Friday, December 9, 2016

Mencari Cinta Sejati

...a liberal democratic understanding of state-civil society relations (Ketola 2013, 83).

Naon atuh ujug-ujug? Kalo kata orang Jerman: nichts. Pengen aja nulisin itu. Situ sehat? Ga yakin..tampak chaotic inside..haha

Ah..sudahlah. Pokoknya saya suka banget sama lagu ini


Pertama, karena lagu ini sound track nya film Rudy Habibie yang ketika nonton ini, saya merasa ditabok-tabok. Pak Habibie yang super jenius pun hidupnya banyak rintangan dan beliau tetep maju. Walaupun lalu saya sempat berdiskusi juga soal kenapa dia mau membangun industri pesawat terbang nusantara di bawah sang diktator yang tangannya berdarah-darah, Suharto.

Tapi intinya film ini berhasil membangkitkan rasa persamaan saya dengan Habibie..haha..sama-sama miskin waktu sekolah di Jerman, harus kerja keras nyari uang plus terus menulis/belajar tidak lupa membagi waktu dengan kewajiban sebagai orang tua. Okay. Keep going. Tik tok tik tok..

Friday, December 2, 2016

Refleksi tentang Turki

Kenapa tentang Turki? kenapa ga tentang Indonesia yang lagi rame? Suka-suka saya dong ya.

Jadi di Turki pada awalnya ada dua gerakan besar yang bersekutu, yaitu AK Parti (partainya Erdogan) dan Gülen Movement. Awalnya mereka bekerja sama saling mendukung, Gülen yang katanya awalnya tidak tertarik berpolitik menyediakan dukungan suara bagi Erdogan dan AKP dari pendukungnya yang cukup berpengaruh di Turki, dan AKP setelah berkuasa menyediakan perlindungan bagi Gülen Movement terutama dari Kemalist. Namun lama-kelamaan, puncaknya pada 2013, keduanya bubar jalan. Perbedaan di antara keduanya tidak bisa diabaikan lagi.

Lalu pendukung dua kelompok saling sapu bersih. Jika di sebuah lembaga mayoritas isinya pendukung AKP, maka orang yang dicurigai pendukung Gülen akan "disingkirkan". Begitu juga sebaliknya. Jika di sebuah lembaga dikuasai oleh pendukung Gülen, maka pihak-pihak yang dianggap pro Kemalist atau AKP akan disingkirkan. Bahkan jika itu masih hanya sekedar "dugaan".

Hingga memuncak banget-banget, pada bulan Juli lalu, Gülen Movement dituduh sebagai dalang percobaan kudeta terhadap pemerintahan resmi Turki. Giliran pemerintah Turki dengan partai penguasa AKP dibawah Perdana Menteri Erdogan yang menyapu bersih pendukung Gülen. Tidak ada yang disisakan. Jika sebelumnya militer dikuasai pendukung Gülen, sekarang sebagian besar dari mereka sudah dipecat, dirumahkan untuk waktu tak terbatas, atau dipenjara. Begitu pula dengan banyak pegawai negeri sipil yang dianggap simpatisan Gülen Movement. Mereka dirumahkan, dipecat, dipenjara, dll. Media-media yang dianggap bertentangan dengan pemerintah ditutup. Para jurnalis dan akademisi ditangkapi.

Tapi saya tidak bilang Gülen dan pendukungnya tidak bersalah. Hanya saja pemerintah Turki lebih banyak bertindak berdasarkan prasangka. Seberapa banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang ini benar-benar mendukung Gülen Movement?

Lalu kenyataan itu seperti menampar saya. Akhir-akhir ini saya sering sekali mengelompokkan orang berdasarkan prasangka saya. Si itu begini, si ini begitu. Walaupun saya bukan siapa-siapa, harusnya ga boleh begitu dong ya? Ya kan..ya kan.. Yuk dahulukan diskusi dan dialog lah..jangan asal prasangka, praduga, curiga, dan menebak-nebak.

Sepotong do´a untuk tanah air Indonesia dan para manusianya, semoga tetap damai, bijak, kritis, dan cerdas. Ingat, kita semua bersaudara. #apeu.

*catatan untuk (saya sendiri dan) teman-teman saya, apapun pilihanmu, please don´t change. Mari kita berusaha tetap adil terhadap siapapun, regardless our political and religious views.

Tuesday, November 29, 2016

29 November 2016

Memasuki musim dingin taun ini yang datang lebih cepat, saya teringat kata-kata Alm Apa waktu kami mudik Feb lalu (apa ketika saya menelpon beliau?). Beliau bertanya soal suhu di Jerman, berapa suhu di musim dingin, di musim panas, dan seterusnya. Saya jawab seinget saya, misalnya, bahwa selama dua kali musim dingin suhu rata-rata antara -2 sampai 4 derajat, dan di musim panas bisa mencapai 38 derajat. Lalu beliau menjawab "Di tulis atuh suhu di buku harian..ambeh inget". He suggested me to write on a daily basis, especially about temperature change.

