Wednesday, October 23, 2013

What do you feel?

Dear Son,

What do you feel when you see mom & dad go to office everyday and left you with si mba? I often see you cry when we're about to go..My heart is also cry..I wish I could stay with you..play with you..read a book for you..feed you..

But since life is not gonna give us everything for free, mom&dad have to fight for our life. We have to work to ensure that our mortgage being paid. We have to work for your education. We have to save money for mom&dad's old days so we won't be your burden. We have to save money for our holiday :)

When people know that I'm a working mom, some of them said "Terus..anak lo ditinggal?" At 1st, I feel ashamed that I left my son at home. That I couldn't stay at home for taking care of my own son. But..hey..every family has a different condition. Then..are you gonna help us to pay our bills, people?

One think for sure, whenever I could, I'll try to always be with you. This is not a promise. This is my commitment. I want to be your best friend whenever you need me, wherever you need me. I want to be parents who guide you. I want you to trust me for everything.

This is just my notes about what I feel..looks like a random one huh. Because I'm missing you, Boy. So much.

-Bali, 24th October 2013 *a week when I couldn't be with you-

Friday, October 18, 2013

My Sleeping Child




The Milky Way upon the heavens Is twinkling just for you
And Mr. Moon he came by
To say goodnight to you

I'll sing for you I'll sing for father
We're praying for the world
And for the people everywhere
Gonna show them all we care
 

Oh my sleeping child the world's so wild
But you've build your own paradise
That's one reason why I'll cover you sleeping child 

If all the people around the world
They had a mind like yours
We'd have no fighting and no wars
There would be lasting peace on Earth 

If all the kings and all the leaders
Could see you here this way
They would hold the Earth in their arms
They would learn to watch you play 

Oh my sleeping child the world's so wide
But you've build your own paradise
That's one reason why I'll cover you sleeping child 

I'm gonna cover my sleeping child
Keep you away from the world so wide 

-Michael Learns to Rock-


#Udah sedih duluan bayangin minggu depan bakal pisah beberapa hari sama @alifdipantara :(

Monday, October 7, 2013

Kantor baru (lagi)

Seminggu pertama di kantor baru, Alhamdulillah bersemangat. Karena jarak rumah-kantor yang lebih pendek dari sebelumnya, jadi ga terlalu cape kalo pulang kantor.

Awalnya saya pikir, pasti akan lebih boros untuk uang makan siang..soalnya lokasi kantor di daerah yg banyak tempat mkn & resto2. Eh tapi ternyata oh ternyata..banyak juga anak kantor yang suka bawa bekel dari rumah..atau makan siangnya pesen yg murmer di sekitar situ ke OB. Biasanya dimakan bareng-bareng di meja makan.

Yang lebih menyenangkan lagi, di meja makan ada kaleng kerupuk besar yang selalu ada isinya dan gratis! Aseek ga tuh? :D #PencintaGratisan

Monday, September 23, 2013

Goreng Aci a.k.a Cireng

Ini adalah salah satu makanan kesukaan saya. Goreng Aci/cireng ini adalah makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tepung kanji, kelapa parut plus sedikit garam. Waktu saya kecil, ada yang jual goreng aci plus cuka keliling kampung. Hmm..jajanan favorit bgt tuh.
Waktu mamah dateng, saya segera menyediakan bahannya *soalnya saya belum bisa buat* Hohoho.. Padahal ternyata sih gampang aja. Tepung kanji+kelapa diaduk (kering), tambah sedikit garam biar gurih. Terus tambahkan air panas, aduk dan segera bentuk. Setelah itu goreng deh. Dimakan pake cuka sisa pempek..nyam nyam yummy bgt!

Buat saya, cireng ya sesederhana itu. Ga perlu pake keju, sosis, dll. That's it. 

