Wednesday, May 14, 2014

Belajar Bahasa Jerman (lagi) #1

Mulai awal April kemarin sampai September, kerjaan saya adalah belajar bahasa Jerman di Kapito Sprachschule Muenster. Itu aja. Belum ada kuliah, karena kuliah saya akan mulai Oktober nanti. Di bulan September, saya harus ikut TEST DAF (semacem TOEFLnya bahasa Jerman).

Dulu banget waktu masih kuliah di U-En-Pe-A-De saya pernah les Jerman privat iseng-iseng sama temen yang kuliah di jurusan sastra Jerman. Ya..namanya iseng-iseng, cuma tahan 2 bulanan, terus brenti. Setelah itu, saya baru mulai belajar lagi Bahasa Jerman pas udah mutusin mau ambil beasiswanya. Itupun, cuma lewat android apps "Duolingo". Pengen les Goethe, ga ada waktu dan no hepeng. Plus saya pikir, ntar begitu nyampe Jerman juga masuk kursusnya di kelas beginner.

Singkat cerita pas hari pertama kursus, semua anak DAAD ditanya, level Bahasa Jermannya apa. Saya jawab "beginner, but not an absolute beginner". Ternyata oh ternyata..jawaban saya jadi boomerang..karena jawaban itu, saya harus ikut placement test. Sementara anak-anak yang "absolute beginner", ga perlu ikut placement test dan langsung masuk kelas beginner (A1). Parahnya, hasil tes menempatkan saya di kelas A2, yang mana ketika udah mulai belajar, saya bener-bener buta sampai pengen nangis ditempat T_T. Saya ga paham sama sekali gurunya ngomong apa, mana di kelas ga boleh sama sekali pake Inggris. Sempat dua kali saya nyoba mau pindah ke kelas A1, tapi selalu ketauan sama pihak Sprachkurs dan dinasehatin bahwa sebaiknya saya di kelas A2, karena univ saya mengharuskan mahasiswanya menyerahkan sertifikat TEST DAF. Katanya, kalo saya di kelas A1, saya ga akan mampu ngerjain soal TEST DAFnya. Saya ditawari untuk nyoba dulu di kelas A2, kalo merasa ga mampu, setelah 2 minggu boleh turun ke A1. Pihak sprachkurs pun menyarankan saya untuk ikut kelas tambahan dua kali seminggu, plus kalo merasa perlu, disarankan untuk ikut kelas homework helf sore-sore.

Foto dari sini


Akhirnya, bismillah aja lah..saya berusaha keras banget..kayaknya dobel dibanding anak-anak lain di kelas. Soalnya kalo ngga, saya cengo sorangan teu ngarti..plus gengsi laah...malu kalo keliatan bego dikelas -_- Saya minta soal latihan sebanyak-banyaknya, rajin nyatet, rajin belajar, dsb. Jam kursus yang seharusnya cuma Senin-Jumat jam 09.00-12.30, jadi ditambah kelas intensif tiap Selasa & Rabu, dari jam 13.30-15.00. Plus kalo ada grammar yang buta sama sekali, saya ikut kelas Homework Help dari jam 15.00-17.00.

Menjelang tes rutin yang dilaksanakan pada minggu ke-3 dan ke-4, saya belajar makin lebay. Bangun jam 2 pagi pas bocah masih tidur, langsung belajar grammar, ngulang-ngulang latihan, dll. Semua kerja keras mulai terlihat hasilnya di minggu ke 4. Hasil tes yang pertama nilainya lumayan baguus :D Plus jadi lebih bisa paham pelajaran-pelajaran selanjutnya. Saya mulai bisa memahami 80 % omongan guru di kelas. Kalo belanja di supermarkt, udh bisa ngomong ato nanya pake bhs jerman. Yang jadi masalah, seringkali orang yang saya tanya ngejawab cepet-cepet dikira saya ngerti -_-.

Menginjak pertengahan bulan kedua kursus, Saya masih merasa kurang banyak belajar. Kemampuan listening, speaking dan writing saya masih perlu terus diasah *yaiyalah..kalo udah jago mah ga perlu kursus lagi keles!

Sekian curhat geje dari Saya,
Tschuss!

