Monday, March 21, 2016

Family Portrait --- Pink

 Lagu yang selalu berhasil membuat saya terdiam, cenghar tapi kemudian mengaburkan pandangan mata.

Momma please stop cryin, I can't stand the sound
Your pain is painful and its tearin' me down
I hear glasses breakin as I sit up in my bed
I told dad you didn't mean those nasty things you
Said


You fight about money, bout me and my brother
And this I come home to, this is my shelter
It ain't easy growin up in World War III
Never knowin what love could be, you'll see
I don't want love to destroy me like it has done
My family


Can we work it out? Can we be a family?
I promise I'll be better, Mommy I'll do anything
Can we work it out? Can we be a family?
I promise I'll be better, Daddy please don't
Leave


Daddy please stop yellin, I can't stand the sound
Make mama stop cryin, 'cause I need you around
My mama she loves you, no matter what she says
Its true

I know that she hurts you, but remember I love
You, too


I ran away today, ran from the noise, ran away
Don't wanna go back to that place, but don't have
No choice, no way
It ain't easy growin up in World War III
Never knowin what love could be, well I've seen
I don't want love to destroy me like it did my
Family


Can we work it out? Can we be a family?
I promise I'll be better, Mommy I'll do anything
Can we work it out? Can we be a family?
I promise I'll be better, Daddy please don't
Leave


In our family portrait, we look pretty happy
Let's play pretend, let's act like it comes
Naturally


I don't wanna have to split the holidays
I don't want two addresses
I don't want a step-brother anyways

And I don't want my mom to have to change her
Last name


In our family portrait we look pretty happy
We look pretty normal, let's go back to that
In our family portrait we look pretty happy
Let's play pretend, act like it goes naturally

In our family portrait we look pretty happy
(Can we work it out? Can we be a family?)
We look pretty normal, let's go back to that
(I promise I'll be better, Mommy I'll do
Anything)


In our family portrait we look pretty happy
(Can we work it out? Can we be a family?)
Let's play pretend act and like it comes so
Naturally
(I promise I'll be better, Daddy please don't
Leave)


In our family portrait we look pretty happy
(Can we work it out? Can we be a family?)
We look pretty normal, let's go back to that
(I promise I'll be better, Daddy please don't
Leave)

Daddy don't leave
Daddy don't leave
Daddy don't leave
Turn around please
Remember that the night you left you took my
Shining star?
Daddy don't leave
Daddy don't leave
Daddy don't leave
Don't leave us here alone

Mom will be nicer
I'll be so much better, I'll tell my brother
Oh, I won't spill the milk at dinner
I'll be so much better, I'll do everything right
I'll be your little girl forever
I'll go to sleep at night
 

Tuesday, January 12, 2016

Agar anak mau makan sayur

Sejak setahun belakangan, si Alif (3 tahun), agak sulit kalo disuruh makan sayur. Seringnya dia makan sendiri nasi dan lauknya, tapi menyisakan sayur. Jadilah kami harus menyuapi dia sayurnya. Tapi sejak tengah tahun 2015 lalu, saya menemukan dua cara yang (lumayan) ampuh membuat dia mau makan sayur sendiri.

Dengan memberikan reward
Misalnya, hari minggu nanti sudah dipastikan kami akan mengunjungi teman di Münster. Maka saya akan bilang ke si Alif: "Kalo mau ikut ke Münster (rumah tante Nurma) naik kereta, Alif harus makan sayur. Karena kalo ga makan sayur, nanti kamu gampang sakit. Kalo sakit, Alif ga bisa ikut ke Münster." Hihi..lumayan ampuh ini..nanti dia pasti langsung buru-buru masukkin sayur-sayurnya ke mulut :D

Atau bisa juga dengan bilang gini: "Sebentar lagi winter..turun salju..Kalo Alif mau main salju, harus makan sayur (dan buah) yang banyak. Karena kalo mau main salju, badannya harus sehat. Kalo ga makan sayur, gampang sakit, ga bisa main salju." --> masih logis kan? :D 

Dengan memberi sayur di awal waktu makan, tanpa nasi ataupun lauk
Saya akan bilang ke Alif: "Kalo mau makan ikan/telor/daging dan nasi, habiskan dulu sayurnya ya." Cukup ampuh juga..tapi seringnya saya dan suami kelupaan langsung ngasih naro semuanya barengan di mangkok. Kalo kelupaan, maka saya gunakan jurus pertama.

Dengan memberi contoh
Ini juga udah rumus standar ya..kalo anaknya mau makan sehat, ya ortunya harus kasih contoh. *walopun kadang-kadang saya makan mie instant tanpa sayur juga*.

Untungnya, sejak masuk Kindergarten awal Desember kemarin, kesadaran si Alif untuk makan sayur juga semakin meningkat. Mungkin karena melihat teman-temannya yang lebih besar dari dia sudah mandiri makan sayur sendiri setiap waktu makan siang. Semoga makin lama makin mandiri dan ga perlu diceramahin dulu sebelum waktu makan deh ya..


