Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Tuesday, December 31, 2013

Last day in 2013

Tak terasa, hari ini sudah tanggal 31 Desember 2013, hari terakhir sebelum memasuki 2014. Banyak hal yang terjadi pada Saya dan keluarga kami di 2013. Berikut catatan singkatnya *diposting sebagai pengingat pribadi* ^_^

#AlifDipantara
Tanggal 23 Desember 2013, menginjak 13 bulan. Sudah belajar berjalan sambil dituntun tertatih-tatih.


Jalan-jalan di UI Depok

Sudah hampir bisa mengucapkan kata "Aaaah (ayah)", dan tetap manggil Ibunya "Mmeeh (nen)" -_-. Gerakannya makin sigap, merangkak cepat kesana-kemari. Ngobrak-ngabrik barang-barang di rumah sambil berceloteh "tuta..tuta" atau "pute..pute", yang mana sampai sekarang Saya belum nangkep maksudnya apa :D. Mulai suka ngikutin apa yang Saya omongin ke dia..lucuuu..hehe..
Kegiatan kesukaannya adalah ngobrak-ngabrik keranjang perkakas, dorong-dorong mainan motornya, dan mendengarkan musik sambil joged-joged. Selalu menunjukkan ekspresi gembira jika Saya bacakan dia buku. Sudah sering pergi wara-wiri ikut ayah-ibu naik motor. ke UI Depok, ke Dharmawangsa, ke PIM, ke Cinere. Mulai jarang banget naksi, kecuali kepepet pas lagi sakit dan mau ke rumah sakit. Sifat keukeuhnya pun mulai jelas terlihat :D *ya iyalah..anak siapa dulu yaa*. 
Kesehatannya gimana? Alhamdulillah, baru aja sembuh dari cacar api dan demamnya. Cacar api yang disebabkan keringat maut si Mbak -_- Berat badannya terakhir nimbang sih 9,4. Sebelumnya 9,1 kg, karena sakit turun jadi 8,4 kg. Seminggu kemudian jadi 9,4 kg itu. Alhamdulillah banget :') Tinggi badannya udah 76,5 cm. Tinggi langsing nih bocah..ga kayak ayah-ibunya..hoho

Berat badan naik lagi setelah sakit :D


Waktu ulang tahun pertama, Ayah-Ibu beliin kue kecil dengan lilin angka 1 di Holland Bakery Cireundeu. Ga ada perayaan, ga ada kirim-kirim goodie bag ke tetangga..hehe..Dapet kado buku dari Uwa dan motor mainan dari Ayah-Ibu.

Tiup lilin
Doa Ibu untuk Alif, semoga sehat terus, tetap doyan makan, dan makin pinter ya ^_^

#TatatYuyun
19 November 2013 menginjak usia perkawinan yang kedua. Sudah berbuntut satu, anak laki-laki yang unyu :'). Masih suka berantem ga jelas kayak bocah..hoho Tapi perlahan mulai makin dewasa dalam menyelesaikan masalah, Insya Allah kami akan terus berusaha!!

Lavender pengusir nyamuk di rumah kecil *literally* kami :')
Oktober 2013 ini usia cicilan rumah menginjak 3 tahun...cihuuuy....tinggal 12 tahun lagii *nyenang2in diri* :D
Pengaturan keuangan mulai dirapikan sedikit demi sedikit. Dana darurat mulai dicicil. Tabungan pendidikan anak sudah dibuat. Niat buat teratur nyatet pengeluaran tetep gagal sampe hari ini :/ Biasanya cuma tahan seminggu dari sejak gajian -_-. Pemborosan-pemborosan ga penting masih terus terjadi. PR besar buat kami nih.

#BigFamily
Minggu lalu, kakak saya yang kedua baru saja positif hamil *Yey!!* Semoga dilancarkan sampai lahiran, anak dan ibu sehat..Amiin. Bocah kembar sudah setahun ini masuk Play Group, dan terlihat suka banget dengan sekolahnya (sebuah sekolah alam di Gaplek). 
Mamah saya, mohon doanya. Bekas operasi kanker tiroidnya masih menyebar. Semoga Beliau diberi kesehatan, umur panjang yang bermanfaat, dan ketenteraman hati. Meskipun begitu, Mamah masih aktif ngajar dan wara-wiri Kuningan-Jakarta-Bandung, demi anak cucu. 
Apa (ayah) Saya, Alhamdulillah sehat. Baru saja melunasi uang muka untuk naik haji, jadwal berangkat masih 5 tahun lagi (2018). Semoga sehat terus sampe saatnya tiba ya Pa.
Aki & Alif

Keluarga Bojonegoro, Alhamdulillah sehat-sehat. Tapi Saya tetep ga bisa (sulit) berkomunikasi aktif dengan mereka.