Saturday, May 3, 2014

Wisata Murah di Godong Ijo

Jadi, lokasi rumah kami di Depok sangat mepet Bogor. Wilayahnya masih tampak ijo-ijo dan banyak sawah *alias masih kampuang*. Selain itu, beberapa lokasi wisata edukasi lingkungan banyak tersedia dan dapat dicapai dalam waktu 15-30 menit saja. Beberapa di antaranya adalah Pertanian Organik Parung Farm dan Godong Ijo. tentang Parung Farm, udah pernah dibahas di sini. Nah, sekarang lagi pengen bahas tentang Godong Ijo.

Godong Ijo berlokasi di Jalan Raya Cinangka, Kota Depok. Jika menggunakan angkot dari Lebak Bulus bisa naik angkot 106 jurusan Lebak Bulus-Parung, dengan ongkos sekitar Rp. 6.000. Jika dari Depok, bisa menggunakan angkot 03 jurusan terminal Depok-Parung dan turun di pertigaan Bojongsari. Dari pertigaan Bojongsari, nyebrang dan ganti angkot 106 yang menuju Lebak Bulus, sekitar 10 menit. Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari Lebak Bulus bisa lewat Ciputat atau Pondok Cabe. Dari pertigaan Gaplek lurus terus menuju arah Parung. Setelah pertigaan Wates, bersiap-siaplah mengawasi sebelah kanan jalan. Lokasi Godong Ijo tidak jauh dari pertigaan Wates (pertigaan yang ada pom bensin dan berbagai jenis toko).

Taman di Godong Ijo
Godong Ijo sebetulnya merupakan lokasi pembibitan dan pengembangan tanaman. Namun selain itu, Godong Ijo juga menyediakan edukasi tentang lingkungan, tanaman, binatang, dll untuk anak-anak. Di Godong Ijo terdapat green house, kolam ikan, demplot (demonstration plot) yang terdiri berbagai jenis tanaman seperti buah naga, kakao, dll, kandang iguana, kura-kura raksasa, dan taman vertikal yang katanya adalah taman vertikal pertama yang ada di Indonesia. Banyak juga taman kanak-kanak atau SD yang menjadikan Godong Ijo sebagai tujuan wisata edukasi untuk para siswanya.

Green house berisi berbagai jenis tanaman. Memiliki timer sendiri untuk penyiraman. Jangan kaget kalo ujug-ujug ada air nyembur!
Di Godong Ijo juga terdapat kolam pemancingan ikan, lengkap dengan tempat duduk-duduk untuk makan dan mancing di pinggirnya. Jika lapar, pengunjung bisa memesan makanan dari Botanical Cafe yang disediakan oleh Godong Ijo. 

Kolam ikan di depan Botanical Cafe
Masuk ke Godong Ijo sendiri GRATIS loh. Kita hanya harus membayar jika akan memancing dan tentunya jika memesan makanan dari Botanical Cafe. Untuk memancing, kita harus membayar Rp. 100.000. Sedangkan untuk harga makanan di Botanical Cafe, antara Rp 20.000-80.000. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar. Pengecualian hanya untuk anak-anak batita yang makanannya masih spesifik.

Bagong, si Kura-kura, berasal dari Seychelles, Afrika
Godong Ijo ini sangat cocok sebagai alternatif wisata edukasi untuk anak-anak mulai usia 3 tahun. Saya berkunjung kesana dua kali, yang pertama hanya dengan Alif dan ayahnya, yang kedua dengan ibu dan kakak, dan ponakan-ponakan yang saat itu berusia 3,5 tahun. Alif sendiri waktu diajak kesana belum terlalu paham, karena saat itu dia baru 9 bulan -_-. Sementara dua keponakan Saya, sangat girang melihat ikan koi besar, kura-kura raksasa, iguana, dan lain-lain. Meskipun tidak terlalu luas, tapi anak-anak bisa belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan di sana!

Si Iguana yang kesepian


Alamat Godong Ijo

Jl. Cinangka Raya KM 10 No. 60 Serua
Bojongsari – Depok
Jawa Barat 16517 – Indonesia
Telp: 021 – 74710678
Fax : 021 – 741-3334
E-mail: indo@godongijo.com
www.godongijo.com

Monday, April 21, 2014

Cara mendaftar beasiswa Jerman

Beasiswa Jerman yang saya maksud disini adalah beasiswa dari DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst a.k.a German Academic Exchange Service) . Emm..sebetulnya sih kalo mendaftar ya mendaftar aja, tinggal liat website atau infonya, dan urus deh syarat-syarat pendaftarannya. Meskipun begitu, berdasarkan pengalaman pribadi, side info selain dari official website sangat membantu. Nah, siapa tau berguna bagi yang lain, mari kita tuliskan..

