Saturday, October 18, 2014

Rawon Nguling

Yup..mari kembali ngerandom :D Tadi ga sengaja ada temen yang posting rawon di Jatim, yang membuat saya inget sama Rawon Nguling. Nyam..nyam..

Saya pertama kali nyicip rawon nguling ini waktu penelitian ke Malang, beberapa tahun yang lalu. Saat itu, kontak kami mengajak makan di Depot Rawon Nguling. Katanya sih, itu rawon terenak di Malang :D. Entah bener terenak di Malang atau ngga, yang pasti memang Rawon Nguling ini enak banget!! Porsinya besar, dagingnya empuk dengan sedikit lemak. Kuahnya kental berbumbu, ga encer kayak rawon-rawon Jakarta. Side dishnya pun enyak-enyak..tempe penyet, dll. Hem..hem..hem...

tatatsjournal.blogspot.com
Rawon porsi besar dan berlemak

Ibu bos saya saat itu, yang umurnya sudah di atas 50 bilang, bahwa waktu dia kecil dia sering makan di Depot Rawon Nguling yang aseli (Probolinggo) sama keluarganya. Wow..berarti udah lumayan tua juga yaa.. Pernah dalam perjalanan Bojonegoro-Surabaya, saya lewatin rawon nguling Probolinggo. Saat itu saya lagi nebeng mobil keluarga suami, ga enak kalo ujug-ujug minta brenti cuma buat nyicip rawon :p.

Beberapa tahun kemudian, saya baca di sebuah blog bahwa rawon nguling buka cabang di Jakarta. Dengan ekspektasi besar, pergilah kami ke sana, ga sabar pengen nyicipin lagi rawonnya yang super lezato. Sayangnya, ekspektasi kami tak terpenuhi. Rawonnya encer dan rasa nya standar banget. Kecewa beraat..entah kenapa tempat makan yang enak-enak kalo buka cabang di Jakarta selalu ga seenak aslinya :(

Jadi saya sih cuma berani merekomendasikan Rawon Nguling yang di Malang *semoga kualitas rasa tetap terjaga*:

Alamat Depot Rawon Nguling Malang
Jl. Zainul Arifin No. 62 Malang

Tapi buat yang mau nyoba yang aseli, yang katanya sudah berdiri dari tahun 1942, silaken:
Jalan Raya Tambakrejo No. 75 Probolinggo 

Atau buat yang keukeuh pengen nyobain yang di Jakarta Selatan:
Jl. Cikajang No. 49 Kebayoran Baru

Thursday, October 9, 2014

Si Alif bermain (1)

Sudah tiga hari ini saya mulai mengajak si #AlifDipantara (23 bulan) untuk melakukan aktifitas yang berbeda. Bukannya sebelum-sebelumnya kegiatan Alif ga bermanfaat, hanya saja sekarang ditambah dengan kegiatan-kegiatan baru yang idenya banyak berseliweran di sosial media. Lumayan..dapet beberapa ide kegiatan murmer buat si Alif :D. 

Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah bermain benda mengambang. Tadinya sih mengambang dan tenggelam, tapi saya kelupaan nyari batu sebelum maen :p Jadilah yang dimainin cuma benda-benda mengambang seperti balok-balok kayu dan bola plastik. Biar flat kami ga becek ketumpahan air, kami bermain di balkon. Meskipun saat itu cuaca dingin, si Alif tetep semangat ngubek-ngubek baskom.

tatatsjournal.blogspot.com
balok kayu dan bola plastik mengambang di air
 Kegiatan hari selanjutnya adalah menempel stiker dilokasi yang tepat. Stikernya adalah stiker bulat-bulat warna merah yang saya beli di toko buku. Pada gambar pertama, Alif harus nempel "apel" di pohon. Pada gambar kedua, Alif harus nempel "roda" di kereta. Pada gambar ketiga, Alif harus nempel "tomat" di pohonnya. Saya tinggal menggambar pohon apel, kereta, dan pohon tomat di kertas dengan pensil warna. Lalu Alif menempel stiker-stiker itu. Meskipun nempelnya ga semua di tempat yang tepat, tapi bocahnya tampak antusias menempel dan terlihat gembira.