Dedaunan dilapisi bunga es
 Lalu pagi ini sekitar jam 9 pagi setelah mengantar Alif ke TK dan menyaksikan hari yang cerah namun terasa membeku, saya teringat untuk mencatatnya. Hari ini Langit biru, matahari bersinar cerah, namun bunga-bunga es putih terhampar di dedaunan, pohon-pohon, di atas mobil-mobil, rerumputan, dan di mana-mana. Saya cek suhu di hp. Owh.ternyata -6 derajat Celcius! Hari Minggu kemarin padahal suhu sempat mencapai 8 derajat. Lalu kembali menurun di malam dan dini hari. Tapi saya menyukai musim dingin yang seperti ini. Dingin, namun langit biru dan matahari bersinar cerah. Indah.

Pemandangan hari ini, dilihat dari jendela perpus
Tadi pagi seperti biasa saya ribet sendiri sebelum mengantar Alif, karena ayahnya Alif sudah berangkat kerja jam lima pagi. Nyiapin sarapan (padahal cuma sereal dikasih air anget), bikin kopi, rebus telor buat bekal, bikin bekal saya, dll. Saya tidak berhasil menemukan kupluk si bocah dan memakaikan kupluk dia dari dua tahun lalu yang sudah kekecilan. Untung masih bisa nyampe TK 2 menit sebelum jam 9..ngepas..Haha.. jangan ditiru. Nanti sore harus dicari si kupluk sampe ketemu.




Monday, November 21, 2016

Alles gute zum 4. Geburtstag, Alif!


Selamat ulang tahun Alif!
Semoga makin soleh, sehat selalu, penuh pertimbangan, cerdas, sayang keluarga, dan berguna untuk sesama :)

Maafkan Ibu dan Ayah tadi pagi marah-marah karena kamu numpahin air -_-
Maafkan lah kami yang masih terus belajar ini..semoga suatu saat nanti kamu memahami apa-apa yang ibu dan ayah lakukan.
Semoga kami diberi kesabaran tak terbatas menghadapimu yang penuh tanya tentang dunia.

Semoga kami diberi umur panjang untuk mendampingimu tumbuh.

Konon katanya golden time anak balita itu usia 0-4 tahun, dan setelah itu pertumbuhan otak anak sudah sempurna. Ah..tapi menurut saya ngga lah ya..setiap anak pasti akan bisa terus berkembang walaupun sudah lewat umur 4 tahun.


Beberapa milestones Alif 4 tahun *catatan ibu biar ga lupa
Sudah bisa pake baju sendiri komplit: kaos, celana dalam, jaket, kaos kaki, sepatu.
Sudah bisa naro baju kotor ke keranjang/ember
Beresin mainan, simpan alat makan ke tempatnya, ngambil susu dan sereal sendiri, ambil minum sendiri.
Makan buah-buahan dengan kesadaran sendiri, walopun kadang-kadang masih harus diingatkan
Makan sayur masih harus diingatkan terus-menerus, tapi semakin hari semakin gampang prosesnya. Ga harus dipaksa/dimarahin untuk makan sayur.
Bisa diajak cerita dan memberi jawaban yang (cukup) masuk akal.
Kemampuan sosialisasi dengan orang lain meningkat walopun sedikit, lebih ramah terhadap orang yang sudah dikenal (misal: teman-teman ayah dan ibu, atau Kaela, atau Yumna).

Contoh-contoh percakapan dengan Alif
Ceritanya Alif lagi makan.
Ibu/Ayah: Alif ayo makannya fokus, dihabisin ya.
Alif        :  Ibu, perut aku bilang "Aku udah kenyang..aku ga mau makan lagi"
Ibu         : Ah..kamu suka alasan
Alif        : Ga kok ibu..itu kan perut aku yang bilang
Ibu         : "............."
 Si Alif paling banyak beralasan kalo lagi makan. Bisa juga dia bilang "Ibu, kaki aku bilang dia sakit".

Cerita lainnya di hari Minggu, ketika Saya biasanya nelpon orang tua di Indonesia.
Ibu  : Alif, kita telpon Enin yuk. Enin itu kan ibunya ibu.
Alif : Ngga ah..kamu aja yang telpon, Enin kan bukan ibu aku.
Ibu  : "................."

Atau ketika bangun tidur.
Ibu : Alif, ayo kita bangun
Alif : Tapi mataku bilang dia masih ngantuk

Ketika saya sampe rumah hari ini,
Alif : Ibu, aku ulang tahun loh..
Ibu : iya.. Ibu tau lah..emang siapa yang lahirin kamu -_- haha..