#Me
Untuk anger management, entahlah apa ada kemajuan atau tidak. Tapi Saya berusaha untuk lebih rileks menghadapi masalah. Minum air putih banyak-banyak kalo lagi galau. Menjelang akhir tahun, malah makin malas olahraga. Hasilnya, baju dan celana mulai terasa sesak..ukh! PR besar juga untuk memperbaiki ibadah dan manajemen waktu.
Alhamdulillah, sejak 30 September 2013 pindah ke kantor baru yang sangat menyenangkan. Lokasi lebih dekat ke rumah, gaji naik, dan lingkungan kerja yang positif. Tipe dan konteks pekerjaan pun HI banget. Just like what I always dreaming. Sangat mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi/keluarga.


Office fam :)

Akhirnya, paspor baru Saya pun dapet cap sebelum 2013 berakhir. Dapet kesempatan ke negara tetangga di ASEAN untuk urusan kerja :D.
Sejenis ikan asin dan kerupuk udang di Ortigas, Metro Manila


#KabarBaik
Kabar baiknya, tanggal 11 Desember lalu Saya baru saja menerima kabar, bahwa aplikasi beasiswa saya ke DAAD Jerman diterima! Untuk kuliah di University of Osnabruck, jurusan Democratic Governance dan Civil Society.


Engg..tapi Saya tidak bisa bergembira dan meloncat-loncat. Seperti jika kabar itu datang sewaktu Saya masih di kantor lama. Emang bener bahwa kuliah keluar negeri, khususnya ke Eropa adalah my ultimate dream, sejak jaman dahulu kala. Saya terdiam, merenung, menggalau. Pekerjaan yang menyenangkan ini..haruskah saya tinggalkan? Waktu persiapanpun cukup singkat. Bulan April 2014, Saya harus sudah berada di Jerman untuk les persiapan bahasa. Keluarga memang bisa dibawa. Tapi tentu ga semudah itu. Banyak hal yang harus disiapkan jika kami memutuskan untuk berangkat. Well..waktunya tinggal dua hari lagi (paling lambat 2 Januari 2014), hingga Saya harus memberikan jawaban kepada pihak DAAD. Mau sholat istikharah, malah dapet mens.

Umm..mungkin sekian dulu wrap-up 2013 nya ^_^ Semoga keputusan yang nanti Saya ambil adalah keputusan terbaik. Eng..no..not like that. I mean.. Keputusan manapun yang akhirnya diambil, Saya akan memperjuangkannya sekuat tenaga. Untuk melakukan yang terbaik. Memberikan yang terbaik, agar tak ada penyesalan di kemudian hari. Amin.

galau

Monday, September 9, 2013

Berkunjung ke Parung Farm




Setelah hari Sabtunya Ayahnya Alif sempet harus ke kantor karena (katanya) ada janji penting, hari Minggu kemarin adalah wiken yang sebenar-benarnya bagi Kami. Setelah Alif beres 1st breakfast (bubur tajin) dan 2nd breakfast (makan berat biasa), jam 9 pagi kami bersiap berangkat ke tempat yang sudah lama ingin kami kunjungi yaitu: Parung Farm. Sebelum berangkat, kami gugling dulu nyari alamat dan ancer-ancernya Parung Farm. Pokoknya alamatnya di Parung 546 katanya. Dari hasil gugling disebutkan bahwa kunjungan sebaiknya dilakukan hari Senin-Sabtu, kalo hari Minggu ga ada petugas yang bisa jelasin katanya. Ah..biarlah..toh deket dari rumah..kami bisa ke sana lagi kapan-kapan.

Sejak melihat brand “Parung Farm” di bungkus sayuran organik yang dipasarkan di beberapa supermarket, kami sudah tertarik untuk mengunjunginya karena tempatnya pastilah ga jauh dari rumah kami yang masuk wilayah Depok tapi udah mepet Bogor :p. Tadinya niat saya sih ingin beli sayuran organik dengan harga miring, siapa tau di Parung Farm ada sayuran-sayuran reject yang ga lolos quality control untuk masuk supermarket :D  

Jam 9 pagi kami sudah berangkat dari rumah berbekal cooler bag yang diubah fungsi jadi diaper bag. Isinya cuma 1 cloth diapernya Alif, beberapa insertnya, satu kaos ganti, dan tisu basah. Bahkan kami ga bawa minum atau cemilan buat si bocah *emaknya lupa*. Yasudahlah ya..kalo haus atau laper bisa beli air putih botol dan biskuit di jalan. Alif yang sudah berpakaian lengkap (jaket,kaos kaki, topi) saya gendong pake carrier. Awal-awal baru jalan, dia masih bersuara “awawawaaaaaaaaaa…….”, tapi ga sampe lima menit udah tidur pules :D. Bahkan ketika lewatin Pasar Parung yang panas dan super macet pun, Alif tetep anteng tidur. 