tatatsjournal.blogspot.com
Nempel apel ke pohon
Kegiatan hari ketiga adalah bermain warna. Tapi yaa..persiapan tidak matang sodara-sodara. Saya cuma punya dua warna, yaitu hijau (aroma dan pewarna Pandan cap Kupu-kupu) dan warna kuning (bubuk kunyit). Anaknya kayaknya cuma setengah antusias..hehe..lain kali kita coba lagi ya boy!

ngobok-ngobok warna :D

Thursday, October 2, 2014

Cerita dari Münster

Daripada stress liat berita politik Indonesia yang suram, mending ngeblog hal-hal yang menyenangkan :) Salah satu hal menyenangkan menurut saya adalah Kota Münster. Dari bulan April sampai akhir Sept, kami sekeluarga tinggal di Münster. DAAD menempatkan saya untuk belajar Bahasa Jerman selama enam bulan di Kapito Sprachschule Münster.

Kami pertama kali tiba di Münster tanggal 31 Maret 2014, setelah mendarat di Frankfurt dari Indonesia. Frankfurt-Münster dengan kereta ditempuh kira-kira 4 jam (dengan kereta ICE). Keluar dari Hauptbahnhof, kami langsung nyari bis yang menuju ke flat kami di Kinderhaus (Flat furnished ini udah disewa duluan lewat agen). Saat itu cuaca musim semi masih sangat dingin..mungkin sekitar 7 derajat. Dengan bawaan segambreng, kami naik bus nomor 15 jurusan Kinderhaus Brüningheide.

Sampai di flat, ambil kunci di tetangga, dikasih tau ini itu soal pemanas (Heizung), exhaust, mesin cuci, dll. Flat yang kami sewa ini cukup luas, sekitar 75 meter persegi, dengan harga 590 Euro *nangis bombay *mahalnyoo. Terletak di lantai dasar (Erdgeschoss) dengan perabotan dan dapur lengkap plus sepetak halaman berumput. Ya..alhamdulillah lah untuk memulai hidup baru. Karena perbekalan dari Indonesia cukup lengkap untuk awal-awal, kami tidak langsung belanja bahan makanan. Sedikit beras (plus rice cookernya), sambel bu rudi, makanan kering, bumbu bamboe, dll jadi andalan.

Keesokan harinya, mulailah kami menjajaki kota. Münster terletak di Bundesland (negara Federal, kalo di Indonesia semacem provinsi) Nord Rhein Westfalen atau dalam bahasa Inggris North Rhine Westphalia. Letak Münster sekitar 1-3 jam dari Dortmund, Köln (inggrisnya: Cologne), Bonn (bekas ibu kota Jerman Barat), dan Düsseldorf (ibukota Bundesland Nord Rhein Westfalen). Yang terpenting, Münster ini letaknya berdekatan dengan Osnabrück, kota tempat saya akan melanjutkan studi nanti :D

Bundesland Nord-Rhein-Westfalen sendiri sebetulnya terdiri dari dua wilayah, yaitu Nord Rhein (di sebelah utara sungai Rhein) dan Westfalen. Kota-kota yang dialiri sungai Rhein seperti Düsseldorf, Köln, Bonn masuk wilayah Nord-Rhein. Sementara Münster, fitrahnya masuk wilayah Westfalen. Nord-Rhein Westfalen dijadikan satu bundesland oleh Inggris, pasukan Sekutu yang menguasai wilayah ini setelah Perang Dunia II. Nord Rhein-Westfalen adalah bundesland yang penduduknya paling banyak se-Jerman.