Beasiswa yang saya dapat namanya Master's Scholarships for Public Policy and Good Governance (PPGG), untuk yang S1 nya jurusan Hubungan Internasional, Administrasi Negara, dan ilmu sosial yang berhubungan. Beasiswa ini jenisnya full scholarship, alias semua ditanggung. Mulai dari tiket pesawat kita, biaya hidup, biaya riset, sampe family allowance.

Setiap tahun, pendaftaran dimulai April (atau awal Mei) dan biasanya tutup akhir Juli. Jika tertarik untuk mendaftar beasiswa ini, pantengin terus website DAAD Jakarta atau milis-milis beasiswa untuk tahu apakah pendaftaran sudah dibuka atau belum. Berikut ini persyaratan yang harus dilengkapi ketika mendaftar:
  1. Formulir aplikasi DAAD, bisa didownload di sini. Harap luangkan waktu lebih awal untuk membaca dan mengisi formulir ini. Meskipun tidak banyak (cuma tiga halaman), tapi tetap harus diisi dengan jeli dan benar. Formulir nya terdiri dari dua bahasa, Inggris dan Jerman. Buat yang belum paham Jermannya, isi saja pake bahasa Inggris. Diketik, jangan tulisan tangan.
  2. Motivation letter, yang berisi gambaran mengenai alasan akademik dan professional pendaftar untuk berpartisipasi dalam program beasiswa ini. Luangkan waktu juga untuk menulis surat ini lebih awal, tidak perlu sampe sepuluh halaman, cukup sekitar 1,5-2 halaman. Kepanjangan ntar yang baca bosen :D.
  3. Daftar riwayat hidup (CV) lengkap yang mencakup area studi kita sebelumnya dan deskripsi pengalaman kerja. Lebih baik jika menggunakan template CV standar Eropa atau Europass CV. Bisa didownload di sini. Untuk yang Jermannya belum lancar, bisa pake template CV yang English. Setelah mengeprint CV, jangan lupa untuk menandatanganinya di bagian bawah! (untuk menyatakan bahwa data dalam CV tersebut adalah benar).
  4. Sertifikat bahasa terbaru. Untuk beasiswa PPGG, yang diminta adalah sertifikat Bahasa Inggris berupa hasil TOEFL (internasional) atau IELTS. Untuk paper based TOEFL, minimum 550 dan IELTS minimum 6. Untuk yang memiliki sertifikat bahasa Jerman (yang pernah Test DaF), harap lampirkan juga. 
  5. Dua surat rekomendasi dari dosen semasa S1 dan/atau dari mantan atasan atau atasan saat ini, yang isinya menyatakan mengapa kita pantas dapet beasiswa ini, menurut mereka (dalam bahasa Inggris). 
  6. Surat dari atasan/kantor saat ini, yang menyatakan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di Jerman (apabila diterima), kita akan kembali ke kantor dan dapat melanjutkan pekerjaan (dalam bahasa Inggris). Point ini tidak wajib, tapi sangat dianjurkan.
  7. Officially authenticated copies of all certificates. Sertifikat yang dimaksud adalah ijasah S1, transkrip nilai S1, ijasah SMA, akte kelahiran. Lampirkan fotokopi asli (bahasa Indonesia) yang telah dilegalisir dan terjemahannya (bisa dalam bahasa Inggris atau Jerman). Untuk penerjemahan dokumen bahasa Inggris, salah satunya bisa ke sini, dan untuk penerjemahan dokumen dalam bahasa Jerman, bisa lihat di list ini. 
  8. Bukti korespondensi dengan universitas tujuan kita di Jerman (tidak wajib). Untuk beasiswa PPGG ini, kita harus memilih dua dari list universitas yang terdaftar dalam program beasiswa. Informasi universitas biasanya tersedia ketika beasiswa sudah dibuka. 
  9. Research proposal (tidak wajib). Jika sempat, konsultasikan research proposal anda dengan dosen/profesor di universitas yang kita incar. 
Nah jika bundel yang asli sudah lengkap seperti di atas, di foto kopi dua kali. Jadi yang kita submit ke DAAD total ada tiga set, satu asli dan dua foto kopian. Tidak perlu di staples, cukup dibundel pake clip kertas. Aplikasi beasiswa DAAD ini hanya bisa disubmit hard copy, tidak bisa daftar online. Jadi, kirimkan melalui pos atau bagi yang di Jabodetabek, bisa antar langsung ke kantor DAAD Jakarta.