Sunday, January 3, 2016

Kamera non-digital

Ketika jalan-jalan berdua Alif ke salah satu kota kecil di Niedersachsen (Lower Saxony) minggu lalu, ada seorang ibu sepuh (kira-kira 60-65 tahun) meminta tolong untuk memotret beliau dan dua orang kawannya di tengah Christmas Market. Saya pikir kameranya pastilah kamera digital atau handphone.. Ternyata oh ternyata..kameranya adalah pocket kamera yang masih pake film, yang harus diputer dulu kalo abis ngambil gambar.

Sayapun berusaha mengambil gambar dengan fokus melalui si kotak fokus (namanya apa ya..lupa), sesuai dengan keinginan si Ibu, biar atap gedung di belakangnya juga kelihatan di foto. Setelah mengambil foto, saya bilang bahwa saya ingin mengambil satu foto lagi biar kalo yang pertama kurang bagus, masih ada alternatif foto kedua. Tapi Ibu itu mengatakan tidak usah, karena roll filmnya sudah mau habis dan dia ingin menyisakan satu untuk memotret pertunjukkan musik yang akan segera dimulai. Duh saya jadi ga enak..dan langsung mendoakan semoga hasilnya bagus.

Setelah itu jadi keingetan masa pra-kamera digital..ketika kalo foto yang diambil ga bagus ya udah..apa adanya aja ya :D Masa ketika tidak segampang saat ini untuk menghasilkan foto-foto bagus. Ujung-ujungnya, kok jadi pengen kamera polaroid -_-. Udah ah..stop..stop!

Thursday, December 31, 2015

A postcard to my self

Melihat kartu pos ini tepat kemarin, di toko buku di stasiun. Not that I am a big fan of Marilyn Monroe, I just like the quote. Kind of good to close 2015 and prepare for 2016 with those words :).

Happy new year!
Ich wünsche euch einen guten Rutsch ins neue Jahr! 

Monday, November 23, 2015

Alif 3 tahun

tatatsjournal.blogspot.com
Dekorasinya


21.11.2012 - 21.11.2015
Dua hari lalu adalah hari ulang tahun Alif yang ke-tiga (Menurut tahun Masehi). Kami rayakan kecil-kecilan di rumah dengan mengundang teman-teman saya. Kami memasak Laksa Betawi sebagai menu utama, oreg tempe (random, tadinya buat siap2 siapa tau ada yg vegan), kerupuk, dan kue ultah berupa wajik ketan hijau! Meskipun menu tabrak-tabrak, teman-teman yang datang tetap senang dan bilang enak :D (soalnya sebagian besar bukan orang Indonesia..hehe).

tatatsjournal.blogspot.com
Wajik Ketan Hijau

tatatsjournal.blogspot.com
Laksa dkk
Keesokan harinya (22.11.2012), dilakukan makan-makan syukuran tahap dua..yaitu mengundang teman-teman Indonesia. Kali ini hidangannya adalah sate padang, pempek, martabak, cireng, dan cimol (martabak, cireng, dan cimol dimasakkin sama temen2 yang dateng :D)..nyam-nyam..*meskipun ada insiden cuka kejatohan lap* :D

Dan hari ini (Senin 23.11.2015) adalah  hari perayaan di sekolah Alif. Tapi ortu ga ikutan...cuma bocah2 dan gurunya, tiup lilin dan makan kue kering yang dibuatkan sama koki sekolahnya. Tadinya sih niat juga mau bikin bingkisan kecil buat teman-teman si Alif (semacem goodie bag isi tiga jenis coklat/cemilan manis beli di toko) tapi tangan rasanya udah gempor.. Abis masak 3 hari non-stop -_-. Oh..how I miss catering or warung makan T_T

Bocahnya dalam kedua perayaan ultah tersebut tampak senang..tiup lilin, buka kado, maenin maenan baru, dll. Meskipun kecaperannya di keramaian pun semakin nampak..bocah..oh bocah..untung beberapa teman saya memang suka maen sama bocah..Sementara saya dan ayahnya sibuk ngurus makanan atau ngobrol sama tamu, ada yang nemenin si Alif maen playdoh, Puzzle, dll :D

tatatsjournal.blogspot.com
birthday playdoh playdate

Usia tiga tahun ini juga cukup penting buat si Alif..karena mulai Desember, dia akan memasuki Kindergarten (saat ini masih di Kinderkrippe- utk anak dibawah 3 tahun). Harusnya sih..dia udah lolos toilet training sebelum itu #ups. Janji toilet training setelah ultah kedua pun belom konsisten dilakukan T_T. Tentu bukan salah bocahnya..salah ortunya yang males kotor2an -__-. Well ya..minggu ini semoga bisa total mulai dan konsisten!

Secara kemampuan berbahasa, yang paling berkembang adalah bahasa Indonesia. Sudah bisa ngomong kalimat panjang dan nanya macem-macem. "ibu kenapa lari?", "ayah..santai-santai dulu aja".. dan lain-lain. Kemampuan bahasa Jermannya juga makin berkembang. Kosakata makin banyak..meskipun kata kerja yang digunakan masih dalam bentuk infinitif. Sering juga..dia berbicara  bahasa Indonesia di rumah, dengan selipan kata-kata bahasa Jerman. Misalnya "ibu feuerwehr Alif dimana?"..dll. Biasanya saya ulangi kalimat dia dengan nyebutin bahasa Indonesianya. Pelafalan "r" si alif pun agak2 kejerman-jermanan misalnya "turrun", dgn bunyi r agak sengau.