Münster sendiri tidak sebesar kota-kota Jerman yang terkenal secara internasional semacem Frankfurt atau Berlin. Yang menarik, sebagian besar penduduk Münster adalah mahasiswa. University of Münster adalah universitas terbesar keempat di Jerman. Selain terkenal sebagai kota pelajar, Münster juga terkenal sebagai "kota PNS" atau "Beamte Stadt", karena sebagian besar orang dewasanya bekerja sebagai PNS. Karena "Beamte Stadt" itu pula, penduduk Münster sebagian besar makmur (tajir). Di Jerman, gaji PNS termasuk besar :D Kemakmuran inilah yang menyebabkan biaya hidup di Münster mahal. Biaya sewa flat/apartemen/kos-kosan cukup mahal.

Meskipun mahal, ada sisi positif yang membuat Münster akan selalu dikenang ;) Kota ini sangat rapi dan cantik. Perbandingannya bukan kota-kota di Indonesia, tapi kota-kota lain di Jerman. Setelah melihat beberapa kota di sini, saya baru paham, bahwa ada juga kota-kota yang agak semerawut *meskipun ya ga separah Jakarta* :D. Sebagai "Beamte Stadt", tentunya pemerintah kota Münster menyediakan dana berlebih untuk menjaga kerapian dan kecantikan kotanya. Altstadt (kota tua) Münster sangat bersih dan rapi. Padahal kota ini 80% hancur setelah perang dunia dua. Pemerintah kota melakukan rekonstruksi secara sempurna. Ga keliatan kalo Münster pernah porak-poranda.

pemandangan malam di Prinzipalmarkt, kota tua Münster
Münster punya banyak tempat yang bisa digunakan warganya untuk bersantai. Yang pertama adalah Promenade. Promenade ini bentuknya jalan kecil yang kiri-kanannya ditumbuhi pepohonan, melingkari bagian dalam kota (zentrum). Promenade ini panjangnya sekitar 4,5 km. Menurut saya, Promenade ini masterpiece nya Münster! Ini salah satu kelebihan Münster yang tidak dimiliki kota-kota lain di Jerman. Promenade hanya boleh dilewati sepeda dan pejalan kaki. Kota lain, misalnya Osnabrück, punya juga semacem Promenade. Namun panjangnya hanya 500 meter.

Promenade Münster. Photo taken by Rüdiger Wölk
Jalur utama biasanya digunakan untuk sepeda. Jalur pejalan kaki terletak di pinggir kanan dan kiri. Tanpa mobil, tanpa motor! Sebagai mantan penghuni Jakarta yang mobil dan motornya brutal, Promenade ini berkah banget buat saya :D Menurut sejarah, promenade ini dulunya adalah benteng pertahanan yang mengelilingi kota. Ketika benteng dirubuhkan, warga kota menginginkan kehijauan dan keasrian kota tetap terjaga dengan membuat promenade seperti yang sekarang. Saat ini promenade biasanya digunakan warga sebagai tempat jogging, sepedaan, atau sekedar jalan kaki menghirup udara segar. Jika kita menusuri Promenade, kita bisa menemukan taman-taman hijau cantik serta bangunan-bangunan tua yang tersembunyi di tengah rimbun pohon.

Masterpiece nomor dua dari Münster menurut saya adalah Aasee (danau). Aasee ini adalah danau buatan seluas 40,2 hektar dan panjangnya kira-kira 2,3 km. Yang membuatnya keren adalah ruang terbuka hijau di sekitar Aasee. Lega, rapi, dan hijau. Orang bisa grillen (barbeque-an), ngerayain ulang tahun, duduk-duduk baca buku, liatin bebek berenang, main sama anak-anak, bahkan, beberapa anak muda sunbathing kayak di pantai pas cuaca cerah. Selain beraktifitas di pinggirannya, kita juga naik sepeda air (semacem bebek-bebekan kayuh) mengelilingi Aasee. Tarik napas...hemmm...ahhh...membayangkannya saja saya jadi relax :)

salah satu tepi Aasee Münster
Tempat-tempat lain yang sungguh memanusiakan manusia adalah banyaknya playground dan taman. Taman-taman dan playgroundnya luas, dengan banyak mainan, dan gratis. Anggap saja saya mengalami culture shock (alias norak :p). Tapi hal-hal kecil seperti itulah yang betul-betul saya nikmati.