Berikut alamat kantor DAAD Jakarta:
DAAD Regional Office Jakarta
Jl. Jend. Sudirman, Kav. 61-62
Summitmas II, 14th Floor
Jakarta 12190
Tel.: +62 (21) 520 08 70, 525 28 07
Fax: +62 (21) 525 28 22
info@daadjkt.org

Persyaratan di atas sebetulnya persyaratan standar untuk berbagai beasiswa DAAD dan juga beasiswa lainnya. Selain program Master Public Policy & Good Governance, DAAD juga banyak menyediakan beasiswa untuk berbagai jurusan. Info lengkap bisa obrak-abrik websitenya DAAD :)

UPDATE

Info ini sengaja saya tambahkan, soalnya ada perubahan prosedur untuk pendaftaran program PPGG DAAD tahun 2014. Mulai 2014, applicant harus mengirimkan aplikasi ke Universitas yang diinginkan. List Uni bisa dilihat di website DAAD. Misalnya, jika tertarik untuk mengambil "Master of Democratic Governance and Civil Society" di Uni Osnabrueck, semua dokumen TIDAK dikirim ke DAAD, melainkan ke Uni Osnabruecknya. Info lebih lengkap bisa dilihat di website DAAD (Jakarta).

Semoga sukses!

Oh ya dan btw, Selamat hari Kartini!

Thursday, April 3, 2014

Hello from Muenster!

Akh..udah berapa lama ga ngeblog yak? Alhamdulillah, udah nyampe di Muenster, udah mulai kursus Jermannya, udah nemu toko Asia yang jual beras dan indomie, udah nemu toko daging2an halal juga :D

Disini udah awal musim semi, tapi Masya Allah bgt dinginnya! Pemanas di kamar udah di poll-in pun tetep dingin :( Kasian si #AlifDipantara..kalo malem ingusan mulu jadinya..

Musim semi yang dingiin


Masih berjuang banget ngelawan jetlag..hoahm...jam tiga pagi waktu Muenster biasanya udah kebangun dan ga bisa tidur lagi..jadilah agak ngantuk pas waktunya belajar -_-

Masih berjuang juga buat ngapalin jalan..jadwal bis, dan hal-hal printilan lain. Plus harus rajin belajar! Kalo ngga, silakan menikmati keteteran dan ga bisa ngikutin pelajaran!

Berhubung di rumah belum ada internet, jadi cuma bisa internetan di tempat kursus, yang berarti sangat terbatas.

Jadi banyak jalan banget kemana-mana..kadang kaki sampe berasa gempor..semoga bisa cepet kurus!

Wednesday, March 26, 2014

First and Last Day in Office

Enam bulan lalu, tanggal 30 September 2013, pertama kali Saya gabung dengan kantor ini. Ketika makan siang, beberapa rekan tertawa-tawa dan teriak-teriak membahas soal sepatu *memang cara becandanya kayak gtu :D*. Sepatu kw, sepatu original beli di London pake poundsterling, dan saling hina lainnya. Karena masih baru, saya cuma diam, senyum-senyum dengerin.

Believe it or not, secara kebetulan, pas makan siang tadi rekan-rekan kantor mengulang percakapan waktu itu. Pembicaraan soal sepatu mahal dan sepatu kw, dan saling hina..haha :D Saat ini saya tentunya ikut ketawa dan kasih komentar. Entah kenapa..percakapan makan siang di hari pertama dan hari terakhir bisa berulang.

Sedih deh..akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal sama kantor dan rekan-rekan yang baik hati :')

Tuesday, March 25, 2014

Mengatasi Anak Susah Makan

Si @AlifDipantara (16 bulan), saat ini lagi masuk fase susah makan. Ga banget-banget susah sih, tapi dia agak pemilih. Kalo makanannya rasanya standar (agak-agak plain, semacem sayur2 bikinan pembantu), dia lepeh. Tapi kalo makanannya enak (dengan standar enak orang dewasa) semacem empal gentong, soto padang, soto ayam, dia makan bisa banyak banget! Nak, kamu tau aja mana yang enak..hiks..tapi mamakmu ini kan belum bisa masak begituan T_T

Sementara itu, dari pihak advisor pengasuhan anak (mamah dan kakak Saya) keukeuh bahwa si Alif itu kurang makan, underweight, sampe-sampe disangka TBC dan disuruh tes mantoux! Padahal dari dua dokter anak di rumah sakit yang berbeda, semua mengatakan berat badan dan milestone pertumbuhan Alif masih normal. Memang tidak gemuk, tapi tinggi dan lincah.