Friday, September 20, 2013

The Rural Mama

Sejak jadi ibu2, Saya jadi sering nyasar ke web komunitas Urban Mama (TUM). Misalnya, ketika cari info RSIA pro ASI di sekitaran rumah, ttg ASI, menyusui, MPASI, dll, hasil gugling seringkali membawa saya ke webnya TUM. Saya sih melihat bahwa webnya sangat informatif dan bermanfaat buat ibu2 baru seperti saya. 


Saya pun jadi sering cerita tentang si TUM ini pada suami saya. Seperti tadi malam, untuk kesekian kalinya saya bilang ke suami "Si Urban Mama ini keren deh" -sambil kami makan malam dengan semur jengkol dari warung Betawi langganan-


Tetiba si Suami nyeletuk "Mending kamu bikin web The Rural Mama..buat nampung ibu-ibu dari daerah rural yang tidak semampu (setajir) ibu-ibu di TUM". Nyeeh..mulai deh keluar ide anehnya.. Dilanjutkan pernyataan selanjutnya "Ayoo..pasti banyak loh yang ikutan..lagian kamu tuh karakternya ibu2 rural banget..kalo urban mama kan makannya banyak kalo makan steak, pizza, dll. Nah kamu, nambah nasi kalo makan pake jengkol!"


-Sekian-


Nb. Saya belum tertarik bikin smacem TUM sih, apalagi cuma karena saya doyan jengkol :p.

Tuesday, September 17, 2013

Hak dan Kewajiban

"Kadang bicara hak lebih mudah daripada bicara kewajiban,padahal kewajiban kita mungkin hak orang lain" - Dr Tiwi


 Pagi ini pas baca twit di atas dari @drtiwi, rasanya jlebb banget. Fenomena plus pengalaman Saya selama ini, banyak orang yang merasa haknya tidak dipenuhi misalnya dalam pekerjaan. Hak atas waktu kurang, hak atas materi kurang, dll. Tapi sebelum rame-rame menuntut hak, ada baiknya kita merenungkan quote di atas.

Jadi, sebelum kita bermalas-malasan dan melupakan kewajiban, mari ingat-ingat lagi..hak siapa yang akan kita langgar kalo melupakan kewajiban?

Thursday, September 12, 2013

Koantas Bima 510

Sejak dinyatakan diterima di kantor Kp. Melayu pada Maret 2012, saya langsung mencari informasi how to get there. Mengingat ada teman saya di kantor Kemang yang rumahnya di daerah Kramat Jati, jadi saya cukup mendapat gambaran tentang berbagai alternatif transportasi untuk menuju ke sana (selain dibonceng suami naik motor). 

Rumah saya posisinya di Depok tapi bagian yang agak melipir Bogor. Berhubung stasiun kereta terdekat lumayan jauh, praktis saya hanya bisa menggunakan satu moda transportasi: jalan raya biasa. Nah..saya mau cerita tentang salah satu angkutan yang lumayan sering saya gunakan untuk berangkat ngantor ketika tidak diantar suami. 

Saya menyebut jalur ini Jalur Ciputat. Pertama, dari rumah saya jalan kaki ke pangkalan ojeg depan komplek (5 menit). Naik Ojeg ke Jalan Raya Parung Ciputat lewat Gang Bhakti. Dari Gang Bhakti, lanjut angkot 106 (Parung-Lebak Bulus) menuju Pasar Jumat. Dari depan Sekpolwan Pasar Jumat, saya naik Koantas Bima 510 (Ciputat-Kp Rambutan). Terus yang mana yang mau dibahas?

Foto diambil dari sini


Yang mau saya bahas yaitu sedikit tentang dunia perkopaja/permetromini/perkoantas-an di seputar Jakarta. Kenapa sih ujug-ujug pengen bahas tentang ini dan dikaitkan sama perjalanan saya dari rumah ke kantor? Soalnya saya sering dibikin ketar-ketir sama kelakuan kopaja/metromini di jalanan Jakarta selama perjalanan saya. Misalnya ketika saya naik P20. Di belakang saya muncul P20 lainnya. What happen next? Mereka balapan seolah-olah lagi di sirkuit! Balapannya serius banget loh..sampe seringkali hampir saling nabrak atau saling senggol dan bahkan nyenggol kendaraan lain yang ada di jalanan. Bahaya banget kan? Gimana penumpangnya ga deg-deg-serr tuh. Ditambah lagi supirnya seringkali cuma bocah-bocah tanggung yang belum punya SIM! hadeuuh....