Wednesday, September 17, 2014

Side jobs

Ihiiy..akhirnya mulai ada orderan kerjaan..
Senaang..hehe..soalnya memang kerjaan jenis inilah yang saya cari selama kuliah. Yang bisa saya kerjakan dari mana saja (online), ga terlalu menyita pikiran, dan rewardnya bisa ditabung buat travelling atau ongkos mudik :D

Semoga orderan jalan teruus..Amiin

Saturday, September 13, 2014

Udaaah....

Minggu ini rasanya legaaa.....Kamis 11 Sept kmaren, adalah hari test bahasa jerman saya (TestDAF-Test Deutsch als Fremdsprache/Test of German as Foreign Language). Agak nekat sebenernya ngambil tes ini..buat yg baru belajar Jerman 5 bulan kyk saya. Tapi yaa...que sera sera lah..yang penting udah usaha :D

Kalo hasilnya dapet level 3 ajapun, sudah cukup bagi saya. Karena kuliah nanti malah sebagian besar pake bahasa enggres. Terus kenapa harus belajar Jerman? Karena ya syarat dari Uni nya..kami harus ngasih sertifikat TestDAF. Plus karena beasiswa saya ini kan dari uang pembayar pajak di Jerman yaa..jadi minimal harus paham lah bahasa lokal :p

Setelah test ini, perasaan saya jadi lebih ringan. Kayak satu beban lepas dari hati. Saya tetap masih harus kursus Jerman sampe tanggal 26 Sept, tapi ya ga terlalu membebani..kayak belajar sehari-hari aja.

Sementara itu, matrikulasi di kampus baru mulai tanggal 6 Okt. Lumayan..ada waktu beberapa hari buat bersantai kayak dipantai :))

gambar dari sini


Update:

Tanggal 23 Okt hasil TestDaf nya keluar. Secara umum hasilnya memenuhi syarat dari uni dan ga perlu ngulang lagi. Horee!!

Saturday, August 30, 2014

Tentang Alif

Sudah hampir sebulan lebih ini (pas dia hampir 20 bulan), si Alif brenti mmeh alias disapih. Untungnya ga pake drama ini itu. Lancar jaya. Sempet ga tega sih, soalnya biasanya nemplok banget kalo mimik. Kenapa akhirnya disapih lebih cepat? Piuhh..banyak pertimbangannya. Pertama, karena ingin dia lebih mandiri, bisa tidur ga sama saya, dan biar nafsu makannya bertambah. Tiga bulan pertama kami di Jerman, berat badan dia ga naik sama sekali. Tentu kami shock berat.


Yaa..rite..ibu-ibu ASI-ers pasti nyalah2in saya, dibilang cari-cari alasan :p Tapi ya faktanya memang begitu. Saya dan suami harus melakukan beberapa penyesuaian. Dari yang pas di Jakarta selalu dimanja dengan kehadiran mbak pengasuh ataupun keluarga yang selalu siap dititipin anak kapanpun,  ke kehidupan serba sendiri (cuma saya dan ayahnya alif), ngasuh anak gantian, beresin rumah berdua aja, masak gantian, plus masih ada tugas kami yang lain, yaitu belajar bahasa Jerman untuk persiapan belajar di Uni Oktober nanti. Mulai Oktober, program master saya dimulai, selama dua tahun. Untuk ayahnya Alif, harus belajar bahasa jerman untuk persiapan cari kerja dan persiapan kuliah tahun depan.