Feuerlöscher (hydrant pemadam api) mainan, hadiah dari Kindergarten
Di TK, biasanya diadakan perayaan sederhana, tiup lilin, dikasih mahkota, dan hadiah kecil. Biasanya dapur TK juga mengajak anak yang ultah dan teman-temannya untuk membuat kue kering sama-sama. Orang tua tidak perlu hadir, khusus untuk para bocah dan pihak Kindergarten. Foto-foto biasanya diambil oleh pihak sekolah. Ga perlu keluar biaya apa-apa..hehehe.. *mak irit*

Sementara di rumah kue ultahnya sederhana saja dan ga ribet, yaitu pancake Pisang. Kebetulan sudah seminggu ini si anak kecil bilang, bahwa dia mau makan pancake. Jadi tinggal beli lilin..jadi deh.. Anak kecil segitu aja seneng banget :D.

Dan..berikut ini lagu ulang tahun favorit Alif




Friday, November 18, 2016

Celoteh Alif

Seminggu terakhir ini lagi sering membahas bayi (walaupun belum tahu kapan Alif punya adik), gimana kalo Alif punya adik, dan lain-lain sama si bocah yang umurnya hampir 4 tahun. Percakapan-percakapannya seperti berikut ini,

Ibu: Baby alipo..sini
Alif: Aku bukan baby
Ibu: kamu mau punya adik bayi ngga, kayak Kaela (temen Alif yang seumuran) udah punya adik, de Kinan.
Alif: Kamu udah punya baby kan, Ibu.
Ibu: mana babynya?
Alif: Aku kan dulu babynya?
Ibu: Iya..tapi maksud ibu baby baru..bukan kamu..
Alif: siapa namanya?
Ibu: Ya belum ada namanya...kan belum ada babynya..

Di lain kesempatan kata ayahnya,
Ayah: Alif mau punya adik?
Alif: ngga, aku ga mau punya adik. Tapi aku mau tulisin namanya di popok sama di bajunya (alif lagi suka tulis2, minta ditulisin nama Alif di kertas gambarnya)

Selain obrolan tentang adik, banyak obrolan lain yang menunjukkan bahwa seiring bertambah usianya, si anak kecil juga makin berkembang kosakata dan pemahamannya :´).




Monday, October 17, 2016

Postcards Never Sent

Hari ini saya dibantu teman saya Lily, mulai mencicil menyortir barang di apartemen kami. Lalu ketika kami memilah setumpuk dokumen saya waktu di Münster, kami menemukan amplop berisi beberapa kartu pos dengan pemandangan kota Münster. Kartu-kartu tersebut sebagian sudah ditulisi kata-kata dan siap dikirim. Sebagian lainnya hanya tertulis kepada dan alamatnya. Saya ingat, setelah menulis kartu-kartu itu, tetiba amplopnya hilang entah ke mana karena saya terlalu lama menunda. Akhirnya kartu-kartu itu tidak jadi dikirim.

Di antara kartu-kartu itu saya menemukan kartu pos untuk Ayah saya, yang tidak pernah terkirim. Melihat tulisan di bagian belakang kartu posnya saja sudah membuat saya terdiam, lalu mengerjap-ngerjapkan mata agar air mata tidak mengalir. Ah...another words I never said. Postcard I never sent.

Diantara kartu-kartu itu ada juga kartu pos untuk mamah. Harus segera saya kirimkan nih..

Karena urusan beres-membereskan dokumen ini, saya jadi ingat juga waktu saya, mamah, dan adik saya sedang membereskan dokumen punya Apa. Ada foto Beliau waktu muda, buku tabungan, SK pensiunnya, dan lain-lain. Hati saya serasa diiris-iris, menyaksikan Ayah saya hanya tinggal dokumennya. Lalu saya memilih berhenti menyortir, dan pergi ke ruang depan yang sepi. Menangis sendiri.

Sunday, October 2, 2016

Resep Bolu Pisang Kesukaan Kami

Akhir-akhir ini kami lagi suka makan bolu pisang alias banana bread buatan ayahnya Alif. Dia pertama nemu resep yang pas dari youtube nya Nyonya cooking. Lalu dimodifikasi sesuai selera. Setelah (ayahnya alif) beberapa kali mencoba, inilah resep yang dirasa pas.

Bahan
Pisang 3 buah
Terigu dari gandum utuh 150 gram
Gula pasir 120 gram
Butter 120 gram
Telur dua butir
Garam sejumput
Baking soda 1 sendok teh

Cara Membuat

  1. Hancurkan pisang dengan sendok
  2. Campur semua bahan di mangkuk dengan mixer.
  3. Tambahkan pisang ke dalam adonan. Aduk dengan tangan atau mixer hingga tercampur.
  4. Masukkan adonan ke dalam loyang yang telah diolesi margarin.
  5. Masukkan loyang ke dalam oven yang telah dipanaskan. 
  6. Panggang dengan suhu 170 derajat selama 30 menit. Lanjutkan 120 derajat selama 20 menit.
Tadaa...simple kan...hehe... Yuk mari memasak..biar lebih hemat dan keluarga sehat!