Setelah lewatin Pasar Parung, Saya mulai siaga ngawasin sebelah kiri jalan. Dan ternyata..ga jauh dari Pasar Parung, terlihat ada plang “ Parung 546”. 


 Taraa..here we goo..ready to explore Parung Farm. Begitu masuk, parkirannya tampak luas dan hijau..dikelilingi pohon-pohon rindang. Setelah parkir motor, kami sempat bertanya ke bagian packing sayuran apakah bisa jika kami ingin beli sayuran disitu. Setelah dapet jawaban positif, kami langsung jalan menuju kebun sayur terdekat.    
 
Jadi si Parung Farm adalah areal pertanian hidroponik dan aeroponik organik seluas 4,5 hektar yang telah menghasilkan berbagai jenis tanaman, mulai dari sayur-sayuran (bayam, kangkung, sawi, sawi putih, tomat, wortel, dll), buah-buahan, bunga hias, hingga anggrek dan tanaman-tanaman lainnya. Kebun sayur yang pertama kali kami tuju ternyata adalah lahan persemaian sayur. Media tanam untuk persemaian ini adalah: kerikil. Yess.. kerikil. Menurut Ayah Alif sih, kerikil lebih memudahkan persemaian karena tanaman yang ditanem disitu lebih mudah dicabut dan akarnya ga rusak. *Ini hasil kira-kiranya dia aja seh* :p

lahan persemaian dengan media tanam kerikil


Dari lahan persemaian kami menuju ke rumah kaca yang didalamnya banyak ditanami sayuran-sayuran mulai dari yang masih piyik, hingga siap panen. Ga beneran terbuat dari kaca sih, tapi rumah ini rangkanya terbuat dari bambu dan ditutup seluruhnya sama bahan sejenis plastik. Media tanam yang digunakan di rumah kaca ini yaitu udara (aeroponik) yang diwujudkan dalam bentuk Styrofoam alias gabus.

media tanam gabus

Sayur-sayurannya ada sawi dan kangkung. Rumah kacanya ga serapi dan bersih seperti yang saya lihat di Korea dulu, yang ini agak berantakan dan banyak sampah. Di salah satu tiang bambu ditempel termometer untuk ngukur suhu di dalam rumah kaca itu. Disitu ada satu orang mas-mas yang lagi manen kangkung..mau ditanya-tanya takut ganggu deh..


numpang nampang :D


Dari rumah kaca aeroponik, kami jalan ke arah padang rumput dan tanaman buah-buahan. Disitu lebih tertata rapi. Ada rumah-rumah panggung dari kayu, semacem gazebo tempat belajar, jalan setapak ditengah padang rumput yang diapit pohon-pohon dan bunga-bunga. 



Di samping salah satu rumah panggung, kami melihat ada pipa-pipa yang dialiri air dan diujung pipa-pipa tersebut ditaro pot yang ditanami macem-macem: ada oyong, cabe, tomat, seledri, sampe daun binahong. Ini keren banget deh..sayangnya kami ga bisa nanya-nanya lebih jauh soal benda ini karena ga ada orang/petugas situ yang bisa ditanyain. Setelah puas moto-motoin pipa itu, kami beranjak ke tempat lain. 

Oyong bergelantungan di antara pipa sebagai media tanamnya

Ketika menyusuri jalan setapaknya, kami menemukan semacem gerbang tanaman, rangka kawat yang dibentuk pintu dan ditanami tanaman rambat...menambah kesan asri jalan setapak itu. 