Tujuan penyapihan lebih awal ini untuk menambah quality time saya bersama Alif, biar isinya ga cuma dia mimik, terus kami sama-sama ketiduran (karena Alif kalo mmeh susah dilepasin). Saya ingin lebih banyak beraktifitas sama Alif semacem maenan balok, puzzle, maen di playground, bacain buku, nyanyi-nyanyi. Ketika waktunya tidur, Alif tidur setelah dibacain buku (walopun ya agak lama sampe dia beneran tidur -_-), terus saya dan bapake bisa lanjut ngerjain PR atau belajar. Dan alhamdulillah Alifnya ga rewel..cuma dibilang "Alif kan sudah besar, anak besar ga mmeh." Biasanya akhirnya dia cuma megang2 luarnya doang :D Entah ada hubungannya apa ngga, sejak brenti mimik, makan dia membaik. Mungkin juga karena kami memutuskan untuk TIDAK memaksa dia makan. Kalo pas waktunya makan gamau, yaudah cobain lagi beberapa menit atau setengah jam kemudian. Lumayan sukses..sekarang seringnya dia yang bilang "ayah..mamam...bu mamam".


Anaknya sekarang udah makin cerewet..nyanyi2 burung kakak tua, cicak-cicak di dinding, naik becak, naik kereta api, bintang kecil, twinkle-twinkle, dan tentunya old mcdonalds had a farm sebagai lagu wajib! :p Meskipun pengucapan belum jelas betul, tapi orang bisa paham dia nyanyi apa. Naik turun nadanya pun udah bener..Kebiasaan lain dia adalah pidato panjang lebar..tapi saya ga ngerti dia ngomong apa. Bahasanya semacem campuran gitu kayaknya..biasanya dia sambil pegang kertas, dan ngoceh ga jelas panjang :D


Kehidupan sosialnya si Alif gimana? Meskipun masih jarang ketemu temen sebayanya, tapi kalo pas ketemu anak-anak lain di playground ya terlihat seneng dan antusias. Dia tetep belum bisa langsung ngajak main atau ngajak ngomong..tapi minimal udah berani buka kontak awal semacem: ngasih (lempar) pasir, kasih mainan, atau minjem (ngambil) mainan..haha..



Selasa kemarin kami mengunjungi Kindertagesstätte-disingkat KiTa (semacem playground dan TK disatuin) di deket calon rumah kami di Osnabrück. Kami bermaksud daftarin Alif..biar waiting listnya ga kelamaan. Ternyata bener banget..udah full sampe sommer semester 2015. Kita harus nunggu sampe Maret 2015, apakah untuk April ada tempat untuk si bocah atau ngga.


Terkait perkembangan emosi si bocah, sekarang lagi doyan banget nangis jerit-jerit..hampir tantrum -_-
Baiklah..sekian dulu update tentang si bocah..Tschuss!

Friday, August 1, 2014

Idul Fitri 1435 Hijriah

Mumpung masih suasana Lebaran, mau cerita dikit soal pengalaman pertama Lebaran ga mudik. Seperti yangs udah diperkirakan, Ramadhan disini sepi banget. Menjelang Idul Fitri, gelombang homesick makin meningkat. Apalagi liat timeline orang-orang: yang mudik lah, yang buka bersama sama teman dan keluarga, yang posting foto-foto makanan, dll. Ukh..menusuk dada rasanya.

Untuk sedikit ngobatin kangen, saya dan bapake Alif ngundang 4 orang kawan untuk buka bersama di rumah. Kami (bapake Alif tepatnya) masak rendang dan sayur kol padang. Saya yang bikin kolek dan masak nasi *cemen bgt ya* :D Plus ditambahin mustopa dan sambal bawang hasil kiriman kakak saya. Alhamdulillah..enakk...

