya seperti berikut ini,

Ibu: Baby alipo..sini
Alif: Aku bukan baby
Ibu: kamu mau punya adik bayi ngga, kayak Kaela (temen Alif yang seumuran) udah punya adik, de Kinan.
Alif: Kamu udah punya baby kan, Ibu.
Ibu: mana babynya?
Alif: Aku kan dulu babynya?
Ibu: Iya..tapi maksud ibu baby baru..bukan kamu..
Alif: siapa namanya?
Ibu: Ya belum ada namanya...kan belum ada babynya..

Di lain kesempatan kata ayahnya,
Ayah: Alif mau punya adik?
Alif: ngga, aku ga mau punya adik. Tapi aku mau tulisin namanya di popok sama di bajunya (alif lagi suka tulis2, minta ditulisin nama Alif di kertas gambarnya)

Selain obrolan tentang adik, banyak obrolan lain yang menunjukkan bahwa seiring bertambah usianya, si anak kecil juga makin berkembang kosakata dan pemahamannya :´).