Apakah semakin gede semakin mandiri? Hem..kayaknya di beberapa hal ngga juga. Misalnya..sekarang kalo tidur malah jadi harus selalu sama saya. Kalo ga, pasti pake acara nangis dulu. Kalo makan pake sayur, dia sering minta disuapin karena dia sebenernya gamau makan sayur *hupft. Di sisi lain, mulai berani mengungkapkan apa yang dia mau, misalnya dia bilang ke temannya "Hey..Kaela stop..jangan ambil mainan Alif". Walopun sering juga kemudian dia jejeritan dan marah-marah atau nangis kesel kalo diisengin si Kaela :D

Si Alif pun makin ngeh kalo dikasih tau. Biasanya sebelum tidur, saya ajak ngobrol dulu. Tanya-tanya detail apa yang terjadi hari itu..dan membiarkan dia cerita apa aja..misalnya tentang "Junis yang suka makan pipi Alif" (kayaknya si junis ini pernah gigit pipi alif di sekolah karena gemes -_-), dll. Pillow talk ini lumayan banget buat nyari tau tentang perasaan dan keseharian si Alif. Dia jadi bisa cerita lebih banyak daripada kalo saya tanya begitu pulang dari sekolah.

Well sehat-sehat terus ya nak..semoga makin bertambah kesabaran dan semangat eksplorasimu..semoga tumbuh jadi anak soleh yang sayang orang tua dan orang lain, serta berguna untuk umat manusia dan dunia ini. Doa ibu dan ayah yang terbaik selalu untukmu :) Amiin.

Monday, November 16, 2015

ketinggalan

Jam 2 pagi tadi, si alif (hampir 3 tahun) terbangun dan menemukan dirinya sendirian di kamar. Terdengar teriakan dan rengekan.

Alif : merengek-rengek, lalu bilang: "hee..ibu panggil!" (maksud: alif manggil ibu)
         Lalu turun dan lari ke ruang tengah sambil bilang: "Alifnya ketinggalan di kamar"

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Friday, November 6, 2015

Belajar bahasa Belanda?

Semester tiga ini, akhirnya saya ngambil kursus bahasa belanda di Sprachenzentrum. Kenapa? Yang pasti sih bukan karena merasa bahasa jerman saya udah jago..haha

Alasan pertamanya sih karena bulan agustus lalu saya bertemu dengan mba yang kerja di KITLV Leiden, yang ngasih tau bahwa banyak project KITLV yang membutuhkan peneliti Indonesia berbahasa belanda, untuk meneliti dokumen-dokumen lama yang terkait pendudukan Belanda di Indonesia. Kebetulan kursus di kampus harganya murah sekali..40 Euro untuk satu semester.

Alasan lainnya, saya banyak bertemu orang asing (Jerman, Belanda, Perancis, dll) yang bisa fasih berbahasa Indonesia. Terutama orang Belanda, di negara sekecil itu yang meskipun kecil namun bisa menguasai kepulauan nusantara jaman dulu, banyak sekali orang yang bisa berbahasa Indonesia, atau minimal paham sejarah, kebiasaan, dan paham bagaimana cara memanfaatkan Indonesia (!). Inget sejarah penaklukan Aceh oleh Belanda kan? atau penaklukan-penaklukan lainnya.. Semuanya karena antropolog2 Belanda saat itu sangat serius meneliti dan berusaha memahami Indonesia. Hal ini yang kemudian membuat keinginan saya belajar bahasa belanda menguat.

Kenapa sedikit sekali orang Indonesia yang bisa bahasa belanda? Jelas penyebab utamanya adalah kebijakan nasionalisme Sukarno, yang melarang pengajaran Bahasa Belanda segera setelah Indonesia merdeka. Padahal menurut saya, sangat penting memahami bahasa si mantan penjajah ini. Terutama untuk lebih memahami cara berpikir mereka. Alasan-alasan kenapa dulu mereka menjajah, penyebab di balik tindakan-tindakan yang dulu mereka lakukan di kepulauan nusantara, dan lain-lain. Jelas waktu tak akan bisa berulang. Tapi dengan memahami bahasa belanda, saya, sebagai orang dari kepulauan nusantara merasa mempunyai kedudukan yang setara dengan mereka. Bukan hanya sebagai objek penelitian atau objek penjajahan, tapi sebagai bangsa yang setara dengan mereka yang juga memahami tindak tanduk dan bahasa mereka.

Meskipun sih..kadang niat kuat pun tinggal niat. Keinginan berhenti belajar kadang menguat juga..apalagi kalo inget si mevrouw guru saya yang..duuh aduh banget dah. Kemaren, saya udah berniat untuk berhenti..untung diingatkan sama bapake bahwa saya sudah bayar kursusnya dan beli bukunya -_-

Yah..semoga sih masih bisa bertahan sampe akhir Januari nanti.