Jadi ternyata mereka bertingkah seolah lagi balapan di sirkuit karena mereka rebutan penumpang. Mereka harus rebutan penumpang demi memenuhi target setoran yang harus diserahkan kepada pemilik kopaja/metromini/koantas. Sudah banyak korban yang jatuh karena kelakuan mereka di jalanan. Sampe-sampe Jokowi pun mulai mengambil tindakan serius demi memperbaiki sistem perkopaja/metromini/koantas-an.

sumber foto: dari sini


Balik ke cerita perjalanan saya ke kantor lewat Jalur Ciputat, salah satu yang paling saya sukai dari jalur itu adalah ketika naik koantas bima 510. Sebenarnya si 510 ini berangkat dari pasar Ciputat, menuju Pasar Jumat, kemudian masuk tol di pintu tol Pondok Indah. Tapi saya selalu naik dari Pasar Jumat untuk menghindari kemacetan Ciputat. Memang lebih penuh jika saya naik dari Pasar Jumat, tapi perjalanan lebih singkat. Tinggal masuk tol, keluar tol lagi di Pasar Rebo, turun deh. Si 510 ini juga sungguh tertib di jalan..meskipun di dalemnya udah penuh umpel-umpelan, kondektur tetap mengusahakan agar pintu ditutup ketika masuk tol *tapi yang dipintu meringis kegencet* :D Jalannya pun tidak ugal-ugalan. Sangat hati-hati meskipun sebetulnya bisa ngebut di jalan tol.

Sepanjang ingatan saya, si 510 ini jumlahnya tidaklah sebanyak P20 atau metromini/kopaja/koantas lain. Sempet curiga dia punya semacem timer untuk setiap keberangkatan 510. Dan ternyata..emang bener sodara. Suatu ketika saya duduk di kursi dekat supir, dan si supir sedang ngobrol dengan seorang bapak di sebelah saya. Mereka sedang membicarakan tentang manajemen sistem kopaja/metromini/koantas di (seputar) Jakarta. *Saya memang berbakat nguping loh*

Koantas 510 di tempat ngetemnya (Pasar Ciputat). Foto dari sini


Pak supir menjelaskan bahwa manajemen koantas 510 memang ketat. Ada pengaturan waktu untuk setiap keberangkatan, demi menghindari balapan liar rebutan penumpang di antara sesama 510. Selain itu, selalu ada evaluasi untuk perilaku supir 510 di jalan raya (tentu saja supirnya bukan bocah tanggung dan harus punya SIM). Kalo si supir ternyata ugal-ugalan dan suka kebut-kebutan, bakalan di pecat dari posisi supir. Mereka juga diharuskan mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran. Keren kan? Meskipun sederhana, keteraturan yang diusahakan oleh manajemen 510 ini cukup membuat saya terpesona. Dengan pengaturan waktu keberangkatan, setiap armada punya cukup waktu untuk memenuhi target setoran tanpa harus bersaing dengan armada 510 lainnya. Mereka tidak perlu balapan demi rebutan penumpang. Mereka bisa jalan dengan tenang dan mematuhi peraturan lalu lintas. 

Terus kenapa kopaja/metromini/koantas lainnya ga bisa ngikutin sistem si 510? Ah..entahlah..seandainya saya masih mahasiswa, saya bersedia membantu Pak Jokowi melakukan riset mengenai ini :D 

Btw, besok mungkin terakhir kalinya saya naik si 510. Karena mulai akhir bulan saya pindah kantor lagi ke Kemang :)