Semakin deket lebaran, saya makin merindukan nastar dan opor ayam (dan makanan lain2nya juga). Akhirnya saya bulatkan tekad, harus bikin nastar! Mau gimana lagi..kalo beli dari bakery orang Indonesia yg di Belanda, pasti mahal bgt. Plus ongkir pula. Masalahnya, di rumah saya ga ada oven dan ga punya mixer. Jadilah saya search dulu..bisa ga sih bikin nastar tanpa mixer. Okay..ternyata bisa. Setelah itu, saya tanya dulu teman saya, boleh ga saya numpang baking di rumahnya..haha..Ngerepotin bgt yak gw -_-

Singkat cerita pas hari H (sehari sebelum Lebaran), saya mulai bikin selai nanas di rumah. Bapake yang blender, saya yang ngaduk dan bumbuin sampe jadi selai. Lumayan cangkeul juga ngaduk dua jam lebih :p Setelah itu, lanjut bikin adonan. Bapake yang ngaduk, soalnya tenaga saya kan cemen :D Setelah adonan jadi, berangkatlah kami ke rumah temen. Panci isi selai nanas dan mangkok adonan ditaro dibawah stroller Alif, jadi ga masalah meskipun pergi naik bis.

Nyampe rumah temen, kami mulai bulet2in sambil ngobrol. Temen saya cerita, bahwa diapun homesick sangat lebaran2 gini. Sudah tiga kali lebaran dia lewatkan tanpa mudik ke kampung halamannya di Magelang, karena saat ini dia lagi S3 di kota tempat kami tinggal. Suaminya cerita, seharian teman saya duduk bengong mantengin liputan mudik di TV Indonesia. Ga belajar dan ga lanjutin nulis disertasi pun. Bahkan masakpun jadi ga enak rasanya :D Tadinya saya pikir saya doang yg lebay homesicknya :D

Menjelang buka, semua nastar pun rampung dipanggang. Hasilnya cemana? hehe..kalo secara rasa sih mantaps..enaakk..mirip sama nastar buatan kakak saya. Tapi mohon jangan terlalu dihiraukan penampilannya ya. Karena pengen cepet selesei bulet2in, nastarnya jadi gendut2..Hasilnya pastilah saya bagi sama yang punya rumah dan satu kotak kecil saya bawa ke tempat kursus keesokan harinya. Lumayan..haha..ada temen dari Afrika yang maksa minta dibuatin lagi sampe mau ngasih duit :p

Semacem nastar :))
Pas Hari Idul Fitrinya, kami putuskan untuk sholat di Ied di Masjid Turki. Ada sih pilihan lain untuk solat Ied di Sporthalle, yang mana lebih rame dan banyak orang. Tapi kami harus ngongkos naik bis :p Jadilah jam setengah tujuh kurang kami udah keluar rumah menuju masjid Turki. Ah..kecewa saya..cuma ada 4 orang perempuan yang ngikut solat -_- Jam 7 lebih 10, solat udah rampung dan kamipun pulang. Lanjut sarapan roti, telepon2 ortu dan jam 9 kurang, tetep berangkat ke tempat kursus. Saya bisa milih meliburkan diri sih, tapi ya dipikir-pikir mau ngapain juga..sepii...

Saya dan teman-teman sesama penerima beasiswa merencanakan untuk melakukan makan malam bersama untuk merayakan lebaran. Masing-masing harus bawa masakan khas kampung halaman. Sayangnya, menjelang sore ada badai besar di kota kami. Hujan super deras dan angin kencang selama beberapa jam, menghasilkan banyak pohon tumbang plus banjir! Pertama kali dalam sejarah, Münster banjir sodara2. Acara kumpul-kumpulpun kami batalkan. Padahal saya udah bikin bala-bala segambreng buat dibawa..

Sambil diluar badai, sambil ngemil bala-bala pake sambel roa
Keesokan harinya sore2, barulah kami makan opor plus ketupat (lontong instan). Bapake sukses bikin opor enyak :D Alhamdulillah..masih bisa menikmati sepotong rasa kampung halaman :)

Opor ayam, lontong instan, tempe bacem plus sambal roa. Supper yummy!