Perjalanan dilanjutkan dan ternyata..dekat situ ada kebun anggrek. Lovely! Ini adalah kebun anggrek kedua yang pernah saya datangi. Yang pertama Saya kunjungi pada tahun 2009 di Pulau Samosir, Danau Toba. Anggreknya bagus-bagus, tapi ya waktu itu ga kepikiran beli. Secara ga punya duit dan belum tau mau naro anggrek di mana :D Nah kali in saya sedikit excited soalnya sekarang ada sepetak kecil (keciiil..banget) halaman depan rumah yang bisa dibikin berantakan dengan berbagai koleksi kami..hehe Oh ya by the way, sejak masuk Parung Farm, si Alif masih tidur pules banget di gendongan..padahal udah saya ajak menjelajah kesana kemari berpanas-panas -_-



Back to the orchid garden, disitu ada macem-macem anggrek berjejer. Sebagian besar sih belum berbunga. Yang udah berbunga terlihat cantik-cantik..ada yang warna merah, kuning, ungu dan putih. Kata mas-mas yang ada disitu, jenis anggreknya pun macem-macem..ada anggrek bulan, dll *saya lupa karena emang ga terlalu tau jenis anggrek* :D 



Waktu saya sibuk liatin anggrek, Ayahnya Alif lihat-lihat ke bagian belakang rumah anggrek. Ternyata di sana ga hanya ada anggrek. Ada juga bibit buah-buahan, cabe, dan lain-lain. Kemudian Ayah tertarik sama satu taneman yang kata masnya disebut cabe hitam. Dilihat buahnya sih mirip cabe, pendek buntet warna hitam. Katanya kalo udah agak tua warnanya jadi merah. Ayahnya terlihat antusias dan pengen bawa pulang si cabe hitam. Meskipun kemudian dia baru sadar bahwa duit cash kami habis dan harus ke ATM dulu..eng ing eng.. Jadilah saya dan Alif (yang masih konsisten pules tidur di gendongan) ditinggal dulu ke ATM. 

Si Cabe Hitam

Sambil nunggu saya duduk-duduk di gazeebonya. Setelah bosen duduk-duduk, saya pun kembali ke kebun anggrek buat moto-moto. Setelah Ayah Alif dateng, kami balik ke kebun anggrek dan pilih-pilih apa yang mau dibawa pulang. Hasilnya, Saya dapet 1 buah anggrek (Rp. 20.000) buat ditempel di pohon palem depan rumah. Sementara si ayah dapet 1 pohon cabe hitam (Rp. 20.000) dan 1 pohon cabe rawit hijau biasa (Rp. 5.000). 

Sebelum pulang, kami mampir bagian packing buat beli sayur. Emm..gatau deh lebih murah daripada di supermarket apa ngga..sebungkus bayam, kangkung, dan sawi, masing-masing Rp. 9.500. Yang pasti sih, emang lebih seger. 



Kami sempatkan juga metik bunga kemangi kering buat diambil bijinya dan ditanem depan rumah..hehe..biar kalo mau bikin pepes ga usah beli kemangi :D Saya sempat lihat tumpukan sayuran dimasukkin ke gerobak..hmm..mungkin itulah yang disebut sayur reject. Ketika nanya masnya itu mau diapain, ternyata buat pakan ikan! Puuh..padahal keliatannya ga terlalu jelek loh..sayang banget ga dijual :( *mental pemulung..hoho*
 
Sekitar jam 12-an, kami menuju Pasar Parung untuk makan bakso Titoti..kunjungan boleh ke pertanian organik, makanannya tetep bakso berlemak ya..hehehe.. Secara keseluruhan, Parung Farm ini recommended banget buat dijadikan alternatif kunjungan keluarga, terutama buat dikunjungi anak-anak usia sekolah. Anak-anak bisa melihat langsung di mana dan bagaimana sayuran diproduksi, serta untuk mengajari mereka agar lebih menghargai lingkungan. Biaya masuknya pun gratis..tis.. Kami sepakat untuk menjadikan kunjungan ke Parung Farm sebagai rutinitas wiken, sekalian belajar pertanian organik demi suatu saat nanti punya kebun organik sendiri *Amiiiin* :)


      




Wednesday, August 14, 2013

Selamat lebaraaan :)

Sebelum suasana lebaran berlalu, kami sekeluarga mengucapkan Selamat Lebaran, Mohon Maaf Lahir Batin :)

Wednesday, July 3, 2013

Waktu masih muda

Berikut adalah foto-foto waktu kami -ayah & ibunya @alifdipantara - baru saling kenal (Okt 2007), waktu sama-sama pergi ke Ostrali. Waktu Saya masih muda, polos, dan kurus..haha.. Waktu ayahnya alip masih pacaran sama orang lain :D Waktu ketika sama sekali ga terlintas dalam pikiran saya, akhirnya saya akan menikah dan sampai punya Alip bersama..

Saya yang paling depan, bawa tas gambar Kanguru merah marun. Ayahnya yang depan, pake baju hitam :D

Ibu-(baju merah depan) & Ayah-(sweater coklat dgn tas selempang)


Here's our family pic now


(foto diambil pertengahan Juni 2013)