Gambar dari sini
Sejak si mbak pergi dan tak kembali, selama dua minggu Alif dititipkan di tempat uwanya pas Saya kerja. Yah..wawlohualam lah gimana cara pengasuhan mbaknya di sana..agak pasrah karena tidak melihat alternatif solusi lain. Setelah itu, @AlifDipantara sempat ikut eninnya (mamah saya) di Kuningan selama 10 hari. Di sana, jam 6 pagi Alif dikasih bubur tajin, lanjut susu. Jam 8, sarapan biasa. Jam 10, minum susu plus cemilan. Jam 12, makan siang dll..dll. Intinya, si bocah ga pernah dibiarkan ga ngunyah. Hasilnya, pipi jadi gembil, dan berat badan nambah. Kalo si bocah ga mau makan, mamah gendong dia, makan sambil liat-liat di luar rumah. Bahkan pernah sampe 3 jam! Saya sempet protes bahwa itu nantinya akan membentuk kebiasaan makan yang salah. Tapi yang ada malah kena semprot -_-. Syulit..beda generasi, beda cara pengasuhan.

Sebenernya kalo anak menolak makan harus gimana sih? Menurut sumber bacaan, seharusnya anak dibiarkan merasa lapar, biar dia paham bahwa "kalo lapar, harus makan". Ketika kita menawari dia makan dan anak menolak, TIDAK boleh dipaksa. Lebih baik beri jeda waktu sampe dia merasa lapar, misalnya tunggu 30 menit, kemudian tawarkan lagi untuk makan. Selain itu, jangan tawari dia cemilan atau susu ketika anak menolak makan. Ini cukup berhasil saya terapkan ketika Saya pegang langsung si bocah. Makan sambil duduk ditempat pun sempat sukses diterapkan. Tapi pastinya semua buyar setelah si Alif berkelana kesana kemari.

Setelah move on ke Jerman nanti, Alif akan banyak tinggal di rumah bersama Ayahnya. Padahal ayahnya pun masih harus kerja (dari rumah). Sementara Saya harus ikut les bahasa di sprachschule seharian penuh. Meal time ini akan jadi isu penting. Pastinya di sana ga akan nemu yang jual empal gentong, bubur ayam atau soto padang T_T kalo si Alif mogok makan makanan rumah!

Friday, March 21, 2014

Visanya keluar ^_^

Visa saya, suami dan si @AlifDipantara baru diajukan tanggal 12 Maret minggu lalu, padahal saya sudah beli tiket untuk saya sendiri, tanggal 30 Maret..uwow..agak-agak nekat yaa.. Pengajuan visa agak mepet karena ini-itu perintilan, mulai dari legalisir dokumen, terjemahan, general check up, dll..dll. Padahal penerima beasiswa yang satu lagi visanya sudah keluar dari tanggal 9, sementara punya Saya dan keluarga baru diajuin tgl 12! Meskipun mepet, tapi persyaratan memang dilengkapi selengkap-lengkapnya. Petugas visa di kedutaan memberikan jadwal pengambilan tanggal 17 Maret, "Coba dulu ya tanggal 17", katanya.

Hari Senin tanggal 17 kemarin, suami ke kedutaan dengan harap-harap cemas..apakah visanya sudah keluar? Apakah keluar semua atau punya saya saja. Yang ternyata, pulang dengan tangan hampa. Disuruh nunggu tanpa ada clue, kira-kira kapan si visa akan keluar.

Kemarin, Kamis tanggal 20, Saya coba e-mail ke bagian visa di kedutaan Jerman. Nanya, apakah visa kami bertiga sudah selesei. Tak lama, ada balasan yang isinya:

Dear  Mr Tatat*,

Your visas have been issued today and can be picked up.

Kind regards


Visa Section
Embassy of the Federal Republic of Germany

*ga sempet marah meskipun dipanggil mister :p

Yeyeyeyey!! Akhirnya segala usaha terbayar..visa keluarga yang dengan waktu normal butuh waktu 6-8 minggu, keluar dalam waktu seminggu. Alhamdulillah..bisa berangkat bareng Alif dan bapaknya :')

Meskipun begitu, rasa sedih kembali muncul, karena tinggal menghitung hari untuk ninggalin tanah air..keluarga, teman-teman, makanan kesukaan...